6 Peranan Platyhelminthes dalam Lingkungan Hidup

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Platyhelminthes merupakan salah satu jenis makhluk hidup dalam kingdom Animalia atau hewan. Sebagai suatu organisme, peranan Platyhelminthes tentunya memiliki pengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup lainnya.
Platyhelminthes sendiri merupakan filum yang berisikan hewan berupa cacing pipih, kecuali Nemertea yang kini sudah dipisahkan dari kelompok ini.
Hewan-hewan dalam filum Platyhelminthes merupakan jenis hewan invertebrata yang tidak memiliki rongga tubuh.
Secara umum, keberadaan hewan Platyhelminthes memberikan dampak pada kehidupan makhluk hidup lainnya karena peranannya di dalam lingkungan. Simak penjelasan mengenai berbagai peranan Platyhelminthes berikut ini.
Peranan Platyhelminthes
Platyhelminthes merupakan filum dalam kingdom Animalia yang berada pada tingkat tiga setelah porifera dan coelenterata.
Meskipun berada pada tingkat tiga, Platyhelminthes masih memiliki susunan struktur tubuh yang sederhana, walaupun masih terbilang kompleks jika dibandingkan dengan porifera dan coelenterata.
Istilah Platyhelminthes berasal dari platy yang artinya pipih dan helminthes yang berarti cacing. Ciri-ciri utama dari hewan dalam filum Platyhelminthes adalah tubuhnya berbentuk pipih dengan susunan tubuh yang simetri bilateral. Oleh sebab itu, Platyhelminthes disebut sebagai cacing pipih.
Kelompok hewan ini pada umumnya diklasifikasikan menjadi 3 kelompok, Turbellaria, Cestoda, dan Trematoda. Klasifikasi filum Platyhelminthes dibedakan berdasarkan struktur, bentuk, dan ciri-cirinya.
Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, Platyhelminthes memiliki peranan tersendiri dalam suatu lingkungan.
Dikutip dari buku Super Modul Biologi SMA Kelas X, XI dan XII karya Fitri Lianingsih & Sri Lestariningsih, berikut adalah peranan Platyhelminthes dalam lingkungan hidup.
1. Sebagai Parasit
Sebagian besar hewan Platyhelminthes adalah parasit yang bisa merugikan makhluk hidup lainnya. Kelas Cestoda dan Trematoda banyak didominasi oleh jenis cacing parasit.
Ada banyak hewan Platyhelminthes yang bersifat parasit. Pada umumnya, jenis hewan ini berhabitat di tubuh hewan dan manusia.
Adapun macam-macam hewan Platyhelminthes yang bersifat parasit adalah sebagai berikut:
Schistosoma mansoni (Blood Flukes), yaitu jenis cacing yang menyebabkan adanya gangguan skistosomiasis atau pendarahan pada saat mengeluarkan kotoran.
Schipistoma haematobium, yaitu jenis cacing parasit yang terdapat pada pembuluh darah yang bisa menimbulkan penyakit Schistosomiasis haematobium atau adanya pendarahan di urine.
Schistosoma japonicum, yaitu jenis parasit yang terdapat dalam perut manusia yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
Fasciola hepatica, yakni jenis parasit yang ada dalam organ hati yang bisa mengakibatkan munculnya penyakit fascioliasis.
Fasciolopsis buski, yaitu jenis cacing yang menjadi faktor penyebab adanya penyakit fasciolopsiasis.
Paragonimus westermani, yakni jenis cacing isap yang berhabitat di paru-paru yang bisa menimbulkan penyakit paragonimiasis.
Taenia saginata, yaitu jenis cacing pita dalam usus yang bisa menyebabkan munculnya Taeniasis saginata.
Diphyllobothrium latum, yakni jenis cacing yang kekurangan vitamin B12 dan anemia megaloblastik
Taenia solium, yaitu jenis parasit berhabitat pada tubuh babi yang mengakibatkan penyakit Taeniasis solium.
Dibothriocephalus, yakni jenis cacing yang banyak ditemukan pada ikan yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
Echinococcus granulosus, yakni jenis cacing yang banyak ditemukan pada tubuh anjing yang bisa menimbulkan penyakit Echinococcosis cystic.
Taenia taeniaeformis, yaitu jenis parasit yang menginfeksi kucing dan menyebabkan gangguan kesehatan.
2. Sebagai Hama
Dalam beberapa kasus di berbagai negara, beberapa cacing bersifat sebagai hama yang memangsa cacing tanah. Kondisi ini juga secara tidak langsung mempengaruhi sistem pertanian dan perkebunan.
3. Sebagai Pembasmi Hama
Di beberapa negara, jenis hewan Platyhelminthes, yaitu kelompok Planaria (Turbellaria) dimanfaatkan untuk membasmi hama, khususnya hama siput.
4. Sebagai Indikator Kualitas Air Bersih
Keberadaan hewan Planaria biasa dimanfaatkan untuk menjadi tolak ukur kualitas air bersih sebab hewan ini hanya mampu hidup di air yang belum sama sekali tercemar.
5. Sebagai Makanan Ikan
Cacing Planaria juga biasa dimanfaatkan sebagai makanan ikan-ikan tertentu dan banyak ditemukan di akuarium.
6. Sebagai Pengatur Dinamika Zooplankton
Dalam rantai makanan, sebagian besar cacing pipih berfungsi untuk mengatur dinamika populasi zooplankton di kolam. Jenis hewan ini juga berperan sebagai konsumen protozoa, rotifera, dan ganggang, dan membantu mengatur populasi organisme ini.
Itulah berbagai macam peranan Platyhelminthes dalam lingkungan hidup. Intinya adalah peranan Platyhelminthes sebagaian besar adalah parasit yang merugikan, tetapi jenis Platyhelminthes lainnya bisa dimanfaatkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
Baca Juga: Kingdom Protista: Pengertian dan Klasifikasi Kelompoknya
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa saja macam-macam Platyhelminthes yang bersifat parasit?

Apa saja macam-macam Platyhelminthes yang bersifat parasit?
Salah satunya adalah Schistosoma mansoni (Blood Flukes), yaitu jenis cacing yang menyebabkan adanya gangguan skistosomiasis atau pendarahan pada saat mengeluarkan kotoran.
Apa klasifikasi Platyhelminthes?

Apa klasifikasi Platyhelminthes?
Platyhelminthes terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas Turbellaria, kelas Trematoda, dan kelas Cestoda.
Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi dari filum Platyhelminthes?

Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi dari filum Platyhelminthes?
Hewan yang tergolong pada filum ini biasanya memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri hewan dalam filum Platyhelminthes adalah memiliki ujung posterior (ekor), permukaan ventral, dan permukaan dorsal.
