70 Kata Kerja Bahasa Jawa Halus dan Arti untuk Bertutur Kata dengan Sopan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata kerja bahasa Jawa halus menjadi hal yang penting untuk dikuasai saat mempelajari bahasa daerah tersebut. Sebab, bahasa Jawa memiliki tingkatan bahasanya sendiri dan terdapat penggunaannya masing-masing agar bisa berbicara dengan sopan.
Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahasa ini banyak dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa, khususnya oleh etnik Jawa yang tinggal di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta sebagian Jawa Barat dan Banten.
Dalam bahasa Jawa juga dikenal tiga macam tingkatan bahasa, yaitu kromo, ngoko, dan kromo inggil sebagaimana dikutip dari buku Kosakata & Ungkapan Bahasa Jawa Dalam Bahasa Indonesia, Sudaryanto, (2017:4). Kromo adalah bahasa Jawa yang termasuk ragam hormat, sementara ngoko tingkatan bahasa terendah.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pembagian Tingkatan Bahasa dalam Bahasa Jawa
Setiap tingkatan bahasa dalam bahasa Jawa bisa digunakan sesuai lawan bicara. Sehingga tidak bisa sembarangan menggunakan bahasa Jawa, terutama jika lawan bicara adalah orang yang lebih tua. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan lengkap mengenai tingkatan bahasa yang ada di bahasa Jawa.
1. Ngoko
Pertama ada ngoko yang merupakan tingkatan terendah dalam tingkatan bahasa Jawa. Kosa kata yang termasuk ke dalam tingkatan ngoko hanya bisa diterapkan untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih muda atau kedudukannya sejajar.
Tingkatan ngoko ini juga bisa digunakan untuk berbicara dengan orang yang sudah dekat dan akrab. Sehingga tingkatan ini tidak bisa sembarangan digunakan, apalagi jika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua atau dalam kondisi formal.
2. Kromo
Selanjutnya ada tingkatan kromo yang tingkatannya lebih tinggi dibandingkan dengan ngoko. Tingkatan kromo ini termasuk ke dalam bahasa Jawa halus dan biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang secara usia lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya.
Selain itu, tingkatan kromo juga bisa digunakan untuk berbicara dengan teman yang belum terlalu dekat dan akrab. Karena termasuk ke dalam bahasa Jawa halus, maka tingkat kesopanan seseorang bisa dilihat dari penggunaan bahasanya tersebut.
3. Kromo Inggil
Terakhir ada tingkatan kromo inggil yang merupakan tingkatan tertinggi dalam tingkatan bahasa Jawa. Walau termasuk bahasa Jawa halus, namun tingkatan kromo inggil lebih tinggi dibandingkan kromo.
Namun, sama halnya seperti tingkatan kromo, tingkatan kromo inggil juga digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua secara usia maupun yang kedudukannya lebih tinggi. Tingkatan ini juga bisa digunakan pada acara formal.
Sementara untuk perbedaannya dengan tingkatan kromo, hanya terletak pada kosakata yang digunakan serta tingkat kesopanannya. Contohnya jika seorang anak bicara dengan orang tua, lebih baik menggunakan tingkatan kromo inggil.
70 Kata Kerja Bahasa Jawa Halus Lengkap dengan Artinya
Ada banyak kosakata yang termasuk ke dalam bahasa Jawa halus dan bisa digunakan untuk berbicara kepada lawan bicara yang lebih tua atau disesuaikan dengan kondisi. Agar tidak salah dalam berbicara, berikut adalah beberapa kata kerja bahasa Jawa halus dan artinya agar bisa bertutur kata dengan baik dan sopan.
Tumbas
Arti: Membeli
Mundhut
Arti: Membeli
Mundhut
Arti: Meminta
Mireng
Arti: Mendengar
Ngadamel
Arti: Membuat
Ngunjuk
Arti: Minum
Dahar
Arti: Makan
Mlampah
Arti: Berjalan
Ngendika
Arti: Berbicara
Mrisani
Arti: Melihat
Ngertos
Arti: Mengerti
Lenggah
Arti: Duduk
Ngawis
Arti: Menawar
Ngaras
Arti: Mencium
Ngaken
Arti: Mengaku
Maringake
Arti: Meletakkan
Jumeneng
Arti: Berdiri
Mebengi
Arti: Menghalangi
Ngawontenaken
Arti: Mengadakan
Mastani
Arti: Menyebut
Ngawaon
Arti: Mengalah
Nggantos
Arti: Mengganti
Ngreksa
Arti: Menjaga
Ngaos
Arti: Mengaji/membaca
Ngasta
Arti: Memegang
Ngampil
Arti: Meminjam
Ngabdi
Arti: Mengabdi
Mungu
Arti: Membangunkan
Nyakiti
Arti: Menyakiti
Ngaosi
Arti: Menghargai
Sare
Arti: Tidur
Tindak
Arti: Pergi
Rawuh
Arti: Datang
Ngendikan
Arti: Berbicara
Wicanten
Arti: Berbicara
Dhawuh
Arti: Bilang
Tresna
Arti: Cinta
Ngaken
