Konten dari Pengguna

6 Contoh Sambutan Nuzulul Quran dari Panitia sebagai Referensi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 10 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh sambutan Nuzulul Quran, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Muhammad Adil
zoom-in-whitePerbesar
Contoh sambutan Nuzulul Quran, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Muhammad Adil

Dalam mengadakan acara, panitia kerap memberikan sambutan terlebih dahulu, termasuk saat acara peringatan Nuzulul Quran. Agar tidak bingung saat akan memberikan sambutan, maka wajib tahu contoh sambutan Nuzulul Quran dari panitia sebagai referensi.

Nuzulul Quran adalah peristiwa diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. melalui perantara malaikat Jibril, sebagaimana dikutip dari situs uinsgd.ac.id. Peristiwa ini juga menjadi tanda diutusnya Nabi Muhammad Saw. sebagai Nabi dan Rasul Allah Swt.

Sebagai peristiwa penting dalam agama Islam, maka Nuzulul Quran kerap diperingati oleh umat Islam. Sebab, dengan memperingati Nuzulul Qur’an, maka umat Islam dapat memahami sejarah dari turunnya Al-Qur’an serta meningkatkan keimanan kepada Allah Swt.

Daftar isi

6 Contoh Sambutan Nuzulul Quran yang Bisa Dijadikan Referensi

Contoh sambutan Nuzulul Quran, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Pada acara peringatan Nuzulul Quran, panitia yang membentuk acara tersebut kerap memberikan sambutan pada awal acara. Agar tidak bingung dalam menyampaikan sambutan, berikut adalah contoh sambutan Nuzulul Quran dari panitia yang bisa dijadikan referensi.

Contoh Sambutan 1

Dikutip dari situs jatengprov.go.id.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama, puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah Swt. atas segala nikmat-Nya kita bisa berkumpul untuk memperingati Nuzulul Quran. Melalui acara hari ini, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah hadir.

Setiap kali kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, maka di bulan tersebut kita juga memperingati Nuzulul Quran, karena di bulan Ramadan itulah Al-Qur’an diturunkan. Dua hal yang harus diperhatikan setiap kali kita memperingati hari besar Islam, yaitu sebagai bahan introspeksi dan introprospektif.

Introspeksi maksudnya sebagai bahan perenungan sudah sejauh mana kita membaca, menghafalkan, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam aplikasi kehidupan sehari-hari. Sedang introprospektif maksudnya bagaimana menuju masa depannya.

Selain sebagai mukjizat, Al-Qur’an juga sebagai petunjuk (al huda) manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia agar selamat di akhirat kelak. Al-Qur’an juga sebagai pembeda (al furqon) yaitu pembeda mana yang hak dan mana yang bathil, serta Qur’an sebagai penjelas atas segala sesuatu.

Jika kita semua bekerja dalam kehidupan mengacu dan berlandaskan pada Al-Qur’an, maka rahmat Allah akan kita dapatkan di dunia. Sebab, dalam Surat Al-A'raf ayat 96 Allah Swt. berjanji akan menurunkan keberkahan yang datangnya dari langit dan tumbuh di bumi.

Mengingat pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan, maka penting untuk memperingatinya melalui acara Nuzulul Quran ini. Demikian sambutan yang bisa saya berikan.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Sambutan 2

Dikutip dari situs setneg.go.id.

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi robbil alamin, washolatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya’i wal mursalin, sayyidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammadin, wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in. Amma ba’du.

Salah satu keistimewaan Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan ini adalah kita semua bisa bersama-sama memperingati hari Nuzulul Quran untuk mengingat diturunkannya Al-Qur’an, kitab suci umat Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw., sebagai petunjuk bagi hidup dan kehidupan manusia.

Al-Qur’an merupakan mukjizat dari Allah Swt. yang tidak ada keraguan di dalamnya. Al-Qur’an adalah petunjuk dan pembeda antara yang hak dan yang batil, sebagai peringatan, sebagai rahmat, sebagai penjelas, sebagai berita gembira, dan bahkan sebagai obat bagi hati yang sedang duka dan sakit.

Hadirin yang saya hormati,

Sebagai bangsa yang berketuhanan, kita semua dituntut untuk percaya dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Konsekuensi dari beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah kita harus menerima dengan lapang dada bahwa keberagaman ini merupakan kehendak Allah Swt.

Al-Qur’an menegaskan bahwa keanekaragaman yang terjadi pada berbagai makhluk Tuhan pada hakikatnya merupakan sunatullah, sebuah ketetapan Allah Swt., sebuah skenario Allah Swt. Keberagaman yang merupakan anugerah dari Allah Swt. harus terus kita jaga, kita rawat, kita kelola dengan baik agar terjadi perjumpaan, yaitu membangun kebersamaan dalam dialog-dialog yang sehat dengan semangat saling melengkapi, saling memperkaya satu dengan yang lain, dan berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan.

