Abu Vulkanik Krakatau Sampai Mana? Cek Info Resmi dari BMKG di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Abu vulkanik Krakatau sampai mana? Pertanyaan ini banyak membuat orang resah karena memiliki keluarga yang tinggal di sekitar wilayah terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, Banten dan Lampung.
Mengutip halaman resmi www.bmkg.go.id, pemantauan BMKG pada Senin, 7 September 2026 memberikan informasi bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah menyebar cukup luas dari kawasan Selat Sunda.
Sebaran ini berada di sekitar gunung dan telah terbawa angin ke berbagai wilayah di bagian barat Indonesia. Arah pergerakan abu pada saat pemantauan tersebut menuju ke barat.
Abu Vulkanik Krakatau Sampai Mana Sebarannya untuk Antisipasi
Abu vulkanik Krakatau sampai mana? Berdasarkan info BMKG melalui analisis citra satelit Himawari-9 pada pukul 09.00 WIB, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada lapisan atmosfer dari permukaan sampai ketinggian 15.000 kaki.
Jumlah tersebut hampir sekitar 4,57 kilometer dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot atau kurang lebih 28 kilometer per jam.
Pada lapisan ketinggian tersebut, sebaran abu sudah meluas dari kawasan Gunung Anak Krakatau menuju barat daya hingga barat laut.
Beberapa wilayah Indonesia yang berada dalam cakupan sebaran meliputi sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat, bagian selatan provinsi Lampung, dan Bengkulu.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga dapat diamati di wilayah perairan di sekitar daerah tersebut dan meluas menuju Samudra Hindia.
Pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi dari permukaan hingga sekitar 50.000 kaki atau 15,24 kilometer, sebaran abu mencapai jauh ke arah Samudra Hindia.
Abu tersebar di wilayah laut sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten. Pada wilayah ini, material vulkanik bergerak semakin menjauhi wilayah Indonesia.
Hal itu menunjukkan bahwa sebaran abu Gunung Anak Krakatau memiliki jangkauan yang berbeda-beda menyesuaikan pada ketinggian dan kondisi angin di atmosfer Bumi.
Dampak nyata dari sebaran abu vulkanik terasa di sektor penerbangan. Abu vulkanik yang berada di udara dapat membahayakan pesawat, apalagi jika masuk ke jalur penerbangan.
Sebab itu, BMKG menerbitkan informasi meteorologi penerbangan melalui SIGMET secara berkala. Sejak erupsi yang terjadi pada 4 September 2026, BMKG sudah menerbitkan 39 dokumen SIGMET sebagai informasi kondisi abu vulkanik kepada sektor penerbangan.
Abu vulkanik Krakatau sampai mana? Jawabannya bergerak ke arah barat dan masih bisa berubah yang dipengaruhi faktor angin di atmosfer. Pantau status terbaru Gunung Anak Krakatau dari BMKG agar mendapatkan informasi akurat. (Win)
Baca juga: Apakah Abu Vulkanik Dapat Menyuburkan Tanah? Ini Penjelasannya
