60 Kata Kerja Bahasa Jawa Ngoko Lengkap dengan Contoh Kalimatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata kerja bahasa Jawa ngoko sering ditemui dalam komunikasi sehari-hari. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa untuk orang yang usia dan tingkat sosialnya setara, terutama dikalangan bawah, dan dari orang yang usianya lebih tua atau tingkat sosialnya lebih tinggi kepada yang lebih muda.
Berdasarkan buku Peran Bahasa Jawa dalam Pengjaran Bahasa Jawa, Sagita Febi Nila, dkk., (2022:57), bahasa Jawa ialah bahasa yang memiliki peran terhadap perkembangan bahasa Indonesia yakni sebagai bahasa nasional yang saat ini digunakan.
Sejalan dengan diangkatnya bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional, bahasa Jawa berperan sebagai simbol identitas daerah, simbol kebanggaan daerah, dan media penghubung keluarga Jawa, serta sarana kebudayaan Jawa.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Kata Kerja
Sebelum membahas contoh kata kerja bahasa Jawa ngoko, ketahui pengertian kata kerja terlebih dahulu.
Berdasarkan buku yang berjudul Biblical Hebrew: An Introductory Syntax and Grammatical, Harianto GP, (2019:85), kata kerja (verb; verba) adalah suatu kata yang berfungsi untuk menjelaskan tentang suatu aktifitas atau suatu perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang.
Kata kerja adalah kata yang memiliki fungsi untuk menjelaskan dan menunjukkan suatu tindakan seseorang (subjek).
Sedangkan menurut buku yang berjudul Lancar Kuasai 16 Tenses Cara Mudah Paham 16 Tenses Tanpa Banyak Mikir, Mustika Putri, (2023:8), kata kerja merupakan jenis kata yang menerangkan tentang tindakan, pengalaman, suatu keberadaan atau penjelasan (pengertian) lainnya.
Kata kerja biasanya menduduki sebagai suatu predikat dalam susunan kalimat atau frasa.
Ciri-Ciri Kata Kerja
Kata kerja mempunyai beberapa ciri-ciri. Adapun ciri-ciri kata kerja berdasarkan buku yang berjudul Kajian Kebahasaan (Teori dan Analisis), Zherry Putri Yanti, M.Pd, (2024:58), adalah sebagai berikut:
Memiliki arti perbuatan, aktivitas, atau tindakan.
Memiliki arti proses.
Secara umum menggunakan imbuhan, seperti me-, di-, ter-, me-kan, di-kan, ber-an, memper, an, dan memper-i. Kata tersebut bisa diawali dengan kata yang menyatakan waktu, misalnya saja sedang. telah, akan, hampir, dan segera.
Bisa diisi dengan memberi tambahan dengan + kata sifat sesudahnya. Misalnya saja "ia berjalan dengan lambat".
Kata kerja kerap diikuti dengan kata serta atau keterangan.
Bisa diberikan aspek waktu, seperti akan, sedang. dan telah. Misal: akan makan, akan sekolah.
Bisa dilingkari dengan kata tidak. Misal: tidak minum, tidak belajar.
Bisa diikuti oleh gabungan katadengan + KB/KS. Misal: Pergi dengan kakak, berlari dengan cepat.
Jenis-Jenis Kata Kerja
Kata kerja dapat dibedakan menjadi banyak jenis berdasarkan dari beberapa aspeknya.
1. Berdasarkan Bentuknya
Kata kerja berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi:
Kata kerja dasar bebas, yaitu kata kerja dengan kata dasar bebas. Misalnya kata makan, mandi, tidur, pergi, dan lainnya.
Kata kerja turunan, yaitu kata kerja yang telah mengalami pemajemukan. Misalnya adalah kata kehilangan, berpelukan, menari, makan-makan, cuci mata, dan sebagainya.
2. Berdasarkan Hubungan
Kata kerja berdasarkan hubungan dengan unsur lain dibagi menjadi:
Kata kerja transitif, yaitu kata kerja yang memerlukan objek sebagai pelengkap. Contohnya adalah memasak sayur, membeli sepatu.
Kata kerja intransitif, yaitu kata yang tidak perlu objek dan bisa dilengkapi keterangan lain selain objek. Misalnya pergi ke Solo, berbicara keras, adik menangis.
3. Berdasarkan Hubungan dengan Kata Benda
Kata kerja ini dibagi menjadi:
Kata kerja aktif, yaitu kata kerja yang biasanya berawalan me-, ber-, atau tanpa awalan. Misalnya adalah menyanyi, menulis, berkata, tidur.
Kata kerja pasif, yaitu kata kerja yang biasanya berawalan di-, atau ter-. Misalnya adalah ditinju, dilamar, dimakan, tersiksa, terkenal.
Kata kerja anti aktif, yaitu kata kerja pasif yang tidak dapat diubah menjadi kata kerja aktif. Dalam hal ini subjek sebagai yang mengalami atau penderita. Misalnya tembus, kecopetan, kena pukul.
Kata kerja anti pasif, yaitu kata kerja aktif yang tidak bisa menjadi kata kerja pasif. Misalnya bermain, belajar, bertanam.
4. Berdasarkan Hubungan antara Kata Benda Pendamping
Kata kerja jenis ini dibedakan menjadi:
Kata kerja resiprokal, yaitu kata kerja yang menyatakan perbuatan oleh dua pihak berbalasan. Misalnya berkelahi, bersentuhan, saling memberi, tolong menolong.
Kata kerja non resiprokal, yaitu kata kerja yang tidak menyatakan perbuatan oleh dua pihak dan tidak berbalasan. Misalnya menulis, memburu.