Hadirin yang saya muliakan,

Kita harus menyadari bahwa masing-masing elemen bangsa yang beraneka ragam memiliki kebaikan dan kelebihannya sendiri-sendiri. Jangan sampai ada di antara kita yang merasa lebih dari yang lain, merasa lebih baik dari yang lain, atau bahkan lebih suci dari yang lain. Kita mungkin berbeda dari yang lain tapi bukan berarti kita merasa lebih dari yang lain.

Kebaikan-kebaikan dari yang muncul dari berbagai elemen bangsa, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, yang sejatinya perlu dikedepankan untuk kepentingan bersama, dikontribusikan untuk kemanfaatan bersama.

Karena itu, saya mengajak umat Islam untuk menjadikan peringatan Nuzulul Quran ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam keragaman yang sangat dibutuhkan dalam mewujudkan negeri dan bangsa yang baldatun tayyibatun warabbun ghafur.

Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Sambutan 3

Dikutip dari situs ntb.kemenag.go.id.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur ke hadirat Allah Swt., yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada malam yang penuh berkah ini kita dapat menghadiri peringatan Nuzulul Quran. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Malam ini adalah hari kedelapan belas kita berpuasa di bulan Ramadan. Saat ini kita memperingati peristiwa besar yang terjadi lima belas abad lalu, yaitu peristiwa Nuzulul Quran/turunnya (permulaan) AI-Qur’an.

Karena itu bulan puasa juga disebut bulan AI-Qur’an karena di dalamnya diturunkan wahyu Allah kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan kepada umatnya sebagai hudan linnas, petunjuk bagi manusia.

AI-Qur’an merupakan kitab yang tidak hanya untuk orang Arab pada awal abad ke-7 M, tetapi juga untuk masyarakat modern, bahkan untuk masyarakat dunia yang akan datang. Sebagai kitab suci untuk masyarakat yang berkebudayaan dan berperadaban maju, AI-Qur’an tidak hanya mengandung pokok-pokok ajaran agama (akidah, syariah, dan akhlak) yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan dengan sesamanya atau lingkungan, tetapi juga mengandung berbagai isyarat tentang iptek, tentang alam (kauniyah) yang dapat dijadikan motivasi dan inspirasi dalam berbagai rekayasa, baik rekayasa sosial maupun rekayasa teknik.

Peringatan Nuzul Al-Qur’an hendaknya dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan interaksi kita terhadap AI-Qur’an, bukan hanya sebagai pembaca pasif tetapi hendaknya meningkat menjadi pembaca kritis yang mempertanyakan hakikat sebagaimana diajarkan oleh Al-Qur’an sendiri.

Demikianlah uraian singkat yang kami sampaikan pada malam hari ini sebagai tambahan dan bahan renungan bagi kita semua dalam mengambil pelajaran dan manfaat dari makna yang terkandung dalam peringatan Nuzulul Quran.

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Sambutan 4

Dikutip dari situs setkab.go.id.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillahirrabbilalamin, wassalatu was salamu ‘ala ashrifil anbiya i wal-mursalin,

Sayidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammaddin, wa’ala alihi wa sahbihi ajma'in amma ba’du.

Pada malam Nuzulul Quran, pada malam turunnya pedoman umat manusia, pada malam turunnya tuntunan umat manusia, yaitu Al-Qur’an, kita diingatkan untuk semakin bersemangat untuk bertadarus, untuk semakin khusyuk bersalat tahajud, untuk semakin lama i'tikaf di masjid, dan untuk semakin mempertebal kesalehan sosial kita.

Sebab Al Quran diturunkan kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad Saw. agar menjadi rahmat bagi semua umat manusia, agar menjadi sumber segala ilmu pengetahuan, agar membimbing kita semuanya menjadi lebih baik.

Dulu, Rasulullah Saw. memakai nilai universalitas Al-Qur’an untuk mentransformasi bangsa arab menjadi beradab dan berkemajuan. Sekarang kita perlu tuntunan Al-Qur’an untuk menata kehidupan bangsa Indonesia agar lebih maju, lebih toleran, dan bebas dari kemiskinan.

Saudara-saudaraku kaum muslimin-muslimat yang berbahagia,

Sampai sekarang negara kita Indonesia belum lepas dari masalah-masalah kemiskinan, masalah ketimpangan-ketimpangan sosial, ketimpangan antar wilayah. Dan sampai sekarang, wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke juga belum terhubung dengan baik. Sampai sekarang integrasi ekonomi nasional juga belum kuat dan belum produktif.

Padahal Al-Qur’an mengajarkan kita untuk saling mengenal, untuk ta’aruf, saling memahami (tafahum), dan saling kerja sama tolong menolong dalam semua aspek kehidupan atau ta’awun. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk bekerja keras guna mengubah nasib kita, mengubah nasib bangsa kita, bangsa Indonesia. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk sabar, untuk tawakal, untuk belajar ilmu pengetahuan, untuk optimis, untuk kreatif agar kita bisa menjadi bangsa pemenang.

