Konten dari Pengguna

7 Puisi tentang Maulid Nabi untuk Anak SD yang Penuh Makna

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak-anak SD yang sedang merayakan Maulid Nabi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak-anak SD yang sedang merayakan Maulid Nabi. Foto: Pexels

Saat ini, banyak murid yang mencari puisi tentang Maulid Nabi untuk anak SD sebagai bahan referensi. Dalam rangka menyambut Maulid Nabi, biasanya guru-guru SD di Indonesia memberikan tugas kepada para murid untuk membuat puisi.

Maulid Nabi merupakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriah.

Mengutip buku Kisah Nabi Muhammad SAW oleh Ajen Dianawati, Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Makkah pada tahun Gajah. Sebab, kelahiran beliau bertepatan dua bulan setelah pasukan gajah menyerang Makkah.

Hingga kini, hampir seluruh Muslim di dunia memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad. Namun, masing-masing orang umumnya memiliki cara yang berbeda dalam memperingati hari kelahiran Nabi.

Tidak terkecuali untuk anak-anak Muslim yang masih duduk di bangku SD. Artikel ini akan membahas tentang puisi Maulid Nabi yang bisa dijadikan referensi.

Puisi tentang Maulid Nabi untuk Anak SD

Ilustrasi umat Muslim yang merayakan Maulid Nabi. Foto: Pexels

Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa contoh puisi tentang Maulid Nabi untuk anak SD yang bisa dijadikan bahan referensi:

1. Puisi 1: Maulid Nabi

Mengutip buku Tarian Pena (Antologi Puisi) oleh Muthi' Ahmad, berikut contoh puisinya:

Gelapnya malam yang begitu mencekam

Seakan membuat lentera menjadi padam

Hati yang tidak karuan...

Ingin sekali mendapati sebuah siraman

Siraman rohani...

Membuat hati ini menjadi suci

Bagaikan gelas guci...

Yang penuh dengan intan yang murni

Perbedaan adalah suatu rahmat

Di balik itu terdapat beribu nikmat

Tanpa mengedepankan sikap sok taat

Dengan hujaah yang diplomat

Maulid Nabi Muhammad...

Adalah merupakan implementasi kemantapan i'tiqad

Atas diberikannya limpahan rahmat

Bukannya kok dianggap sesat...

2. Puisi 2: Maulid Nabi

Mengutip buku Selalu Ada Jalan Keluar (Sajak: Antologi Puisi) oleh Ahmad M. Sewang, berikut adalah puisinya:

Anta syamsun anta badrun

Anta nurun fawqa nurin

Engkau bagai mentari

menyinari semesta alam

Engkau bagai purnama

di tengah kerdipan jutaan bintang

Marwahmu bagai magnek

yang mempesona sejak 14 abad silam

Engkau cahaya di atas cahaya

Membawa terang di malam kelam

Menuntun manusia ke alam terang

Engkau manusia paripurna

Menjadi teladan dengan akhlak karimah

Menjadi sumber mata air kebaikan

Laksana embun penyejuk hati

Miliaran manusia jadi saksi

Menyebut namamu sembilan kali sehari-semalam

Tatkala manusia dalam kekeringan rohani

Pengaruhmu meluas di planet bumi

Engkau selalu terasa hadir dalam hati

Engkau jadi model sepanjang masa

dari bangun tidur hingga ke tempat tidur

Ya Rabbi salli ala Muhammad

Ya Rabbi salli alaihi wa sallim

Ya Rabbi ballighul wasilah y

Ya Rabbi khussahu bil fadilah

3. Puisi 3: Muhammad SAW

Berikut ini adalah puisi karya Bilqis Nur Sakilatul Mawaddah yang dikutip dari buku Antologi Puisi Skenario Kuasa Sang Pencipta:

Muhammad sang peneduh jiwa

Terdengar tangisan bahagia

Angin yang berhembus selembut sutra

Terasa hangat pelukan sang Ibunda

Menyambut lahirnya seorang bayi istimewa

Bagai butir mutiara penyejuk jiwa

Sang Muhammad bin Abdullah

Dengan kekurangannya yang tak bisa menulis dan membaca

Menuntunnya dalam takdir Allah SWT

Ketika dalam kesunyiannya di Gua Hiro, mendapatkan wahyu pertamanya

Dakwah yang sulit diterima masyarakat

Godaan-godaan dan siksaan tak bisa dihindarkan

Ketika perang tanpa henti membela islam

Yang harus diteladani umatnya hingga sekarang

Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad

Kini engkau telah tiada, meninggalkan cahaya imanmu untuk selalu dikenang umatmu hingga hari akhir nanti tiba

Wahai Rasulku, Nabiku, dan Junjunganku

Selamatkanlah kami hambamu yang hina ini dengan syafaatmu

Wahai sang peneduh jiwaku...

Puisi tentang Maulid Nabi untuk anak SD. Foto: Unsplash/David Rodrigo

4. Puisi 4: Nabi yang Penuh Kasih

Nabi Muhammad, nabi yang penuh kasih

Nabi yang selalu menyayangi dan membantu orang lain dengan tulus

Mari kita ikuti jejaknya

Menjadi pribadi yang baik

Menolong sesama

Menjaga hati selalu bersih

5. Puisi 5: Maulid Nabi yang Penuh Berkah

Maulid Nabi yang penuh berkah

Hari ini hari yang istimewa

Hari Nabi Muhammad dilahirkan

Membawa cahaya yang cerah

Kita merayakan kelahirannya

Dengan senyuman di hati

Menyebarkan cinta dan kedamaian

Untuk semua orang yang kita temui

Mari kita mengikuti ajarannya

Dengan hati yang tulus dan ikhlas

6. Puisi 6: Kelahiran Sang Nabi

Kelahiran sang Nabi, bercahaya seperti bulan purnama

Nabi Muhammad, membawa cahaya dari Allah

Ia datang membimbing, dengan pesan suci

Untuk mengajari kita hidup yang benar dan berarti

Mari kita merayakan hari ini

Dengan sukacita dan syukur

Untuk Nabi yang penuh kasih dan teladan yang tulus

Kita berjanji untuk mengikuti ajarannya dengan hati yang tulus

Dan menjalani hidup dengan penuh cinta

7. Puisi 7: Merintis Rindu pada Habibanaku

Berikut puisi karya Indana Zaharo yang dikutip dari buku Antologi Puisi Skenario Kuasa Sang Pencipta.

Bertabur beribu kerinduan

Berjuta keberkahan

Disertai doa dan banyaknya pengharapan

Serta pengampunan

Diiringi alunan cinta dan angan yang ingin berjumpa

Ketika menyebut namamu dalam kalbuku

Yahabibanaku,

Sholawat atasmu tak hentinya selalu tercurahkan

Di setiap retorika rindu

Yang menghadirkan salam beserta kasihnya

Kelak syafaatmu yang selalu dinanti

Semoga akan selalu hadir

Di hari akhir nanti

Baca Juga: 5 Contoh Puisi tentang Nabi Muhammad, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

(SFR)