5. Berdasarkan Sudut Referensi Argumen
Jenis kata kerja ini dibagi menjadi:
Kata kerja refleksif, yaitu kata kerja yang kedua referennya sama. Misalkan bercermin, berdandan, berjemur.
Kata kerja non refleksif, yaitu kata kerja yang kedua argumennya mempunyai referen berlainan. Misalkan mengantuk, menangis, bekerja.
Kata Kerja Bahasa Jawa Ngoko dan Contoh Kalimat
Inilah kumpulan kata kerja bahasa Jawa ngoko lengkap dengan contoh kalimatnya yang bisa dijadikan sebagai referensi percakapan:
Mangan / Nedha / Dhahar artinya: Makan
Ngombe / Nginum / Ngunjuk artinya: Minum
Adus / Siram artinya: Mandi
Aweh / Nyukani / Maringi artinya: Memberi
Buwang / Bucal /Kendhang artinya: Membuang
Caturan / Wicanten / Ngendikan artinya: Ngobrol
Deleng / Ningali / Mirsani artinya: Melihat
Dolan / Ameng-Ameng artinya: Bermain
Mlampah artinya: Jalan
Dulang / Ndulang / Ndahari artinya: Menyuapi
Enteni / Entosi / Rantosi artinya: Menunggu
Epek / Jupuk / Pendhet / Pundhut artinya: Mengambil
Gawa / Bekta / Ngasta artinya: Membawa
Gawe / Damel artinya: Membuat
Tukar / Tukaran / Geger artinya: Bertengkar
Golek / Pados artinya: Mencari
Gunem / Gineman / Ngendika artinya: Berbicara
Guyu / Gujeng artinya: Tertawa
Inep / Nyipeng / Nyare artinya: Menginap
Iring / Ngiring / Nderekake artinya: Mengiringi
Ngancani / Mbarengi artinya: Menemani
Jaluk / Nedhi / Nyuwun / Mundhut artinya: Meminta
Jaga / Jagi / Reksa artinya: Menjaga
Joget / Beksa artinya: Menari
Kandha / Sanjang / Ngendika artinya: Memberitahu
Kongkon / Kengken / Utus / Dhawuh artinya: Menyuruh
Kramas / James artinya: Keramas
Krungu / Kepireng / Midhanget artinya: Mendengar
Lali / Supe / Kalimengan artinya: Lupa
Mlaku / Mlampah artinya: Berjalan
Liwat / Langkung artinya: Lewat
Lungguh / Lenggah / Pinarak artinya: Duduk
Moco / Maos artinya: Membaca
Mambu / Mambet / Nggada artinya: Membau
Manak / Nglairaken / Mbabarno artinya: Melahirkan
Mangkat / Bidhal / Tindhak artinya: Pergi
Mikir / Manah / Nggalih artinya: Berpikir
Mudhun / Mandhap artinya: Turun
Mulih / Mantuk / Kundur artinya: Pulang
Nangis / Mular / Muwun artinya: Menangis
Nandur / Nanem / Nenem artinya: Menanam
Nunggang / Numpak / Nitih artinya: Naik (Kendaraan)
Ngamuki / Nepsoni / Ndukani artinya: Memarahi
Ngadeg / Jumeneng artinya: Berdiri
Nganggo / Ndamel / Ngagem artinya: Memakai
Ngising / Bebanyu / Bobotan artinya: Buang Air Besar
Ngirim / Ngintun artinya: Mengirim
Nyambut artinya: Bekerja
Nyekel / Nyepeng / Ngasta artinya: Memegang
Nyilih / Nyambut / Ngampil artinya: Meminjam
Raup / Suryan artinya: Cuci Muka
Nyalin / Ngganti artinya: Mengganti
Takon / Taken / Ndangu artinya: Bertanya
Tangi / Wungu artinya: Bangun
Dugi / Dhateng / Rawuh artinya: Datang
Turu / Tilem / Sare artinya: Tidur
Tuku / Tumbas / Mundhut artinya: Membeli
Undang / Ngundang / Ngatur artinya: Mengundang
Wisuh / Wijik artinya: Cuci Tangan
Wutah / Lutah artinya: Muntah
Contoh Kalimat
Bapak badhe tindhak menyang solo nitih sepur dinten Senin mbenjang.
Ayah akan pergi ke solo naik kereta api hari Senin besok.
Ibu maos majalah ing kamar ngarep.
Ibu membaca majalah di kamar depan.
Siti lagi nandur kembang matahari ing latar mburi.
Siti sedang menanam bunga matahari di halaman belakang.
Kulo arep ngirim surat teng kantor pos.
Saya mau mengirim surat ke kantor pos.
Nilam mangan sego goreng iwak endog.
Nilam makan nasi goreng lauk telor.
Ibu mundhut sayuran dhateng peken wau enjing.
Ibu beli sayur mayur di pasar pagi tadi.
Pakdhe dugi mbetha oleh-oleh ingkan kathah.
Pakde datang membawa oleh-oleh yang banyak.
Sawise moleh tekan dolan, adhiku adus lan kramas nganthi awake resik.
Sepulang dari bermain, adikku mandi dan keramas hingga badannya bersih.
Aku ngrewangi ibu masak soto ing pawon.
Aku membantu ibu masak soto di dapur.
Saben dina minggu isuk, aku lan kanca-kancaku mlaku-mlaku ing area car free ing cedak stadion kota.
Setiap hari Minggu pagi, aku dan teman-temanku jalan-jalan di area car free day di dekat stadion kota.
Demikian kumpulan kata kerja bahasa Jawa ngoko lengkap dengan contoh kalimatnya yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk percakapan sehari-hari. (Adm)
Baca juga: Bahasa Jawa Halus: Aturan Penggunaan dan Contoh Kalimatnya
