Konten dari Pengguna

60 Kata Kerja Bahasa Jawa Ngoko Lengkap dengan Contoh Kalimatnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kata Kerja Bahasa Jawa Ngoko. Unsplash/Joshua Hoehne
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kata Kerja Bahasa Jawa Ngoko. Unsplash/Joshua Hoehne

Kata kerja bahasa Jawa ngoko sering ditemui dalam komunikasi sehari-hari. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa untuk orang yang usia dan tingkat sosialnya setara, terutama dikalangan bawah, dan dari orang yang usianya lebih tua atau tingkat sosialnya lebih tinggi kepada yang lebih muda.

Berdasarkan buku Peran Bahasa Jawa dalam Pengjaran Bahasa Jawa, Sagita Febi Nila, dkk., (2022:57), bahasa Jawa ialah bahasa yang memiliki peran terhadap perkembangan bahasa Indonesia yakni sebagai bahasa nasional yang saat ini digunakan.

Sejalan dengan diangkatnya bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional, bahasa Jawa berperan sebagai simbol identitas daerah, simbol kebanggaan daerah, dan media penghubung keluarga Jawa, serta sarana kebudayaan Jawa.

Daftar isi

Pengertian Kata Kerja

Ilustrasi Kata Kerja Bahasa Jawa Ngoko. Unsplash/Mark Rasmuson

Sebelum membahas contoh kata kerja bahasa Jawa ngoko, ketahui pengertian kata kerja terlebih dahulu.

Berdasarkan buku yang berjudul Biblical Hebrew: An Introductory Syntax and Grammatical, Harianto GP, (2019:85), kata kerja (verb; verba) adalah suatu kata yang berfungsi untuk menjelaskan tentang suatu aktifitas atau suatu perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang.

Kata kerja adalah kata yang memiliki fungsi untuk menjelaskan dan menunjukkan suatu tindakan seseorang (subjek).

Sedangkan menurut buku yang berjudul Lancar Kuasai 16 Tenses Cara Mudah Paham 16 Tenses Tanpa Banyak Mikir, Mustika Putri, (2023:8), kata kerja merupakan jenis kata yang menerangkan tentang tindakan, pengalaman, suatu keberadaan atau penjelasan (pengertian) lainnya.

Kata kerja biasanya menduduki sebagai suatu predikat dalam susunan kalimat atau frasa.

Ciri-Ciri Kata Kerja

Kata kerja mempunyai beberapa ciri-ciri. Adapun ciri-ciri kata kerja berdasarkan buku yang berjudul Kajian Kebahasaan (Teori dan Analisis), Zherry Putri Yanti, M.Pd, (2024:58), adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki arti perbuatan, aktivitas, atau tindakan.

  2. Memiliki arti proses.

  3. Secara umum menggunakan imbuhan, seperti me-, di-, ter-, me-kan, di-kan, ber-an, memper, an, dan memper-i. Kata tersebut bisa diawali dengan kata yang menyatakan waktu, misalnya saja sedang. telah, akan, hampir, dan segera.

  4. Bisa diisi dengan memberi tambahan dengan + kata sifat sesudahnya. Misalnya saja "ia berjalan dengan lambat".

  5. Kata kerja kerap diikuti dengan kata serta atau keterangan.

  6. Bisa diberikan aspek waktu, seperti akan, sedang. dan telah. Misal: akan makan, akan sekolah.

  7. Bisa dilingkari dengan kata tidak. Misal: tidak minum, tidak belajar.

  8. Bisa diikuti oleh gabungan katadengan + KB/KS. Misal: Pergi dengan kakak, berlari dengan cepat.

Jenis-Jenis Kata Kerja

Kata kerja dapat dibedakan menjadi banyak jenis berdasarkan dari beberapa aspeknya.

1. Berdasarkan Bentuknya

Kata kerja berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi:

  1. Kata kerja dasar bebas, yaitu kata kerja dengan kata dasar bebas. Misalnya kata makan, mandi, tidur, pergi, dan lainnya.

  2. Kata kerja turunan, yaitu kata kerja yang telah mengalami pemajemukan. Misalnya adalah kata kehilangan, berpelukan, menari, makan-makan, cuci mata, dan sebagainya.

