90 Pantun Lucu Bikin Ngakak, Mulai dari Gombalan sampai Sindiran Halus

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 9 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun lucu bikin ngakak selalu berhasil mencuri perhatian dan menghibur siapa saja yang membacanya. Beragam gaya dan tema bisa ditemukan, dari gombalan manis sampai sindiran halus penuh makna.
Pantun merupakan puisi empat baris yang unik, terdiri dari dua baris sampiran dan dua baris isi. Struktur ini membuat pantun mudah diingat serta menyenangkan untuk dinikmati (umsu.ac.id).
Karena bentuknya singkat dan penuh pesan, pantun lucu cepat menyebar dan jadi favorit banyak orang. Perpaduan antara irama dan humornya menghadirkan keseruan yang selalu menarik untuk diulik.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pantun Lucu Bikin Ngakak
Terinspirasi dari berbagai sumber, termasuk laman ypi.ac.id (10 Contoh Pantun Diskon Lucu, Hati-Hati Kalap Belanja!), berikut adalah deretan contoh pantun lucu bikin ngakak, dengan berbagai tema yang menarik:
Kumpulan Pantun 1: Gombalan Menggelikan
Sekolah SMK namanya Bintara,
Murid-muridnya mirip tentara.
Cintaku ke kamu tuh kayak utang negara,
Nggak lunas-lunas meski dibayar tiap era.
Ke toko emas beli gelang,
Pas keluar disambut matahari.
Kalau kamu jadi sinyal hilang,
Aku rela naik genteng tiap hari.
Ketuk paku memakai palu,
Palu jatuh terkena jamu.
Mau move on tapi gagal mulu,
Soalnya hatiku stuck di kamu.
Beli mobil dikasih remot,
Remot ilang susah ketemu.
Hatiku kayak koneksi lemot,
Susah nyambung kalau gak ada kamu.
Ukuran mata uang disebut sen,
Nilainya tak dimiliki si mapan.
Jadi pacar kamu itu kayak diskon 90%,
Langka, rebutan, dan penuh harapan.
Pagi-pagi sarapan tempe,
Tersedak nasi, hampir mati.
Kamu kayak lagu viral di FYP,
Masuk kuping kiri, nempel di hati.
Pakai mobil, liburan ke Bandung,
Yang nyupirnya Bapak Septian.
Cinta ini kayak jemuran pas mendung,
Nggak kering-kering nunggu kepastian.
Tangan basah karena air,
Air berputar, bak menari.
Kalau kamu jadi sabun cair,
Aku rela kepleset tiap hari.
Di bawah, Inggrisnya under,
Dijelaskan tak mengerti.
Kamu memang bukan kalender,
Tapi selalu kutandai di hati.
Malam-malam melihat hantu,
Bawa dukun si paling berilmu.
Aku bukan kulkas dua pintu,
Tapi selalu sedia tempat buat kamu.
Makan nasi pakai emping,
Rasanya pahit, bikin heran.
Wajahmu kayak puzzle 1000 keping,
Sulit dimengerti, tapi bikin penasaran.
Merdu suaranya, burung pipit,
Terbang tinggi, tengah lapang.
Cinta kita kayak sandal jepit,
Satu ilang, hidup rasanya timpang.
Ke Jakarta membeli hunian,
Bayar cicilannya lewat juragan.
Kamu bukan kopi susu kekinian,
Tapi efeknya bikin jantung deg-degan.
Di jalan raya aku nyasar,
Karena capek, membeli kolak.
Wajahmu kayak diskon besar,
Susah banget buat ditolak.
Beli lilin karena butuh,
Mati lampu di rumah Liam.
Kamu bukan bintang jatuh,
Tapi bikin aku ngucap doa diam-diam.
Olahraga, sehatlah tubuh,
Fisik kuat, tenanglah batin.
Kamu kayak alarm subuh,
Bikin deg-degan walau kadang dilewatin.
Karena jatuh, bajuku kotor,
Coba lari di tengah lomba.
