Konten dari Pengguna

65 Pantun Pembuka Ceramah Lucu untuk Mencairkan Suasana

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun Pembuka Ceramah Lucu. Foto: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Pantun Pembuka Ceramah Lucu. Foto: Pexels/Pixabay

Dalam berceramah, pantun pembuka ceramah lucu digunakan untuk mencairkan suasana dan menarik perhatian jemaah agar lebih fokus dalam mendengarkan isi ceramah. Pantun ini dapat membuat ceramah terasa lebih akrab, menyenangkan, dan mudah diterima oleh audiens.

Mengutip dari Jurnal Sosial Budaya, Tuti Andriani, (2012:195), pengertian pantun merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan moral yang tinggi.

Daftar isi

Pantun Pembuka Ceramah Lucu

Pantun Pembuka Ceramah Lucu. Foto: Pexels/Tirachard Kumtanom

Berikut adalah contoh pantun pembuka ceramah lucu untuk mencairkan suasana.

1. Pantun tentang Kehadiran Jamaah

  1. Pergi ke pasar beli ikan, Jangan lupa bawa keranjang. Jamaah hadir penuh senyuman, Semoga semua hati senang.

  2. Ke warung beli ceri, Beli juga buah pisang. Wajah cerah tampil berseri-seri, Mari dengarkan ceramah dengan riang.

  3. Ke sawah memetik padi, Pakai topi dan pakai alas. Wajah ceria sangat abadi, Mendengar ceramah dengan ikhlas.

  4. Ke pantai beli topi, Jangan lupa beli lukisan. Jamaah duduk tertib rapi, Semoga ilmunya berkesan.

  5. Buah duku buah pisang, Dimakan enak di tepi rumah. Senyum dulu biar senang, Jangan lupa dengerin ceramah.

2. Pantun tentang Ilmu dan Ibadah

  1. Ke kebun mencari bahan pangan hewani, Sambil melihat tumbuhan benalu. Jangan hanya diam di sini, Ilmu didengar, diamalkan selalu.

  2. Ke sungai menangkap ikan, Ikannya dibawa pulang ke rumah. Selamat siang para jamaah sekalian, Mari dengarkan saya ceramah.

  3. Minum kopi di waktu yang pagi, Sambil duduk dengan petani. Kalau ilmu tak diamalkan lagi, Tak akan ada nikmatnya ceramah hari ini.

  4. Ke pasar beli kacang garuda, Jangan lupa beli alpukat. Ibadah itu jangan ditunda, Sebelum ajal datang mendekat.

  5. Ke hutan membawa kompor tungku, Tiba-tiba ketemu serigala. Jangan malas membaca buku, Ilmu bertambah dan juga pahala.

3. Pantun tentang Humor Sehari-hari

  1. Ke ladang sambil bermain catur, Pulangnya makan bubur ketan. Ceramah ini jangan melantur, Semoga tak bikin ngantukan.

  2. Ke toko beli jaket pasangan, Jaket barunya warna biru. Kalau ceramahnya kepanjangan, Jangan khawatir, saya tahu waktu.

  3. Jalan-jalan ke Kota Medan, Pulangnya bawa durian. Kalau ceramah saya kepanjangan, Kasih kode dengan kedipan.

  4. Bawa cangkul pergi ke sawah, Ketemu bebek main lumpur. Jangan tidur waktu ceramah, Nanti hujannya mengguyur.

  5. Ke dapur membuat es durian, Tambah gula biar manis. Kalau ada yang ketiduran, Saya bangunin pakai senyuman manis.

4. Pantun tentang Kesabaran dan Akhlak

  1. Ke pasar beli sepatu, Dipakai jalan ke kota tua. Sabar itu kunci nomor satu, Agar hidup bahagia dan ceria.

  2. Ambil air di dalam tempayan, Taruh di gelas lalu dibawa ke rumah. Akhlak baik jadi pegangan, Supaya hidup penuh berkah.