Arti: Mengaku
Agem
Arti: Memakai
Penggalih
Arti: Berpikir
Potong
Arti: Memotong
Kendhel
Arti: Berhenti
Ambah
Arti: Mendatangi
Ambal
Arti: Ulang
Ngatur
Arti: Mengundang
Wijik
Arti: Mencuci tangan
Lutah
Arti: Muntah
Wungu
Arti: Bangun
Ndangu
Arti: Bertanya
Nyambut
Arti: Bekerja
Ngintun
Arti: Mengirim
Ndukani
Arti: Memarahi
Nitih
Arti: Naik (kendaraan)
Nenem
Arti: Menanam
Muwun
Arti: Menangis
Kundur
Arti: Pulang
Mandhap
Arti: Turun
Mbabarno
Arti: Melahirkan
Langkung
Arti: Lewat
Dhawuh
Arti: Menyuruh
Maos
Arti: Membaca
Nggada
Arti: Membau
Bobotan
Arti: Buang air besar
Kalimengan
Arti: Lupa
Kramas
Arti: Keramas
Gujeng
Arti: Tertawa
Nyare
Arti: Menginap
Nderekake
Arti: Mengiringi
Mbarengi
Arti: Menemani
Beksa
Arti: Menari
Selain kata kerja, bahasa Jawa halus juga terdapat pada kata tanya dan beberapa kosakata lainnya. Adapun beberapa contoh kosakata lainnya dalam bahasa Jawa halus yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:
Menopo
Arti: Apa
Sinten
Arti: Siapa
Kapan
Arti: Kapan
Kadhosmenopo
Arti: Mengapa
Wonten pundhi
Arti: Di mana
Kandhospundhi
Arti: Bagaimana
Pinten
Arti: Berapa
Ingkangpundhi
Arti: Yang mana
Nginggil
Arti: Atas
Ngandhap
Arti: Bawah
Ngajeng
Arti: Depan
Mburi
Arti: Belakang
Tengen
Arti: Kanan
Kiwo
Arti: Kiri
Tebih
Arti: Jauh
Cerak
Arti: Dekat
Ageng
Arti: Besar
Alit
Arti: Kecil
Kathah
Arti: Banyak
Sakedhik
Arti: Sedikit
Contoh Kalimat dengan Kata Kerja Bahasa Jawa Halus
Supaya lebih mudah dalam berbicara menggunakan bahasa Jawa halus, maka contoh kalimat menggunakan kata kerja bahasa Jawa halus juga penting untuk diketahui. Berikut beberapa contoh kalimat menggunakan bahasa Jawa halus beserta artinya untuk dipelajari:
Paklik kundur wonten Yogyakarta.
Arti: Paman pulang ke Yogyakarta.
Winginane simbah tindak mrene.
Arti: Kemarin nenek datang ke sini.
Meja niki didamel saking kajeng jati.
Arti: Meja ini dibuat dari kayu jati.
Bapak maos koran kalian ngunjuk wedang ronde.
Arti: Bapak membaca koran sekaligus minum wedang ronde.
Eyang kakung lenggah wonten ing kursi goyang.
Arti: Kakek sedang duduk di kursi goyang.
Bapak tindak dhateng Bandung dinten Sabtu.
Arti: Bapak pergi ke Bandung di hari Sabtu.
Ibu mundhut sepatu ing pasar.
Arti: Ibu membeli sepatu di pasar.
Sumiyati lenggah ing ngarep omah.
Arti: Sumiyati duduk di depan rumah.
Buku kulo dipun asto bu guru.
Arti: Buku saya ditandatangani oleh bu guru.
Bapak karo Ibu isih durung kundur saka daleme Pak Putro.
Arti: Ayah dan ibu masih belum pulang dari rumah Pak Putro.
Saikis wis jam loro kok pajenengan isih dereng dhahar bu?
Arti: Sekarang sudah jam 2, kok ibu masih belum makan?
Ibu remen ngunjuk wedang jahe, yen aku luwih seneng ngombe kopi susu.
Arti: Ibu suka minum jahe, sedangkan aku lebih suka minum kopi susu.
Bukune mau wis diwaos apa durung pak?
Arti: Bukunya tadi sudah dibaca apa belum pak?
Panjenengan kersa sare kene bu?
Arti: Apakah ibu mau tidur di sini?
Mbah kakung lagi sare ing kamar.
Arti: Kakek sedang tidur di kamar.
Ibu badhe tindhak menyang Jakarta nitih sepur dinten Senin mbenjang.
Arti: Ibu akan pergi ke Jakarta naik kereta api hari Senin besok.
Bapak maos majalah ing kamar ngarep.
Arti: Bapak membaca majalah di kamar depan.
Putri lagi nanem kembang matahari ing latar mburi.
Arti: Putri sedang menanam bunga matahari di kebun belakang.
Kulo arep ngirim surat teng kantor pos.
Arti: Saya mau mengirim surat ke kantor pos.
Nilam dhahar sego goreng iwak endog.
Arti: Nilam makan nasi goreng lauk telur.
Ibu mundhut sayuran dhateng peken wau enjing.
Arti: Ibu beli sayur mayur di pasar tadi pagi.
Pakdhe dugi mbetha oleh-oleh ingkan kathah.
Arti: Pakde datang membawa oleh-oleh yang banyak.
Aku ngrewangi ibu masak rendang ing pawon.
Arti: Aku membantu ibu memasak rendang di dapur.
Ibu mundhut buah-buahan wau enjing.
Arti: Ibu membeli buah-buahan tadi pagi.
Bapak maos koran ing arep omah.
Arti: Bapak membaca koran di depan rumah.
Baca juga: Bahasa Jawa Halus: Aturan Penggunaan dan Contoh Kalimatnya
Setelah mengetahui apa saja kata kerja bahasa Jawa halus tersebut, kini berbicara dalam bahasa Jawa akan lebih mudah dan bisa menyesuaikan bahasa yang digunakan dengan lawan bicara. Pastikan untuk menggunakan bahasa Jawa halus saat berbicara dengan orang tua sebagai bentuk kesopanan. (PRI)
