77 Contoh Kalimat Homograf, Pengertian, Jenis, dan Ciri-cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat berbagai macam kalimat yang dipelajari dalam materi bahasa Indonesia, salah satunya adalah kalimat homograf. Perlu diketahui bagaimana ciri-ciri dan contoh kalimat homograf agar penulisan sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Dikutip dari Buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia, Yunus Abidin (2019:207) kalimat homograf terdiri atas beberapa macam. Di antaranya adalah kalimat polisemi, homonim, dan homofon.
Kalimat homograf menunjukkan keberagaman kata yang memiliki kesamaan dalam penulisan. Akan tetapi, kalimat ini mempunyai makna dan bunyi pelafalan yang berbeda.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian, Jenis, dan Ciri-ciri Kalimat Homograf
Kalimat homograf merupakan salah satu jenis kalimat yang menjadi ciri khas dari keberagaman bahasa Indonesia. Contoh kalimat homograf dapat dipelajari agar bisa memahami lebih lanjut tentang pengaplikasiannya:
Pengertian Kalimat Homograf
Pada dasarnya, kalimat homograf terdiri atas dua kata yaitu homo dan graf. Kata “homo” berati sama, sedangkan “graf” artinya adalah tulisan. Dapat dikatakan bahwa homograf memiliki ejaan sama, tetapi lafal dan artinya berbeda.
Jenis Kalimat Homograf
Kalimat homograf adalah kalimat yang menggunakan kata-kata dengan pengejaan yang sama tetapi memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks kalimatnya. Berikut adalah beberapa jenis-jenis kalimat homograf:
Kalimat polisemi, melibatkan kata-kata yang sama dieja sama tetapi memiliki makna yang berbeda, namun terkait secara semantik atau memiliki asal-usul yang sama.
Kalimat homonim adalah kata-kata yang sama dieja sama tetapi memiliki makna yang berbeda secara menyeluruh, tanpa hubungan semantik atau asal-usul yang sama.
Kalimat homofon, melibatkan kata-kata yang dieja sama dan terdengar sama, tetapi memiliki makna yang berbeda.
Ciri-Ciri Kalimat Homograf
Kalimat homograf memiliki ciri-ciri tersendiri yang membedakan dengan kalimat lain. Berikut adalah beberapa ciri-ciri untuk memudahkan dalam mengidentifikasi kalimat homograf:
Memiliki pengejaan yang identik, artinya kata-kata dieja dengan cara yang sama. Meskipun kata-kata dalam kalimat homograf dieja sama, akan tetapi memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks kalimatnya.
Penting untuk memperhatikan konteks kalimat dalam mengidentifikasi kalimat homograf.
Dalam kalimat homograf, kata-kata digunakan dengan tata bahasa yang sesuai dengan maknanya dalam kalimat.
Contoh Kalimat Homograf
Umumnya kalimat homograf sulit dibedakan maknanya jika hanya disajikan dalam satu kata. Beda halnya jika sudah dibuat dalam satu kalimat, maka akan mudah dimengerti maksudnya. Berikut adalah beberapa contoh kalimat homograf:
Kursi per ini harganya mahal sekali. Per = pegas.
UKT per semester disesuaikan dengan pendapatan orang tua. Per = tiap.
Sofa ini menggunakan per yang berkualitas bagus sehingga awet beberapa tahun ke depan.
Mobil pembalap sedang melaju dengan kecepatan tinggi hingga 200 kilometer per jam. Per = tiap.
Sepeda Rio selalu berbunyi ketika melewati polisi tidur karena pernya sudah berkarat. Per = pegas.
Kain songket dijual per meternya seharga Rp300.000. Per = tiap.
Ia pergi ke bengkel membeli per baru untuk sepeda lamanya yang sudah dimiliki sejak tahun 2015. Per = pegas.
Per Oktober 2016, setiap warga negara Indonesia wajib memiliki E-KTP. Per = keterangan waktu.
