6 Contoh Soal Jurnal Pengeluaran Kas beserta Kunci Jawabannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh soal jurnal pengeluaran kas biasanya dibutuhkan sebagai referensi saat mempelajari kegiatan dalam mencatat transaksi-transaksi pengeluaran. Tak hanya soal, memahami tentang pengertian, fungsi, hingga format membuatnya pun menjadi hal yang penting.
Pasalnya, di dalam suatu unit kegiatan yang berhubungan dengan keuangan, baik dalam skala kecil ataupun skala besar, akan selalu berkaitan erat dengan proses pengeluaran.
Beberapa kegiatan yang termasuk dalam pengeluaran, antara lain pembelian berbagai barang yang dilakukan secara tunai, membeli perlengkapan usaha, membayar gaji karyawan, membayar hutang, dan kegiatan transaksi lainnya. Kegiatan tersebut pada dasarnya harus bisa dicatat di dalam jurnal pengeluaran kas.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Jurnal Pengeluaran Kas?
Mengutip dari buku Pengantar Akuntansi karya Siti Maria Wardayati (2016), pada dasarnya terdapat dua jenis jurnal, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus.
Umumnya, penggunaan jurnal umum lebih sederhana daripada jurnal khusus. Jurnal ini hanya perlu mencatat segala jenis transaksi pada periode tertentu.
Sementara, jurnal khusus biasanya hanya mencatat transaksi tertentu yang dilakukan secara berulang dan dalam jumlah banyak.
Mengutip dari buku Pengantar Akuntansi karya Suhendar, S.E., jurnal khusus adalah jurnal yang telah dikelompokkan berdasarkan bentuk transaksi. Dengan kata lain, jurnal ini dibuat untuk menggolongkan transaksi sesuai dengan jenisnya.
Transaksi yang dicatat dalam jurnal khusus ada empat macam, yakni jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan jurnal pengeluaran kas.
Pengertian jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang khusus dibuat untuk mencatat transaksi-transaksi pengeluaran kas, dengan kata lain transaksi yang membuat kas berkurang.
Didefinisikan pula bahwa jurnal pengeluaran kas merupakan catatan yang disimpan oleh akun internal perusahaan secara merinci semua pengeluaran keuangan.
Semua transaksi yang tercatat dalam jurnal pengeluaran kas harus dipindahbukukan atau dicatat ke buku besar. Nantinya, catatan tersebut akan digunakan dalam pembuatan laporan keuangan.
Secara umum, fungsi dari jurnal pengeluaran kas adalah untuk mencatat seluruh transaksi arus kas keluar yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan.
Berbagai transaksi tersebut bisa berbentuk transaksi pembelian dan pengeluaran yang dilakukan secara tunai. Sehingga, kas yang dimaksud bisa berasal dari berbagai jenis kegiatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan.
Pengeluaran kas biasanya dimanfaatkan untuk membeli barang atau menggunakan jasa, seperti perlengkapan uang tunai, membayar hutang material ataupun hutang dagang, membayar berbagai beban lain, dan juga setoran ke dana kas kecil.
Kendati semikian, jurnal pengeluaran kas ini harus tetap dicatat setiap hari, minggu, atau bulannya sebelum dipindahbukukan ke dalam buku besar utama maupun ke dalam buku besar pembantu.
Fungsi Jurnal Pengeluaran Kas
Mengutip dari buku 7 Langkah Praktis Membuat Pencatatan Akuntansi Keuangan Untuk Perusahaan Jasa karya Hendri Yulius, jurnal pengeluaran kas memiliki fungsi untuk mencatat seluruh transaksi pengeluaran.
Dalam hal ini, jurnal akan mencatat secara rinci seluruh transaksi yang terjadi secara tunai. Adapun secara garis besar, fungsi dari jurnal pengeluaran kas yang perlu diketahui, antara lain:
Sebagai pencatatan semua transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran uang.
Sebagai pencatatan terperinci terkait transaksi secara tunai.
Contoh Transaksi Jurnal Pengeluaran Kas
Pada umumnya, terdapat berbagai contoh transaksi yang menyebabkan kas berkurang, serta dapat dicatat dalam jurnal pengeluaran kas, di antaranya:
1. Pembelian Secara Tunai
Membeli barang dan dibayar secara tunai, artinya terdapat uang kas yang dikeluarkan. Sehingga, uang yang telah keluar keluar tersebut harus dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.
2. Pembayaran Utang
Semua hal yang berkaitan dengan pembayaran, pastinya harus tercatat dalam jurnal pengeluaran kas. Termasuk, pembayaran utang.
Misalnya, berutang untuk membeli bahan-bahan kebutuhan dalam usaha yang membuat kas berkurang.
3. Pembayaran Tanggungan atau Beban
Pembayaran yang berkaitan dengan tanggungan atau beban setiap bulannya juga perlu dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.
Misalnya, transaksi untuk membayar tagihan listrik, gaji karyawan, atau beban lainnya yang membuat kas akan berkurang untuk membayar beban tersebut.
4. Retur Penjualan secara Tunai
Retur penjualan secara tunai juga termasuk transaksi yang menyebabkan kas berkurang. Sehingga, masuk ke dalam jurnal pengeluaran kas.
Misalnya, ketika menjual barang yang sudah dibeli kepada seseorang dan ternyata orang tersebut tidak menyukai barang itu dan akhirnya dikembalikan. Ketika dikembalikan, otomatis uang yang sudah masuk tersebut harus dikembalikan dan membuat kas berkurang.
