8 Merk Kurma Tanpa Gula Tambahan dan Tips Memilihnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau sedang mencari merk kurma tanpa gula tambahan, ada banyak pilihan di pasaran karena variasinya semakin mudah ditemui dan menjadi opsi bagi yang peduli asupan alami saat berbuka maupun konsumsi sehari-hari.
Berbagai jenis kurma alami pada dasarnya sudah memiliki rasa manis dari kandungan gula buahnya sendiri tanpa tambahan pemanis, sehingga populer sebagai camilan sehat terutama menjelang Ramadan.
Merk Kurma Tanpa Gula Tambahan Pemanis
Beberapa jenis kurma populer yang banyak beredar di Indonesia dikenal murni tanpa gula tambahan karena hanya melalui proses panen, sortasi, dan pengemasan. Berikut pilihan merk kurma tanpa gula tambahan beserta kisaran harganya:
1. Sukkari
Mengutip Instagram resmi Fikih Muamalat Kontemporer (@fikihmuamalatkontemporer), kurma Sukkari terkenal karena teksturnya sangat lembut, berair, dan manis alami.
Varietas ini berasal dari wilayah Al-Qassim dan termasuk kategori kurma basah (soft dates). Meski ada varian campuran almond atau butter, Sukkari murni tidak mengandung pemanis tambahan.
Di Indonesia, harga Sukkari berkisar Rp27.000–Rp49.000 untuk kemasan 500 gram, sekitar Rp55.000–Rp75.000 per kilogram, dan Rp135.000–Rp210.000 per dus 3 kg.
Untuk kualitas premium Grade A, harga rata-rata pasar bisa mencapai sekitar Rp114.901 per kg.
2. Mazafati (Kurma Bam)
Mengutip Instagram resmi AqilaFood Sukabumi (@aqilafoodsmi), Mazafati atau kurma Bam berasal dari wilayah Bam, Iran.
Ciri khasnya berwarna gelap, kulit tipis, dan teksturnya lembut agak berair dengan rasa manis seperti karamel. Oleh karena bentuknya menyerupai anggur besar, kurma ini sering dijuluki “kurma anggur”.
Harga Mazafati di Indonesia umumnya berkisar Rp30.000–Rp80.000 per kemasan 500–600 gram, tergantung merek dan kualitas. Untuk pembelian dalam dus (sekitar 12 pack), harganya berada di kisaran Rp500.000-an.
3. Medjool
Mengutip Instagram resmi Fikih Muamalat Kontemporer (@fikihmuamalatkontemporer), Medjool dikenal sebagai salah satu kurma premium paling populer di dunia.
Awalnya berasal dari Maroko, tetapi kini banyak dibudidayakan di berbagai negara sehingga sering dijuluki kurma California. Ukurannya besar, dagingnya tebal, lembut, dan kenyal dengan rasa manis alami.
Harga Medjool di Indonesia pada Februari 2026 berada di kisaran Rp130.000–Rp350.000 per kg, tergantung asal dan kualitas (jumbo atau premium).
Kemasan 500 gram biasanya dijual mulai sekitar Rp70.000. Kurma ini umumnya dijual murni tanpa tambahan pemanis karena hanya diproses secara alami.
4. Ajwa
Mengutip Instagram resmi Grosir Kurma (@syurgakurma), Ajwa merupakan kurma khas dari Madinah yang sangat dikenal dalam tradisi Islam.
Ciri fisiknya berwarna hitam pekat, ukuran kecil, dan teksturnya cenderung kering dengan rasa manis kompleks. Karena nilai religius dan kualitasnya, Ajwa termasuk kurma dengan harga relatif tinggi.
Di Indonesia, harga Ajwa berkisar Rp130.000–Rp468.000 per kg. Kemasan 500 gram dijual sekitar Rp58.000–Rp160.000, sedangkan ukuran 250 gram sekitar Rp44.900–Rp120.000. Konsumen disarankan berhati-hati karena banyak produk tiruan di pasaran.
5. Deglet Noor
Mengutip Instagram resmi Grosir Kurma (@syurgakurma), Deglet Noor banyak diproduksi di Tunisia meski asal awalnya dari Aljazair.
Bentuknya memanjang dengan warna keemasan agak transparan dan rasa manis ringan seperti madu. Teksturnya kenyal dan tidak terlalu basah.
Harga Deglet Noor di Indonesia pada Februari 2026 berkisar Rp30.000–Rp112.500 per kg. Kemasan 500 gram umumnya dijual Rp30.000–Rp65.500, sementara kemasan 1 kg sekitar Rp79.000–Rp112.500 tergantung kualitas.
6. Kurma Ruthob
Mengutip Instagram resmi Abdullah Mustafa Centre (@abdullahmustafacentre.official), Ruthob bertekstur agak renyah dengan rasa tidak terlalu manis. Varian yang sering dijual di Indonesia berasal dari Tunisia atau Libya.
Harga kurma Ruthob di pasaran Indonesia berkisar Rp55.000–Rp100.000 per kg. Untuk kemasan 500 gram tersedia mulai sekitar Rp27.000–Rp55.000, tergantung tingkat kesegaran dan kualitas buah.
7. Kurma Khalas
Mengutip Instagram resmi Oleh oleh Arab Haji Umrah || TOKO MEKKAH (@toko.mekkah), Khalas berasal dari wilayah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Kurma ini memiliki daging buah tebal, biji kecil, serta tekstur lembut tetapi tidak terlalu basah. Rasa manisnya lebih ringan dibanding Sukkari dan kulitnya mudah mengelupas.
Harga Khalas di Indonesia sekitar Rp25.000–Rp75.000 per kg untuk kemasan retail. Sementara kemasan grosir 10 kg berkisar Rp295.000–Rp438.000, dengan rata-rata harga kemasan 1 kg sekitar Rp60.000-an tergantung kualitas.
8. Safawi
Mengutip Instagram resmi Kurmamu (@hi.kurmamu), Safawi berasal dari Madinah dan memiliki tampilan mirip Ajwa, yaitu berwarna gelap dengan kulit berkerut.
Bentuk kurma Safawi lebih lonjong dan ukurannya sedikit lebih besar. Teksturnya lebih lembut dengan rasa manis yang kuat tetapi tetap alami.
Harga kurma Safawi di Indonesia umumnya berada pada kisaran Rp45.000–Rp100.000 lebih per kilogram, tergantung kualitas dan ukuran kemasan (250 gram hingga 1 kg).
Tips Memilih Kurma Alami Tanpa Gula Tambahan
Untuk memastikan kurma benar-benar murni tanpa pemanis tambahan, perhatikan beberapa tanda berikut:
Kulit tampak berkerut alami, tidak terlalu licin atau mengilap.
Permukaan tidak terasa sangat lengket saat disentuh.
Rasa manisnya lembut dan khas buah, bukan tajam seperti gula.
Aroma alami kurma, bukan bau sirup.
Tidak dikerubuti semut berlebihan.
Periksa label komposisi, pilih yang hanya mencantumkan “100% kurma”.
Memilih kurma tanpa tambahan gula bukan hanya soal rasa, tetapi juga berkaitan dengan kualitas dan manfaat kesehatan.
Dengan mengenali jenis-jenis kurma alami serta memahami ciri fisiknya, konsumen dapat lebih bijak dalam menentukan pilihan. Kurma murni memberikan energi alami saat berbuka puasa sekaligus menjadi alternatif camilan sehat yang praktis dan bernutrisi. (Fikah)
Baca juga: Promo Buka Puasa di Hotel Jakarta 2026 untuk Buka Bersama