2. Berdasarkan Hubungan

Kata kerja berdasarkan hubungan dengan unsur lain dibagi menjadi:

  1. Kata kerja transitif, yaitu kata kerja yang memerlukan objek sebagai pelengkap. Contohnya adalah memasak sayur, membeli sepatu.

  2. Kata kerja intransitif, yaitu kata yang tidak perlu objek dan bisa dilengkapi keterangan lain selain objek. Misalnya pergi ke Solo, berbicara keras, adik menangis.

3. Berdasarkan Hubungan dengan Kata Benda

Kata kerja ini dibagi menjadi:

  1. Kata kerja aktif, yaitu kata kerja yang biasanya berawalan me-, ber-, atau tanpa awalan. Misalnya adalah menyanyi, menulis, berkata, tidur.

  2. Kata kerja pasif, yaitu kata kerja yang biasanya berawalan di-, atau ter-. Misalnya adalah ditinju, dilamar, dimakan, tersiksa, terkenal.

  3. Kata kerja anti aktif, yaitu kata kerja pasif yang tidak dapat diubah menjadi kata kerja aktif. Dalam hal ini subjek sebagai yang mengalami atau penderita. Misalnya tembus, kecopetan, kena pukul.

  4. Kata kerja anti pasif, yaitu kata kerja aktif yang tidak bisa menjadi kata kerja pasif. Misalnya bermain, belajar, bertanam.

4. Berdasarkan Hubungan antara Kata Benda Pendamping

Kata kerja jenis ini dibedakan menjadi:

  1. Kata kerja resiprokal, yaitu kata kerja yang menyatakan perbuatan oleh dua pihak berbalasan. Misalnya berkelahi, bersentuhan, saling memberi, tolong menolong.

  2. Kata kerja non resiprokal, yaitu kata kerja yang tidak menyatakan perbuatan oleh dua pihak dan tidak berbalasan. Misalnya menulis, memburu.

5. Berdasarkan Sudut Referensi Argumen

Jenis kata kerja ini dibagi menjadi:

  1. Kata kerja refleksif, yaitu kata kerja yang kedua referennya sama. Misalkan bercermin, berdandan, berjemur.

  2. Kata kerja non refleksif, yaitu kata kerja yang kedua argumennya mempunyai referen berlainan. Misalkan mengantuk, menangis, bekerja.

Kata Kerja Bahasa Jawa Ngoko dan Contoh Kalimat

Ilustrasi Kata Kerja Bahasa Jawa Ngoko. Unsplash/Rawan Yasser

Inilah kumpulan kata kerja bahasa Jawa ngoko lengkap dengan contoh kalimatnya yang bisa dijadikan sebagai referensi percakapan:

  1. Mangan / Nedha / Dhahar artinya: Makan

  2. Ngombe / Nginum / Ngunjuk artinya: Minum

  3. Adus / Siram artinya: Mandi

  4. Aweh / Nyukani / Maringi artinya: Memberi

  5. Buwang / Bucal /Kendhang artinya: Membuang

  6. Caturan / Wicanten / Ngendikan artinya: Ngobrol

  7. Deleng / Ningali / Mirsani artinya: Melihat

  8. Dolan / Ameng-Ameng artinya: Bermain

  9. Mlampah artinya: Jalan

  10. Dulang / Ndulang / Ndahari artinya: Menyuapi

  11. Enteni / Entosi / Rantosi artinya: Menunggu

  12. Epek / Jupuk / Pendhet / Pundhut artinya: Mengambil

  13. Gawa / Bekta / Ngasta artinya: Membawa

  14. Gawe / Damel artinya: Membuat

  15. Tukar / Tukaran / Geger artinya: Bertengkar

  16. Golek / Pados artinya: Mencari

  17. Gunem / Gineman / Ngendika artinya: Berbicara

  18. Guyu / Gujeng artinya: Tertawa

  19. Inep / Nyipeng / Nyare artinya: Menginap

  20. Iring / Ngiring / Nderekake artinya: Mengiringi

  21. Ngancani / Mbarengi artinya: Menemani

  22. Jaluk / Nedhi / Nyuwun / Mundhut artinya: Meminta

  23. Jaga / Jagi / Reksa artinya: Menjaga

  24. Joget / Beksa artinya: Menari

  25. Kandha / Sanjang / Ngendika artinya: Memberitahu

  26. Kongkon / Kengken / Utus / Dhawuh artinya: Menyuruh

  27. Kramas / James artinya: Keramas

  28. Krungu / Kepireng / Midhanget artinya: Mendengar

  29. Lali / Supe / Kalimengan artinya: Lupa

  30. Mlaku / Mlampah artinya: Berjalan

  31. Liwat / Langkung artinya: Lewat

  32. Lungguh / Lenggah / Pinarak artinya: Duduk

  33. Moco / Maos artinya: Membaca

  34. Mambu / Mambet / Nggada artinya: Membau

  35. Manak / Nglairaken / Mbabarno artinya: Melahirkan

  36. Mangkat / Bidhal / Tindhak artinya: Pergi

  37. Mikir / Manah / Nggalih artinya: Berpikir

  38. Mudhun / Mandhap artinya: Turun

  39. Mulih / Mantuk / Kundur artinya: Pulang

  40. Nangis / Mular / Muwun artinya: Menangis

  41. Nandur / Nanem / Nenem artinya: Menanam

  42. Nunggang / Numpak / Nitih artinya: Naik (Kendaraan)

  43. Ngamuki / Nepsoni / Ndukani artinya: Memarahi

  44. Ngadeg / Jumeneng artinya: Berdiri

  45. Nganggo / Ndamel / Ngagem artinya: Memakai

  46. Ngising / Bebanyu / Bobotan artinya: Buang Air Besar

  47. Ngirim / Ngintun artinya: Mengirim

  48. Nyambut artinya: Bekerja

  49. Nyekel / Nyepeng / Ngasta artinya: Memegang

  50. Nyilih / Nyambut / Ngampil artinya: Meminjam

  51. Raup / Suryan artinya: Cuci Muka

  52. Nyalin / Ngganti artinya: Mengganti

  53. Takon / Taken / Ndangu artinya: Bertanya

  54. Tangi / Wungu artinya: Bangun

  55. Dugi / Dhateng / Rawuh artinya: Datang

  56. Turu / Tilem / Sare artinya: Tidur

  57. Tuku / Tumbas / Mundhut artinya: Membeli

  58. Undang / Ngundang / Ngatur artinya: Mengundang

  59. Wisuh / Wijik artinya: Cuci Tangan

  60. Wutah / Lutah artinya: Muntah

Contoh Kalimat

  1. Bapak badhe tindhak menyang solo nitih sepur dinten Senin mbenjang.

    Ayah akan pergi ke solo naik kereta api hari Senin besok.

  2. Ibu maos majalah ing kamar ngarep.

    Ibu membaca majalah di kamar depan.

  3. Siti lagi nandur kembang matahari ing latar mburi.

    Siti sedang menanam bunga matahari di halaman belakang.

  4. Kulo arep ngirim surat teng kantor pos.

    Saya mau mengirim surat ke kantor pos.

  5. Nilam mangan sego goreng iwak endog.

    Nilam makan nasi goreng lauk telor.

  6. Ibu mundhut sayuran dhateng peken wau enjing.

    Ibu beli sayur mayur di pasar pagi tadi.

  7. Pakdhe dugi mbetha oleh-oleh ingkan kathah.

    Pakde datang membawa oleh-oleh yang banyak.

  8. Sawise moleh tekan dolan, adhiku adus lan kramas nganthi awake resik.

    Sepulang dari bermain, adikku mandi dan keramas hingga badannya bersih.

  9. Aku ngrewangi ibu masak soto ing pawon.

    Aku membantu ibu masak soto di dapur.

  10. Saben dina minggu isuk, aku lan kanca-kancaku mlaku-mlaku ing area car free ing cedak stadion kota.

    Setiap hari Minggu pagi, aku dan teman-temanku jalan-jalan di area car free day di dekat stadion kota.

Demikian kumpulan kata kerja bahasa Jawa ngoko lengkap dengan contoh kalimatnya yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk percakapan sehari-hari. (Adm)

Baca juga: Bahasa Jawa Halus: Aturan Penggunaan dan Contoh Kalimatnya