Format Jurnal Pengeluaran Kas
Pada dasarnya, jurnal pengeluaran kas termasuk ke dalam jurnal yang cukup mudah. Kolom yang diperlukan dalam membuat jurnal ini tidak terlalu banyak. Berikut adalah bentuk atau format jurnal pengeluaran kas beserta fungsi dari masing-masing sub kolom jurnal.
Tanggal, untuk mencatat waktu terjadinya suatu kegiatan transaksi.
Nomor bukti, untuk mencatat nomor bukti transaksi yang bisa berbentuk nota ataupun faktur.
Keterangan, untuk mencatat uraian lengkap dari suatu transaksi.
Referensi, untuk memberi tanda yang berhubungan dengan postingan di dalam buku besar.
Kolom kas, untuk mencatat suatu nilai dari yang tunai yang nantinya akan diterima oleh perusahaan.
Kolom potongan penjualan, sebagai pencatatan atas suatu nilai dari potongan penjualan yang diberikan karena adanya transaksi penjualan.
Kolom piutang dagang, untuk mencatat nilai piutang yang akan diterima oleh pihak perusahaan.
Kolom penjualan, untuk mencatat seluruh nilai penjualan.
Kolom serba-serbi, untuk mencatat akun lain selain akun diatas, seperti pendapatan sewa yang diterima secara tunai.
Cara Membuat Jurnal Pengeluaran Kas
Setelah memahami tentang pengertian, fungsi, hingga format pembuatannya, berikut adalah cara membuat jurnal pengeluaran kas yang perlu dipahami.
Buat kolom yang berisi tanggal, keterangan, referensi, debit, kredit, dan lain sebagainya.
Isi tanggal sesuai dengan transaksi kas keluar.
Isi keterangan dengan hal-hal yang menunjang informasi mengenai transaksi yang keluar. Misalnya, nama toko atau keperluannya.
Referensi diisi dengan kode akun. Kolom ini bisa diabaikan atau dikosongkan terlebih dahulu, sehingga bisa langsung ke cara selanjutnya.
Isi nominal transaksi debit pada kolom debit dan isi sesuai kolom yang telah disediakan. Sementara untuk kolom serba-serbi bisa diisi ketika ada transaksi debit yang tidak tersedia dalam akun.
Terakhir, isi nominal transaksi kredit pada kolom kredit.
Contoh Soal Jurnal Pengeluaran Kas
Untuk menguji sejauh mana tingkat pemahaman mengenai materi jurnal pengeluaran kas, berikut adalah contoh soal pengeluaran kas beserta kunci jawaban yang bisa digunakan sebagai referensi.
Sebutkan transaksi apa aja yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas!
Kunci Jawaban:
Jurnal pengeluaran kas merupakan jurnal khusus yang mencatat setiap transaksi kas atau uang yang keluar. Contohnya transaksi pembelian tunai, pembayaran beban, pembayaran beban angkut, pembayaran utang, dan retur penjualan secara tunai.
Sebutkan apa saja fungsi dari jurnal pengeluaran kas?
Kunci Jawaban:
Sebagai pencatatan semua transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran uang, serta sebagai pencatatan terperinci terkait transaksi secara tunai.
Apa yang dimaksud dengan jurnal pengeluaran kas?
Kunci Jawaban:
Berdasarkan pengertiannya, jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang khusus dibuat untuk mencatat semua transaksi-transaksi pengeluaran kas yang membuat kas atau uang berkurang.
Sebutkan dan jelaskan dua jenis jurnal beserta perbedaannya!
Kunci Jawaban:
Jurnal terbagi menjadi dua jenis, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus.
Perbedaannya, jurnal umum hanya perlu mencatat segala jenis transaksi pada periode tertentu. Sementara, jurnal khusus biasanya hanya mencatat transaksi tertentu yang dilakukan secara berulang dan dalam jumlah banyak.
Pembayaran beban gaji karyawan senilai Rp2.000.000 akan dicatat dalam jurnal pengeluaran kas pada kolom ...
Kunci Jawaban:
Beban gaji dicatat pada kolom serba-serbi (D) senilai Rp2.000.000 dan pada kolom kas (K) Rp2.000.000.
Pembahasan:
Transaksi pembayaran beban akan masuk pada kolom serba-serbi, karena transaksi tersebut berada di luar debit pembelian dan utang. Sehingga, akan memengaruhi akun (+) beban (D) pada kolom serba-serbi dan (-) kas (K) pada kolom kas.
Ketika melakukan pembelian peralatan kantor secara tunai, maka akan dicatat pada jurnal pengeluaran kas kolom ...
Kunci Jawaban:
Kolom serba-serbi dan kolom kas.
Pembahasan:
Pembelian peralatan atau perlengkapan kantor termasuk transaksi pembelian aktiva selain barang dagang secara tunai.
Artinya, transaksi tersebut akan dicatat pada jurnal pengeluaran kas dan memengaruhi akun (+) aktiva/peralatan/perlengkapan (D) pada kolom serba-serbi dan (-) kas (K) pada kolom kas.
Demikian, itulah kumpulan contoh soal jurnal pengeluaran kas beserta kunci jawaban dan pembahasannya yang dapat digunakan sebagai referensi untuk memahami materi. (SUCI)
Baca Juga: Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa dan Jawabannya
