Konten dari Pengguna

Akreditasi Unggul dan A Bagus Mana? Ini Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Akreditasi Unggul dan A Bagus Mana. Unsplash/Kenny Eliason
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Akreditasi Unggul dan A Bagus Mana. Unsplash/Kenny Eliason

Dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia, istilah akreditasi menjadi tolak ukur kualitas suatu perguruan tinggi maupun program studi. Namun, masih banyak yang bingung ketika membandingkan akreditasi unggul dan A bagus mana.

Pertanyaan ini wajar muncul karena adanya perubahan sistem penilaian akreditasi oleh BAN-PT sejak tahun 2019, yang mengubah peringkat dari A, B, C menjadi Unggul, Baik Sekali, dan Baik.

Perbedaan Sistem Pendidikan Akreditasi Lama dan Baru

Ilustrasi Akreditasi Unggul dan A Bagus Mana. Unsplash/MD Duran

Dalam konteks sistem akreditasi, banyak yang mempertanyakan akreditasi unggul dan A bagus mana, sebab keduanya sama-sama dianggap puncak mutu.

Sebelum perubahan, akreditasi menggunakan skala A, B, dan C. Peringkat A menjadi pencapaian tertinggi yang menunjukkan mutu terbaik dari sebuah perguruan tinggi atau program studi.

Setelah diberlakukannya instrumen IAPS 4.0 dan IAPT 3.0, sistem baru menghadirkan peringkat Unggul, Baik Sekali, dan Baik.

Mengutip dari situs banpt.or.id, BAN-PT menjelaskan bahwa A pada sistem lama bisa dikonversi ke Unggul melalui mekanisme ISK (Instrumen Suplemen Konversi).

Artinya, Unggul setara dengan A, bahkan dianggap lebih relevan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi terbaru yang lebih menekankan pada mutu berkelanjutan dan relevansi internasional.

Konversi dan Pengakuan Internasional

Ilustrasi Akreditasi Unggul dan A Bagus Mana. Unsplash/A. C.

Selain pengakuan dari lembaga nasional, BAN-PT juga memberikan apresiasi terhadap hasil akreditasi internasional.

Program studi yang berhasil memperoleh akreditasi penuh dari lembaga internasional yang diakui, berhak langsung dikonversi setara dengan peringkat Unggul.

Kebijakan ini menjadi dorongan bagi perguruan tinggi untuk tidak hanya fokus pada standar dalam negeri, tetapi juga menyesuaikan diri dengan kriteria mutu global yang lebih ketat.

Dengan adanya pengakuan ini, status Unggul semakin bermakna karena mencerminkan kualitas yang diakui secara internasional.

Artinya, peringkat tersebut tidak hanya menandakan keunggulan di tingkat nasional, tetapi juga memperlihatkan bahwa program studi mampu bersaing dan diterima dalam lingkup pendidikan yang lebih luas, baik regional maupun global.

Pertanyaan Akreditasi Unggul dan A bagus mana, jawabannya adalah keduanya sama-sama merepresentasikan mutu terbaik.

Unggul merupakan penyebutan terbaru yang lebih menyesuaikan perkembangan standar pendidikan tinggi saat ini.

Dengan begitu, mahasiswa maupun calon mahasiswa bisa lebih percaya diri memilih kampus dengan peringkat Unggul karena kualitasnya sudah diakui secara nasional bahkan bisa disejajarkan di tingkat internasional. (Echi)

Baca Juga: Syarat Rekrutmen PLN 2025 yang Wajib Diketahui