Jus apel rasanya enak sekali. Apel = buah apel.
Para pegawai negeri sipil diwajibkan apel setiap hari Senin. Apel = upacara.
Orang tua Andi mengajarkan anak-anaknya untuk bermental baja. Mental = jiwa.
Bola itu mental dari gawang lawan saat ditendang oleh Roni. Mental = terpelanting.
Penampilan aerobik Agribisnis kelas 50 membuktikan bahwa mereka bermental juara. Mental = jiwa.
Penjahat itu mental ke belakang setelah dipukul dari belakang oleh Hanif. Mental = terpelanting.
Bola itu mental ke dasar tanah. Mental = terpelanting.
Kesehatan mental harus wajib dijaga karena sangat penting. Mental = jiwa.
Mentalnya benar-benar harus diacungi jempol karena cukup tangguh menerima kenyataan pahit ini. Mental = jiwa.
Bola itu mental terkena tiang gawang saat dimainkan di menit ke-55. Mental = terpelanting.
Rasanya sedih menyaksikan sedu sedannya. Sedan = isak.
Artis itu mendapat hadiah sedan dari kekasihnya. Sedan = jenis mobil.
Wajahnya berseri mendengar berita baik dari keluarganya. Seri = cahaya.
Pertandingan tadi malam berakhir seri. Seri = seimbang.
Pujian itu membuat wajahnya memerah dalam sekejap. Memerah = berwarna merah.
Di peternakan Pak Anto, murid-murid kelas 6 SD diajarkan cara memerah susu sapi dengan benar. Memerah = memeras.
Kulit Ana memerah karena terpapar oleh sinar matahari. Memerah = berwarna merah.
Wajah Ani memerah mendengar pujian dari dosen yang dikaguminya sejak semester satu. Memerah = berwarna merah.
Pipi Dito memerah setelah ditampar oleh Raka. Memerah = berwarna merah.
Petani itu sedang memerah sapi untuk dibawa ke koperasi desa. Memerah = memeras.
Joko memerah susu sapi untuk diolah menjadi produk kemasan. Memerah = memeras.
Waktu terbaik mengunjungi Jepang adalah saat musim semi. Semi = tunas.
Ariani lolos dari babak semi-final pada perlombaan menyanyi internasional. Semi = menjelang.
Dita saat makan mulutnya selalu kecap sehingga mengganggu orang yang berada di dekatnya. Kecap = gerakan mulut yang bersuara.
Untuk membuat rawon, salah satu bumbu yang wajib ada adalah kecap. Kecap = saus berwarna hitam.
Dalam tradisi Jawa, setiap makan kita tidak boleh kecap. Kecap = gerakan mulut yang bersuara.
Untuk menambah citarasa, koki itu menambahkan kecap ke dalam masakannya.
Suara kecap itu menggangguku saat makan. Kecap = gerakan mulut yang bersuara.
Produksi kecap di negara Indonesia mencapai nilai 14,3 triliun rupiah pada tahun 2014. Kecap = saus berwarna hitam.
Bapak dan ibu menyukai bakso dengan banyak kecap. Kecap = saus berwarna hitam.
Apakah kecap ketika makan itu termasuk perilaku yang sopan? Kecap = gerakan mulut yang bersuara.
Prilly sudah tiba di Serang sejak subuh tadi. Serang = nama sebuah kota.
Penjaga gawang kewalahan diserang lawan dalam permainan sepak bola antar RT. Serang = serbu.
Anjing itu menyalak keras ketika ada orang asing. Asing = tidak dikenal.
Dia mengalami perasaan yang asing ketika berada di tempat baru. Asing = tidak biasa.
Hari ini cuaca sangat cerah di luar. Cerah = terang.
Dia memiliki masa depan yang cerah di dunia bisnis. Cerah = optimis.
Jangan lupa memakai masker dan pelembap wajah agar wajah keset. Keset = tidak berminyak.
