6 Contoh Cerita Liburan di Rumah 5 Paragraf

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh cerita liburan di rumah 5 paragraf sering dicari para siswa SD. Guru kerap memberikan tugas kepada siswanya untuk menceritakan kegiatan semasa libur sekolah. Tidak dapat dipungkiri, liburan sekolah menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu para siswa.
Berdasarkan buku yang berjudul Perencanaan Pembelajaran Kontemporer Berbasis Penerapan Kurikulum 2013, Dr. St. Marwiyaah, dkk., (2018:79), hari libur sekolah adalah hari tidak dilaksanakannya kegiatan belajar di sekolah yang terbagi menjadi hari libur semester, hari libur khusus dan hari libur umum.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Cerita Liburan di Rumah 5 Paragraf
Berikut beberapa contoh cerita liburan di rumah 5 paragraf sebagai referensi untuk tugas sekolah anak SD.
Contoh 1
Liburan sekolah akhir tahun selalu membawa kegembiraan tersendiri, terutama karena tradisi kami untuk menghabiskannya di rumah nenek. Nenek tinggal di sebuah desa kecil yang jauh dari keramaian kota, dan setiap kali liburan tiba, kami, bersama keluarga besar, memutuskan untuk berkumpul di sana.
Perjalanan ke rumah nenek selalu penuh antusiasme. Kami melewati jalan pedesaan yang dihiasi oleh pepohonan hijau dan sawah yang berombak. Begitu sampai di sana, suasana damai desa langsung menyambut kami. Rumah nenek adalah tempat yang penuh kenangan, dengan halaman luas di depannya dan bunga-bunga yang bermekaran di sekitar.
Hari pertama di rumah nenek selalu diisi dengan kegiatan membersihkan dan menata. Bersama sepupu-sepupu, kami membersihkan halaman, menyirami bunga, dan membersihkan ruang keluarga. Nenek selalu dengan senang hati memberikan petunjuk dan cerita-cerita masa lalu yang membuat atmosfer semakin hangat.
Salah satu kegiatan favorit kami adalah menjelajahi sekitar desa bersama. Nenek selalu menjadi pemandu terbaik, bercerita tentang sejarah desa, dan menunjukkan tempat-tempat menarik. Setiap sudut desa memiliki kisah tersendiri, dan kami menyukai setiap detil yang diceritakan nenek.
Puncak liburan terjadi saat malam hari. Rumah nenek penuh dengan aroma masakan khasnya yang lezat. Suara ketawa riang keluarga, canda tawa, dan aroma makanan yang menggugah selera menciptakan suasana yang hangat. Setelah makan malam, kami berkumpul di ruang keluarga untuk bercerita dan bermain permainan keluarga tradisional.
Contoh 2
Hari pertama liburan, kami berkumpul di rumah David dengan semangat tinggi. Rumahnya yang luas dengan taman belakang yang asri langsung memicu ide-ide kreatif kami. Kami membawa matras, selimut, dan bekal makanan untuk piknik improvisasi di halaman belakang. Cuaca cerah dan sinar matahari yang hangat membuat suasana semakin menyenangkan.
Pagi itu kami mulai dengan bermain permainan papan klasik yang memicu tawa dan persaingan sehat. Setelah itu, kami memutuskan untuk menggelar turnamen sepak bola di lapangan kecil di belakang rumah. Meskipun tidak semua dari kami ahli dalam olahraga, semangat kompetisi membuat pertandingan makin seru.
Saat siang tiba, kami memutuskan untuk menyusun rencana untuk hari berikutnya. Setelah berdiskusi, kami memilih untuk mengadakan hari memasak. Setiap teman membawa resep favoritnya, dan kami bekerja sama di dapur. Meskipun ada beberapa kekacauan dan tawa yang tak terhindarkan, hasil masakan kami berhasil menciptakan makan siang yang lezat.
Malam harinya, kami memutuskan untuk mengadakan "maraton film" di ruang keluarga. Setiap orang memilih film favoritnya, dan kami membuat daftar putar yang beragam. Dengan bantal dan selimut, kami menikmati film-film dari berbagai genre. Suasana gelap dengan layar televisi menjadi panggung bagi tawa dan teriakan kecil kami.
Hari terakhir liburan, kami memutuskan untuk mengakhiri dengan api unggun di taman. Kami membawa marshmallow, cokelat, dan biskuit untuk membuat s'mores yang lezat. Di sekitar api unggun, kami berbagi cerita, bernyanyi, dan merenung tentang momen-momen menyenangkan yang telah kami alami selama liburan.
Contoh 3
Hari pertama liburan, saya bersama ayah membantu membersihkan dan merapikan garasi. Kami menyusun kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai dan melakukan sedikit perbaikan di beberapa sudut garasi. Meskipun pekerjaan tersebut terlihat sederhana, namun kebersamaan kami membuatnya menjadi momen yang menyenangkan.