Oleh sebab itu, sebagai upaya memerangi itu, memerangi kemiskinan, mendorong investasi, pemerintah sekarang fokus melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan deregulasi aturan-aturan yang menghambat pembangunan ekonomi nasional kita. Membangun infrastruktur untuk mewujudkan hubungan konektivitas antar wilayah di tanah air. Membangun sumber daya manusia Indonesia agar bisa bersaing dengan negara-negara yang lain.

Saudara-saudaraku kaum muslimin-muslimat,

Saya yakin apabila kita bersandar terus pada tuntunan Al-Qur’an, insya Allah di ujung jalan, di ujung jembatan, di ujung pelabuhan, Indonesia akan menjadi lebih baik. Indonesia akan bebas dari kemiskinan. Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, bangsa yang bahagia lahir dan batin.

Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Sambutan 5

Dikutip dari buku Ahli Berbicara, Suhada Martakim, (2020:126).

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim

Yang terhormat para alim ulama, para ustaz, kepala desa, dan tokoh-tokoh masyarakat yang telah hadir. Serta hadirin sekalian yang berbahagia.

Perkenankan saya di sini selaku ketua panitia, pada kesempatan ini memberi sedikit pesan berkaitan dengan acara Nuzulul Quran ini dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penyelenggaraan acara ini masih banyak ditemukan kekurangan, kekhilafan, dan hal yang kurang berkenan di hati para hadirin sekalian.

Para hadirin sekalian,

Turunnya Al-Qur’an merupakan sebuah tanda baru dalam sejarah peradaban manusia dan muslim. Alquran membuat orang-orang yang bertakwa mendapatkan hidayah, mendapat petunjuk untuk keluar dari fase-fase kegelapan, fase dhulma, menuju fase nur, fase yang sangat terang. Kita akan memahami bahwa dengan turunnya Al-Quran, Allah Swt. memerintahkan kita untuk menjadikan sabar dan salat sebagai penolong, bukan yang lainnya.

Semenjak turunnya Al-Qur’an pertama kali, Al-Qur’an sudah menjadi sumber inspirasi, sudah menjadi pedoman mulia dalam membawa kemajuan kehidupan manusia di muka bumi, karena Al-Qur’an tidak saja dibaca oleh muslim, Al-Qur’an sudah menjadi sumber inspirasi bagi seluruh umat manusia. Di kalangan ulama dan para akademisi, Al-Qur’an telah menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Allah Swt. memerintahkan kepada kita semua agar memajukan umat, memajukan masyarakat, dan memajukan bangsa. Secara terus menerus mengembangkan dan memperkuat budaya membaca, seperti perintah Al-Qur’an yang pertama yaitu Iqra yang berarti bacalah, baik itu membaca buku maupun membaca alam dan kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, sebagai umat Islam yang baik, mari kita peringati hari turunnya Al-Qur’an ini dengan penuh rasa khidmat. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an agar dapat menjadi penolong di akhirat kelak.

Demikian sambutan dari saya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Sambutan 6

Dikutip dari situs humas.acehprov.go.id.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, malam ini kita kembali dapat memperingati Nuzulul Quran, malam di mana Allah pertama kalinya menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad sebagai Hudanlinnas atau pedoman bagi kehidupan kita. Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang lengkap karena mengandung banyak hikmah, sejarah, aturan hukum, dan moral.

Selain itu, Al-Qur’an juga mengandung ilmu pengetahuan sebagai pedoman, motivasi, dan patokan dalam menata perikehidupan masyarakat muslim. Perikehidupan dimaksud adalah tatanan kemasyarakatan sesuai dengan kondisi objektif setiap komunitas, dengan tetap bersendi pada prinsip-prinsip umum yang ditetapkan Al-Qur’an.

Setiap proses perubahan yang terjadi akan berlangsung secara ilmiah. Itu sebabnya Al-Qur’an merupakan petunjuk kehidupan untuk menggiring proses ke arah yang lebih baik dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Karena itu isi Al-Qur’an wajib kita pahami agar kita memahami makna hidup sebagaimana ditetapkan oleh Islam.

Jadikanlah Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap isi Al-Qur’an. Karena semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an, maka ketaatannya kepada Allah tentu akan meningkat.

Melalui momentum Nuzulul Quran ini, mari kita pelajari dan amalkan kandungan Al-Qur’an agar cita-cita membangun generasi yang cerdas dan bertaqwa kepada Allah dapat terwujud.

Demikian sambutan dari saya. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga: 8 Contoh Pembukaan Pidato Islami yang Bisa Dijadikan Referensi

Itulah beberapa contoh sambutan Nuzulul Quran yang bisa dijadikan sebagai referensi. Contoh teks di atas juga dapat diubah dan disesuaikan dengan keperluan masing-masing. (PRI)