  3. Ke sawah mencari bebek, Bebek lari ke tengah rawa. Kalau hati sudah jelek, Hidup tidak bahagia dan sering kecewa.

  4. Pergi ke ladang mencari papan, Tiba-tiba bertemu rusa. Marilah kita selalu sopan, Supaya hidup penuh bahagia.

  5. Ke kebun mencari buah, Dapat pisang dapat pepaya. Hati bersih tanpa amarah, Hidup damai, tentram selamanya.

5. Pantun tentang Kebersamaan

  1. Ke pasar beli koper mini, Sekalian beli kain sutra. Mari dengarkan ceramah ini, Biar hati makin sejahtera.

  2. Ke pantai naik perahu, Melihat ombak datang berdua. Mari kita bersatu padu, Hidup damai penuh cinta.

  3. Jalan-jalan ke Kota Tua, Makan siang di rumah makan. Kalau ada salah kata, Mohon maaf sebelum ceramah berjalan.

  4. Ke kebun memetik buah pisang, Ada mangga dan pepaya. Duduklah dengan hati lapang, Agar ilmu masuk ke dada.

  5. Ambil bambu buat kandang, Jangan lupa pasang pintunya. Duduk tenang sambil senang, Biar ceramah makin terasa.

6. Pantun tentang Motivasi

  1. Ke sekolah naik sepeda, Sepedanya roda dua. Mari kita rajin ibadah, Agar hidup penuh berkah.

  2. Ke warung beli lontong, Lontong dimakan pakai tahu. Ilmu mengajarkan kita tolong menolong, Selalu diamalkan setiap waktu.

  3. Ke sawah tanam padi, Padi tumbuh tinggi menjulang. Jangan ragu untuk berbagi, Hidup jadi lebih tenang.

  4. Ambil air di dalam kendi, Airnya bening sejuk rasanya. Berbuat baik jangan iri hati, Selagi hidup, kumpulkan pahalanya.

  5. Ke pasar beli duku, Pulangnya beli rambutan. Kalau hidup tak mau maju, Berarti kurang usaha dan kesabaran.

7. Pantun tentang Kebaikan

  1. Ke kebun ambil kelapa, Kelapanya jatuh di parit. Kalau mau hidup bahagia, Jangan sampai ikut kredit.

  2. Ambil bambu buat pagar, Pagar rapi di depan rumah. Saling tolong jadi pagar, Untuk hidup yang lebih berkah.

  3. Ke hutan mencari kayu, Kayunya jatuh kena kepala. Jangan ragu berbuat baik dulu, Pasti hidup jadi bahagia.

  4. Ke sungai naik perahu, Perahu kecil berisi ikan. Kalau hati damai selalu, Semua masalah mudah terselesaikan.

  5. Ke pantai membawa jala, Dapat ikan besar-besar. Berbuat baik sepanjang masa, Agar hidup rezekinya selalu mekar.

8. Pantun tentang Humor Penutup

  1. Ke pasar beli pepaya, Pulangnya bawa semangka. Kalau ceramah saya terlalu lama, Jangan khawatir, sebentar saja.

  2. Ke toko beli kain jahit, Kainnya berwarna biru. Kalau ada yang ngantuk sedikit, Nanti saya tegur dahulu.

  3. Ke kebun panen duku, Dukunya manis rasanya. Jangan khawatir soal waktu, Ceramah ini pasti ada hikmahnya.

  4. Ke sawah naik gunung, Menikmati pemandangan indah. Kalau ada yang tersinggung, Jangan lupa senyum ramah.

  5. Ke pasar beli kain batik, Sekalian beli sarung juga. Kalau ceramah ini asyik, Jangan lupa tepuk tangan juga!

9. Pantun tentang Semangat Mendengar Ceramah

  1. Ke warung beli jajan kembang goyang, Ketannya enak dimakan siang. Duduk rapi dan tenang, Mari dengarkan dengan senang.