Sementara itu, ibu dan saya memutuskan untuk menghabiskan waktu di dapur. Kami membuat daftar menu-menu spesial yang ingin kami coba dan bersama-sama memasaknya. Dapur dipenuhi dengan aroma harum dari berbagai hidangan yang sedang kami siapkan. Proses memasak tidak hanya sekadar kegiatan fisik, tapi juga menjadi waktu berharga untuk berbicara dan berbagi cerita.
Beberapa hari berikutnya, kami memutuskan untuk beralih ke proyek kebun di belakang rumah. Ayah dan saya menggali tanah, menanam benih sayuran, dan merawat tanaman hias. Ibu turut serta dengan memberi ide-ide segar untuk menghias taman. Tanaman-tanaman yang ditanam menjadi simbol pertumbuhan, seiring dengan ikatan kekeluargaan kami yang semakin kuat.
Tidak hanya fokus pada pekerjaan rumah, kami juga menyempatkan waktu untuk bersantai bersama. Sore hari, kami menonton film keluarga favorit di ruang keluarga. Setelah itu, kadang-kadang kami bermain game bersama atau hanya duduk santai di teras sambil menikmati matahari terbenam.
Malam terakhir liburan, kami membuat acara bakar-bakar di halaman belakang. Ayah mempersiapkan bara api, sementara ibu menyiapkan makanan yang akan dipanggang. Suasana hangat api unggun menciptakan momen keakraban yang penuh kehangatan.
Contoh 4
Selama liburan semester ganjil dan tahun baru 2024, saya dan keluarga liburan di rumah nenek. Sudah lama saya tidak mengunjungi nenek karena jarak rumah yang sangat jauh.
Aku merasa senang karena dapat bertemu nenek kembali. Rumahnya yang terletak di daerah pedesaan selalu membuatku betah dan nyaman.
Pagi-pagi aku bersama ayah berangkat ke rumah nenek dengan motor. Setelah menempuh jarak yang jauh kurang lebih 4 jam, kami akhirnya sampai juga di rumah nenek.
Nenek menyambut kami dengan gembira. Ia meminta aku untuk menginap selama masa liburan sekolah dan ayah mengijinkannya.
Keesokan harinya, aku diajak sepupuku untuk pergi ke sawah nenek. Kebetulan hari itu nenek lagi panen padi. Banyak orang sedang memanen padi di sawah nenek ada yang menyabit padi dan merontokkan butir padi dengan alat perontok padi.
Contoh 5
Libur sekolah kali ini berbeda dengan libur sekolah sebelumnya. Aku dan keluargaku mengunjungi rumah nenek dan kakek di kampung. Perjalanan dari Bogor menuju Semarang terasa sangat melelahkan.
Namun, rasa lelah itu cukup terbayar saat melihat suasana desa yang memanjakan mata. Pemandangan desa yang asri, kicau burung, persawahan, seakan mengingatkan aku saat masa kecil. Suasanan di desa benar-benar membuatku nyaman.
Kami hanya berkeliling di sekitar rumah pada hari pertama di rumah nenek hingga akhirnya bertemu dengan sanak saudara dan tetangga. Hari kedua, aku dan kakakku pergi ke ladang bersama nenek memetik sayuran dan buah-buahan segar.
Pemandangan sekitar ladang tampak asri dan sejuk dipandang mata dan jarang sekali ditemukan di Jakarta. Aku, kakakku, dan kedua adikku tak ketinggalan bermain air dan lumpur di sawah nenek yang kebetulan letaknya tak jauh dari ladang.
Contoh 6
Libur sekolah telah tiba. Aku meminta kakakku untuk menemaniku berlibur ke rumah nenek. Ayah dan Ibu tidak bisa menemaniku berlibur. Mereka masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.
Saat berlibur aku memang suka menginap di rumah nenek. Selain melepas rindu dengan nenek yang jarang bertemu, di rumah nenek aku bisa bertemu kawan-kawanku untuk bermain di sungai dan sawah.
Rumah nenek adalah kampung halaman ayahku. Aku memiliki sepupu bernama Roni. Aku mengenal Roni dengan sangat baik karena aku sering bermain dengannya ketika aku pulang ke rumah nenek.
R0ni selalu mengajakku bermain permainan tradisional seperti bermain kelereng, petak umpet dan lompat tali. Bermain permainan seperti itu adalah hal sangat menyenangkan, karena jika di Jakarta aku tidak pernah bermain permainan tradisional.
Aku ingin melakukan banyak hal yang tidak bisa aku lakukan di Jakarta. Aku ingin bermain permainan tradisional, bermain di sungai yang sangat jernih, bermain di sawah dan mengunjungi tempat wisata yang ada di Jogja seperti Candi Prambanan dan lain sebagainya.
Itulah kumpulan contoh cerita liburan di rumah 5 paragraf. Semoga dapat dipahami dan dapat dijadikan sebagai referensi untuk siswa yang mendapat tugas membuat cerita liburan di rumah. (Eln)
Baca juga: 17 Contoh Cerita Legenda Indonesia dari Berbagai Daerah