Cintaku ke kamu kayak printer kantor,
Sering error, tapi terus dicoba.
Abang toko namanya Mujid,
Memberi diskon setiap hari.
Cintamu kayak sandal hilang di masjid,
Nggak kelihatan, tapi selalu dicari.
Kumpulan Pantun 2: Diskon, Gaji, dan Uang
Potong wortel bentuk serong,
Bukannya matang, malah gosong.
Diskon lewat auto borong,
Tagihan datang langsung kosong.
Ke dukun diberi jampi,
Dukunnya sambil menari.
Niat nabung tinggalah mimpi,
Karena checkout setiap hari.
Sajam namanya celurit,
Kena kaki, rasanya sakit.
Belanja dikit katanya irit,
Diskon lewat langsung bangkit.
Nasi liwet pakai daun salam,
Jangan lupa ditambah garam.
Gaji habis dalam semalam,
Akhir bulan jadi suram.
Ada pisang di atas meja,
Mejanya di pojok KUA.
Tangan lincah klik belanja,
Tabungan tinggal sisa doa.
Pergi ke Bali sama Mamat,
Cuacanya begitu hangat.
Baru niat hidup hemat,
Diskon lewat jadi semangat.
Mata perih terkejap-kejap,
Kena debu dari papan.
Gaji hilang dalam sekejap,
Sisa utang dan harapan.
Matahari pancarkan sinar,
Indah bagai tiada duanya.
Diskon naik, mata berbinar,
Sisa saldo? Jangan ditanya.
Karena lama, aku jenuh,
Ketiduran, jadilah gosong.
Lihat dompet isi penuh,
Lewat diskon langsung kosong.
Badut salju namanya Olaf,
Dibuat boneka, jadi empuk.
Mau nabung tapi khilaf,
Akhir bulan makan kerupuk.
Tas sekolah warnanya abu,
Mulai basah karena susu.
Isi rekening tinggal debu,
Muka pasang senyum palsu.
Beli kertas tujuh lembar,
Perginya diantar ayah.
Gaji naik, senyum lebar,
Diskon turun, hati goyah.
Di kuburan rasanya sepi,
Dingin sekali, gemetar gigi.
Diskon gede, hati happy,
Besoknya, makan mie lagi.
Pagi-pagi minum teh hangat,
Sambil santai membaca surat.
Lihat diskon jadi semangat,
Lihat saldo, langsung sekarat.
Pak haji memakai sorban,
Kekecilan, ia meringis.
Diskon gede tanpa beban,
Hati bahagia, dompet menangis.
Besok pagi, Hari Guru,
Siap tisu, untuk tangis.
Diskon datang bikin haru,
Uang habis, hati meringis.
Ke warung beli gula,
Manisnya seperti kurma.
Lihat diskon bahagia gila,
Niat beli satu, jadinya lima.
Ada gitar, ada senar,
Ada pensil, ada surat.
Diskon gede mata berbinar,
Langsung checkout, saldo melarat.
Kumpulan Pantun 3: Jomblo –tak– Bahagia
Kuda lumping makan paku,
Bibir merah kena gincu.
Jomblo gini bukan gak laku,
Cuma fokus nunggu yang lucu.
Ke hutan hendak berburu,
Trek jalannya sangat rancu.
Kata orang, jomblo nggak seru,
Padahal aku jomblo plus lucu.
Orang kaya, banyak harta,
Bisa hidup sampai kiamat.
Nggak punya pacar bukan derita,
Dompet aman, pulsa selamat.
Debu jalan terkena mata,
Ambil Rohto ada di meja.
Bulan Februari penuh cinta,
Aku sih penuh cashback belanja.
Di kolam banyak ikan,
Ikan dimasak untuk sarapan.
Nggak ada yang ingetin makan,
Tapi perut makin maju ke depan.
Di dapur melihat api,
Api padam ditiup Melati.
Status jomblo bukan soal sepi,
Tapi soal tenang, gak makan hati.
Ke pasar membeli bando,
Bando bulat beraksen nemo.