  2. Ke sawah menanam padi, Tidak lupa menyiramnya. Ilmu itu bagaikan api, Jika diamalkan makin menyala.

  3. Pergi ke hutan cari kayu, Kayunya besar berat rasanya. Jangan malas mencari ilmu, Agar hidup penuh makna.

  4. Ke dapur bikin bekal, Bekalnya manis pakai gula. Duduk manis jangan nakal, Biar ilmu masuk ke kepala.

  5. Ke sekolah naik sepeda, Sepedanya warna merah. Kalau ceramah bikin bahagia, Pasti semua makin cerah.

10. Pantun tentang Humor Jamaah

  1. Jalan-jalan ke Kota Nganjuk, Lihat gedung peninggalan tua. Kalau nanti ada yang ngantuk, Saya tepuk pelan di bahunya.

  2. Ke pasar beli jajan, Sekalian beli durian sebiji. Kalau ceramahnya kelamaan, Nanti ibu-ibu jadi gosip lagi.

  3. Beli ayam di pasar pagi, Ayamnya gemuk besar sekali. Kalau ceramah ini bikin rugi, Jangan sampai datang kembali.

  4. Pergi ke pantai bawa topi, Minum kelapa saat haus dahaga. Kalau ceramahnya asyik sekali, Jangan tidur sampai ngorok ya!

  5. Ke hutan banyak hewan gigit, Sambil lompat di dahan jati. Kalau ada yang bosan sedikit, Saya kasih pantun lagi nanti.

11. Pantun tentang Kesabaran dan Akhlak

  1. Ke kebun ambil rambutan, Rambutannya manis rasanya. Sabar itu kunci yang diharapkan, Agar hati tenang selamanya.

  2. Ke pasar beli kain lama, Kainnya lembut warna biru. Sopan santun jangan lupa, Biar hidup makin maju.

  3. Ke sawah lihat belut, Belutnya lincah susah dipegang. Kalau hati masih kalut, Dengar ceramah biar tenang.

  4. Panen jagung ke sawah, Jagung manis enak rasanya. Jangan suka marah-marah, Nanti tua cepat keriput mukanya.

  5. Ke warung beli udang, Beli juga ikan tenggiri. Kalau hati sudah tenang, Hidup jadi lebih berseri.

12. Pantun tentang Ibadah dan Keikhlasan

  1. Ke sungai mencari udang, Dapatnya ikan besar sekali. Kalau ibadah kita kencang, Pahala datang berkali-kali.

  2. Ke hutan ambil rotan, Rotannya panjang dipotong rapi. Ikhlaslah dalam setiap perbuatan, Biar hidup penuh arti.

  3. Ke pasar beli roti srikaya, Rotinya dimakan dengan keju. Kalau mau masuk surga, Perbanyak ibadah dan ilmu.

  4. Ke danau naik perahu mewah, Perahunya kecil warna merah. Jangan sampai lalai ibadah, Agar hidup tak gelisah.

  5. Ke rumah nenek bawa buah tangan, Kue bolu buatan ibu. Kalau hidup ingin bahagia dan berkesan, Dekatkan diri pada Allah selalu.

13. Pantun tentang Kebaikan dan Kehidupan

  1. Ke pantai lihat ombak, Ombaknya besar memecah batu. Orang baik pasti dikenang orang banyak, Sampai ajal menjemputmu.

  2. Ke pasar beli tomat, Tomatnya merah manis rasanya. Jangan ragu berbuat baik dan hormat, Agar hidup penuh pahala.

  3. Ke kebun ambil mangga, Mangganya ranum jatuh sendiri. Hidup ini tak selamanya, Mari berbuat baik setiap hari.

  4. Ke hutan lihat gajah, Gajah besar belalainya panjang. Jangan suka marah-marah, Lebih baik kita tersenyum senang.

  5. Ke sawah menanam padi, Padinya tumbuh hijau sekali. Rajin sedekah jangan sedih, Rezeki datang berkali-kali.

Menggunakan pantun pembuka ceramah lucu bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga cara efektif untuk membangun kedekatan dengan jamaah dan menyampaikan pesan dengan lebih menarik sehingga ceramah dapat lebih hidup. (Dista)

Baca Juga: 22 Contoh Pantun 2 Bait dalam Berbagai Tema yang Menarik