Agenda Kirab Mahkota Binokasih 2026, Napak Tilas Pajajaran

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agenda Kirab Mahkota Binokasih 2026 saat ini tengah menjadi perhelatan budaya yang paling dinanti masyarakat Jawa Barat. Kegiatan kirab ini merupakan arak-arakan budaya yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya Sunda.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum napak tilas sejarah kejayaan Kerajaan Pajajaran yang lekat dengan warisan Prabu Siliwangi dan simbol kebesaran Mahkota Binokasih.
Agenda Kirab Mahkota Binokasih 2026, Napak Tilas Pajajaran dan Budaya Sunda
Berdasarkan informasi resmi yang dibagikan oleh Instagram @disparbudjabar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, agenda Kirab Mahkota Binokasih 2026 kirab budaya hari ke-6 mengangkat tema “Nitis Wanci Batutulis”. Kegiatan ini berlangsung di Kota Bogor pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 19.30 WIB.
Rute kirab dimulai dari Museum Pajajaran kemudian menuju Lawang Surya Kencana. Jalur ini merupakan simbol perjalanan sejarah yang menautkan kembali jejak peradaban Sunda dengan kawasan bersejarah di pusat Kota Bogor.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan juga bahwa sebanyak 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat ikut ambil bagian. Hal ini menandakan besarnya skala acara budaya ini.
Dikutip dari bapenda.jabarprov.go.id, sebelumnya, kegiatan pertama Kirab Mahkota Binokasih 2026 dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026 pada pukul 19.30 WIB di wilayah Cianjur. Masyarakat sekitar juga diimbau untuk hadir dan turut menyaksikan prosesi kirab yang merupakan simbol perjalanan sejarah Pajajaran.
Kirab Mahkota Binokasih 2026 menampilkan ragam kesenian khas daerah hingga memperkaya nuansa napak tilas Pajajaran. Dari Kota Bogor, kesenian yang diangkat adalah Tari Payung Pajajaran, tarian kreasi baru yang menggambarkan iring-iringan putri Sri Baduga Maharaja menuju Pakuan Pajajaran untuk menyaksikan penobatan raja.
Selain itu, terdapat juga berbagai kesenian daerah lain dari seluruh Jawa Barat. Beberapa di antaranya adalah Angklung Gubrag dari Kabupaten Bogor, Kuda Renggong dari Kabupaten Sumedang, Sisingaan dari Kabupaten Subang, Manuk Janur dari Kota Banjar, Tari Topeng Bekasi dari Kabupaten Bekasi, Ngarak Posong dari Kabupaten Cianjur, dan Berokan Dermayu dari Kabupaten Indramayu.
Kehadiran 27 kesenian khas daerah ini membuat acara kirab menjadi panggung besar ekspresi budaya Sunda yang hidup dan terus diwariskan.
Agenda kirab ini juga memperkenalkan 14 kampung adat di Jawa Barat. Nama-nama seperti Kampung Adat Kuta, Kampung Naga, Kampung Adat Pulo, Kampung Adat Urug, Kampung Adat Ciptagelar, dan Kampung Adat Cireundeu turut diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan tradisi yang masih lestari hingga sekarang.
Menariknya, kirab budaya ini juga melibatkan kesenian dari luar Jawa Barat. Terdapat Ondel-Ondel dari Jakarta, Rampak Bedug dari Banten, Kentongan dari Cilacap, Seni Umbul dan Kuda Lumping dari Brebes, dan Calung dari Banyumas.
Diselenggarakannya Kirab Mahkota Binokasih 2026 menjadi wisata budaya Sunda yang begitu menarik. Acara ini sekaligus memperlihatkan kepada dunia bahwa warisan Pajajaran tetap hidup, dirawat, dan terus dikenalkan kepada generasi masa kini. (Win)
Baca juga: Harga Tiket Poliponi 2026, Cara Beli, dan Info Pentingnya