Temen sibuk mikirin kado,
Aku sibuk mikirin diskon promo.
Malam-malam ketemu kunti,
Karena kaget, melempar pot.
Orang pacaran sibuk jaga hati,
Aku jaga berat badan, udah repot.
Ular di sawah tak berbisa,
Tapi disamperin buat celaka.
Ngeliat orang mesra sih biasa,
Yang bikin iri tuh paket data mereka.
Jatuh cinta seperti di film,
Tertolak, hati merana.
Weekend di rumah nonton film,
Nggak perlu debat mau nonton yang mana.
Jam tangan harga sejuta,
Habis dibeli karena laku.
Cinta itu katanya buta,
Makanya dia gak pernah liat aku.
Siang-siang aku berangan,
Punya uang buat jajan.
Mereka ke pantai gandengan tangan,
Aku ke dapur gandengan wajan.
Sampah di jalan berserakan,
Tidak enak dipandang mata.
Pacaran bikin lupa makan,
Aku makan terus sampai lupa cinta.
Pak guru teriak “awas,”
Tak taunya, kakinya kebas.
Punya pacar bikin was-was,
Jomblo tenang, tidur bebas.
Kakak jajan, aku minta,
Potongannya dibuat sama.
Bukan ogah buat dicinta,
Emang belum ada yang tahan lama.
Yang tertinggi disebut Maha,
Punya andil atas neraka.
Bilangnya jodoh tinggal usaha,
Gue udah usaha, dia yang gak peka.
Minta rezeki, lari ke Tuhan,
Rezeki datang di toko kain.
Katanya jomblo itu pilihan,
Tapi kenapa kayak nggak ada pilihan lain?
Jalan raya bentuknya rata,
Beda jauh sama yang dulu.
Temen jalan sama yang tercinta,
Gue jalan sama bayangan masa lalu.
Kumpulan Pantun 4: Sindiran Diri
Pisau dapur dikenal tajam,
Tapi tak bisa potong keran.
Ke kantor telat setengah jam,
Alasan macet, padahal ketiduran.
Bos kerupuk namanya Andri,
Bos daging namanya Bobon.
Pergi ke pasar beli seledri,
Pulang-pulang bawa stres dan bon.
Ke masjid memakai sarung,
Masjidnya di Kota Aceh.
Main gitar di depan warung,
Disangka pengamen, dikasih receh.
Pagi-pagi datang paket,
Paket diangkat pakai tangan.
Niat jogging sambil diet,
Baru dua putaran beli gorengan.
Mata Dian terlihat sinis,
Padahal hati sedang senang.
Buka puasa dengan teh manis,
Baru teguk, nyamuk ikut berenang.
Makan asin pakai sambel goang,
Nasinya di atas lemari.
Niat rebahan lima menit doang.
Pas bangun udah ganti hari.
Masak daging sesuai arahan,
Meleng dikit diambil gagak.
Belajar online sambil rebahan,
Zoom-nya nyala, nyawanya enggak.
Ksatria membawa pedang,
Tugasnya untuk menjaga.
Beli kopi buat begadang,
Baru teguk, udah mimpi naik naga.
Ilmu, Bahasa Arabnya ‘ilm,
Yakhinah, Bahasa Arab gulai.
Makan mie sambil nonton film,
Mie-nya abis, filmnya belum mulai.
Sebelum SD, sekolah PAUD,
Banyak anak, rasanya bising.
Niat belajar biar cumlaude,
Baru baca judul, langsung pusing.
Ikan pindang dimasak petis,
Petis habis dimakan Gilang.
Ke gym pengen badan atletis,
Baru pemanasan udah pengen pulang.
Penyanyi namanya Iren,
Satu lagi namanya Arsen.
Ngaku sibuk biar keren,
Padahal nunggu unduhan 99%.
Wajah santai, terlihat kalem,
Tapi hati butuh jalan-jalan.
Lagi galau cari quotes dalem,
Ketemunya malah pantun dagelan.
