Konten dari Pengguna

7 Bencana Nasional yang Pernah Terjadi di Indonesia dan Dampaknya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bencana nasional yang pernah terjadi di Indonesia. Foto: Unsplash.com/Sadiq Nafee
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bencana nasional yang pernah terjadi di Indonesia. Foto: Unsplash.com/Sadiq Nafee

Bencana nasional yang pernah terjadi di Indonesia menjadi catatan penting perjalanan bangsa dalam menghadapi ancaman alam berskala besar.

Kondisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan lempeng tektonik meningkatkan potensi bencana berskala besar.

Peristiwa-peristiwa tersebut membentuk kesadaran kolektif tentang kerentanan geografis wilayah kepulauan aktif tektonik.

Bencana Nasional yang Pernah Terjadi di Indonesia

Ilustrasi bencana nasional yang pernah terjadi di Indonesia. Foto: Unsplash.com/Jose Antonio Gallego Vázquez

Dikutip dari bpbd.bogorkab.go.id, berikut adalah bencana nasional yang pernah terjadi di Indonesia yang tercatat memiliki dampak luas lintas wilayah dan generasi.

1. Letusan Gunung Merapi Tahun 1930 dan 2010

Letusan Gunung Merapi tahun 1930 tercatat sebagai erupsi paling mematikan sepanjang sejarah aktivitas gunung tersebut. Awan panas meluncur sejauh dua puluh kilometer ke arah barat dan menghancurkan dua puluh tiga desa dalam waktu singkat.

Sebanyak 1.369 penduduk meninggal dunia akibat terjangan awan panas dan runtuhan material vulkanik. Delapan puluh tahun kemudian, erupsi besar kembali terjadi pada 5 November 2010 dengan karakter letusan eksplosif.

Debu vulkanik menyelimuti Yogyakarta hingga wilayah Jawa Barat dan mengganggu aktivitas penerbangan nasional. Sebanyak 275 korban jiwa tercatat, termasuk juru kunci Merapi Mbah Maridjan yang ditemukan meninggal di rumahnya.

Peristiwa ini mendapat sorotan luas dari media internasional karena besarnya dampak sosial dan kemanusiaan.

2. Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi Palu Donggala Tahun 2018

Pada 28 September 2018, wilayah Palu dan Donggala diguncang gempa berkekuatan 7,4 magnitudo dengan kedalaman dangkal. Pusat gempa berada di daratan sehingga menghasilkan guncangan kuat yang merusak bangunan secara masif.

Lima menit setelah gempa, peringatan tsunami dikeluarkan namun gelombang setinggi enam meter telah mencapai Kota Palu. Selain tsunami, fenomena likuifaksi menyebabkan tanah melarut dan menyeret rumah, kendaraan, serta infrastruktur.

Beberapa kawasan seperti Petobo dan Balaroa berubah menjadi hamparan lumpur bergerak yang menelan permukiman. Jumlah korban meninggal tercatat mencapai 2.045 jiwa menurut laporan lembaga internasional.

Bencana ini mendorong bantuan global dan evaluasi menyeluruh sistem mitigasi bencana nasional.

3. Gempa Bumi Sumatera Barat Tahun 2009

Gempa Sumatera Barat terjadi pada 30 September 2009 dengan kekuatan 7,6 magnitudo di lepas pantai barat Padang. Guncangan kuat berlangsung singkat namun menghancurkan bangunan bertingkat dan rumah penduduk secara luas.

Wilayah terdampak mencakup Padang, Pariaman, Bukittinggi, Agam, hingga Pasaman Barat. Sebanyak 1.115 korban jiwa tercatat meninggal dan ribuan lainnya mengalami luka-luka serius.

Lebih dari 279.000 bangunan mengalami kerusakan dengan tingkat kehancuran beragam. Dampak gempa terasa hingga Malaysia dan Singapura, menandakan kekuatan seismik sangat besar.

Bantuan internasional mengalir dari berbagai negara sebagai respons kemanusiaan darurat.

4. Letusan Supervulkan Gunung Toba sekitar 74.000 Tahun Lalu

Letusan Gunung Toba merupakan peristiwa vulkanik terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah bumi. Letusan ini memuntahkan sekitar 2.800 kilometer kubik material vulkanik ke atmosfer global.

Abu vulkanik menutupi langit bumi selama bertahun-tahun dan menyebabkan penurunan suhu ekstrem. Perubahan iklim global tersebut diyakini memicu penyusutan populasi manusia purba secara drastis.

Hanya sekitar lima hingga sepuluh ribu manusia diperkirakan mampu bertahan hidup saat itu. Danau Toba yang terbentuk menjadi bukti geologis dahsyatnya peristiwa purba tersebut.

5. Gempa Bumi Yogyakarta Tahun 2006

Gempa Yogyakarta terjadi pada 27 Mei 2006 pukul 05.53 pagi saat banyak penduduk masih tertidur. Guncangan berkekuatan 5,9 magnitudo meruntuhkan rumah-rumah tradisional dan bangunan permanen.

Lebih dari 5.800 orang meninggal dunia dan sekitar 20.000 lainnya mengalami luka-luka. Kerusakan meluas pada infrastruktur publik termasuk sekolah, rumah sakit, dan jalan utama.

Candi Prambanan mengalami kerusakan struktural yang membutuhkan pemugaran jangka panjang. Peristiwa ini mendorong peningkatan mitigasi bencana nasional dan lahirnya Deklarasi Yogya.

6. Tsunami Flores Tahun 1992

Tsunami Flores dipicu gempa laut berkekuatan 6,8 magnitudo pada 12 Desember 1992. Gelombang tsunami setinggi tiga puluh meter menghantam pesisir Maumere dan wilayah sekitarnya.

Tsunami berlangsung selama lima belas menit dan meluluhlantahkan kawasan pesisir padat penduduk. Lebih dari 3.000 korban jiwa tercatat meninggal dan ratusan lainnya dinyatakan hilang.

Sebanyak 18.000 rumah, ratusan sekolah, dan tempat ibadah mengalami kehancuran total. Peristiwa ini menjadi dasar penting penelitian tsunami oleh peneliti internasional.

7. Gempa dan Tsunami Aceh Tahun 2004

Gempa Aceh terjadi pada 26 Desember 2004 dengan kekuatan 9,1 magnitudo di Samudra Hindia. Gempa tektonik tersebut memicu tsunami raksasa setinggi hingga tiga puluh meter.

Wilayah Banda Aceh mengalami kehancuran hampir total dalam hitungan menit. Sebanyak 169.000 korban jiwa tercatat meninggal di Indonesia menurut data Bank Dunia.

Sementara itu, total korban di berbagai negara mencapai sekitar 230.000 jiwa. Peristiwa ini menjadi titik balik pengembangan sistem peringatan dini tsunami regional.

Bencana nasional yang pernah terjadi di Indonesia menjadi pengingat kuat akan pentingnya kesiapsiagaan berkelanjutan.

Pemahaman sejarah kebencanaan mampu memperkuat ketahanan sosial menghadapi risiko alam di masa depan. (Khoirul)

Baca Juga: Jadwal Operasi Lilin 2025 untuk Pengamanan Nataru di Indonesia