Letakkanlah keset di depan pintu agar rumah bersih dari kotoran. Keset = alat untuk membersihkan kaki.
Gara-gara flu, suara Dito menjadi serak. Serak = parau.
Anak-anak membuat semua mainan berserakan di halaman rumah. Serak = bertebaran.
Suara kakak berubah menjadi serak karena terlalu banyak berteriak. Serak = parau.
Mainan adik berserakan di ruang tamu dan teras rumah. Serak = bertebaran.
Suara Ana serak karena sedang tidak enak badan pagi ini. Serak = parau.
Kertas-kertas berserakan di kantornya karena belum dibersihkan oleh petugas. Serak = bertebaran.
Penyanyi itu memiliki suara yang bagus dan khas serak-serak basah. Serak = parau.
Sampah rumah menjadi berserakan karena kucing masuk ke dapur. Serak = bertebaran.
Tahu Sumedang sudah mendunia. Tahu = makanan dari bahan kedelai.
Anak itu tidak bisa diberitahu oleh ibunya. Tahu = mengerti.
Andina lebih tahu semua hal tentang buku murah daripada saya. Tahu = mengerti.
Ariani lebih suka makan tahu sebagai lauk daripada tempe. Tahu = makanan dari bahan kedelai.
Tahu bulat sedang menjadi tren saat ini, hingga menjadi inspirasi salah satu anak bangsa untuk membuat versi permainan di aplikasi smartphone. Tahu = makanan dari bahan kedelai.
Saya cukup tahu dengan semua siasat buruk untuk menjatuhkan harga diri saya. Tahu = mengerti.
Setiap hari Nenek Rani hanya makan tahu rebus tanpa garam karena diabetes yang diderita olehnya.Tahu = makanan dari bahan kedelai.
Dika tahu bahwa Ratna selalu bersikap baik dan sopan pada semua orang meski ia mencoba tidak mengumbarnya pada orang banyak. Tahu = mengerti.
Silvi sedang duduk di teras sambi minum kopi. Teras = bagian rumah.
Meja makan di rumah Andi terbuat dari teras. Teras = bagian kayu yang keras.
Kapnah mengikuti rekreasi pada bulan Agustus mendatang.
Dila terpilih menjadi salah satu peserta seminar menulis yang akan dilaksanakan pada bulan Februari 2024. Bulan = bulan dalam tahun.
Tante Rika menikah dengan calon suaminya pada tahun depan. Bulan = bulan dalam tahun.
Bulan tampak memancarkan sinarnya di malam hari. Bulan = satelit alami bumi.
Bulan sabit adalah jenis fase terindah yang dimiliki oleh satelit alami bumi. Bulan = satelit alami bumi.
Bulan Januari adalah bulan kelahiran seorang anak perempuan pertama di desa. Bulan = bulan dalam tahun.
Bulan Mei menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh siswa kelas 12 SMA/MA. Bulan = bulan dalam tahun.
Dalam satu tahun terdapat 12 bulan. Bulan = bulan dalam tahun.
Rikana membeli bunga di pasar. Bunga = kembang.
Ibu melihat aneka jenis bunga di pasar. Bunga = kembang.
Ela meminjam uang di bank dengan bunga besar. Bunga = keuntungan dari pinjaman.
Ciko meminjam uang di koperasi dengan bunga relatif kecil. Bunga = keuntungan dari pinjaman.
Dengan pemahaman tentang kalimat homograf berdasarkan jenis-jenisnya, maka dapat lebih jelas dalam memahami penggunaan kata-kata yang sama tetapi memiliki makna yang berbeda dalam konteks kalimat.
Itulah pengertian dan contoh kalimat homograf yang memiliki keunikan tersendiri dan dapat dengan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dapat pula ditemukan contoh lain yang merupakan bagian dari kalimat homograf. (Aww)
Baca juga: 170 Contoh Kalimat Adverbia beserta Penjelasan Singkatnya