Pohon mangga dipanjat Farhan,
Jatuh dia, harus diurut.
Ngaku jomblo karena pilihan,
Padahal ditolak 7 kali berturut-turut.
Makan enak bersama teman,
Penutupnya bakar ketan.
Lari pagi keliling taman,
Keseleo pas dadah ke mantan.
Burung pipit suaranya merdu,
Berkicau di halaman Anton.
Bikin teh manis pakai madu,
Diminum semut, aku cuma nonton.
Hari ini aku halu,
Mikirin rumah sesuai desain.
Makan di cafe foto dulu,
Saking lama, es batunya resign.
Pakai pensil membuat garis,
Pensil tumpul perlu diasah.
Caption galau full quotes Inggris,
Grammar-nya bikin Google gelisah.
Kumpulan Pantun 5: Sindiran Nyelekit
Ke kecamatan aku diutus,
Padahal kerja lagi hiatus.
Bilangnya "pinjam dulu seratus,"
Pas ditagih, silaturahmi putus.
Membaca doa agar berkah,
Jangan sampai pindah haluan.
Pertanyaannya "kapan nikah?"
Diseriusin, kabur duluan.
Ada buah dalam peti,
Mau ambil, tak berani.
Kirim pesan pakai hati,
Dibalas "maaf, siapa ini?"
Bawang mulai dirajang,
Untuk membuat bumbu goang.
Sudah PD kirim chat panjang,
Dibalasnya “ok” doang.
Lempar batu ke jalan,
Terlindah oleh tank baja.
Ngaku ngirit tiap bulan,
Shopee bunyi langsung belanja.
Rambut lurus pakai catok,
Biar cantik temu abang.
Niat puasa scroll TikTok,
Eh nontonnya video mukbang.
Jalan-jalan ke Kediri,
Ada lubang lagi digali.
Bilangnya sih percaya diri,
Tapi cek foto gak cukup sekali.
Lihat kontak, siapa yang aktif,
Nemu temen namanya Felix.
Niat hati ingin produktif,
Buka laptop langsung Netflix.
Beli batagor di Mang Dadang,
Batagornya dimakan soang.
Ngomongnya “yuk, makan padang,”
Yang di piring sambel doang.
Umat beragama dikenal taat,
Hatinya baik, tak akan jahat.
Bilangnya “I'm fine” setiap saat,
Tapi tiap ditanya, malah curhat.
Pergi ke sawah, panjat kelapa,
Di tengah jalan ada rubah.
Sok santai, gak peduli apa-apa,
Tapi statusnya tiap jam berubah.
Minuman keras namanya amer,
Makanan asin namanya teri.
Ngakunya enggak suka pamer,
Tapi foto barang baru setiap hari.
Sampah di jalan aku buang,
Makanan di tangan aku telan.
Sok bijak ngomong soal uang,
Tapi saldo cekak tiap bulan.
Pohon itu tumbuh batang,
Aku pegang daunnya buyar.
Waktu susah dikasih utang,
Sampai kaya belum dibayar.
Pisau tumpul aku asah,
Lalu kujual pada Bu Aliah.
Ilmu setipis tisu basah,
Tapi sombongnya kayak profesor kuliah.
Beli shampoo harga satuan,
Malah dibayar sama Tian.
Sahabat waktu butuh bantuan,
Musuh saat disuruh gantian.
Kalau belajar harus serius,
Supaya bisa raih prestasi.
Muka datar sok misterius,
Ternyata bingung, gak paham situasi.
Naik pesawat ke Balikpapan,
Telat sedikit karena lamban.
Janji ketemu jam delapan,
Datang jam sembilan tanpa beban.
Itulah deretan pantun lucu bikin ngakak, mulai dari pantun gombal sampai sindiran halus, yang bisa jadi referensi hiburan. Jangan lupa pilih dan simpan pantun favorit masing-masing, lalu bagikan tawa ke orang lain! (NF)
Baca juga: 100 Contoh Pantun Terima Kasih Lucu dan Menghibur
