Alasan Cagar Alam Tidak Boleh Digunakan untuk Kegiatan Wisata

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cagar alam merupakan salah satu konservasi dengan fungsi yang sangat penting. Pertanyaannya, mengapa cagar alam tidak boleh digunakan untuk kegiatan wisata?
Dikutip dari Buku Modul Pembelajaran Mata Kuliah Ekologi dan Konservasi Hutan Pulau-Pulau Kecil, Dr. Ir. Fransina Sarah Latumahina, (2021: 76), cagar alam adalah suatu kawasan perlindungan alam yang memiliki ciri khas, yaitu tumbuhan dan hewan yang perkembangannya diserahkan pada alam.
Mengapa Cagar Alam Tidak Boleh Digunakan untuk Kegiatan Wisata? Inilah Alasannya
Cagar alam menyimpan aneka flora dan fauna yang unik. Kawasan ini tidak boleh dijadikan area wisata yang bebas. Lantas, mengapa cagar alam tidak boleh digunakan untuk kegiatan wisata?
1. Gangguan pada Ekosistem
Kegiatan wisata yang dilakukan di cagar alam dapat mengganggu ekosistem yang ada di dalamnya.
Dengan banyak pengunjung yang datang ke cagar alam bisa menyebabkan kerusakan habitat flora dan fauna yang ada.
Hal tersebut tentunya bisa mengancam keberlangsungan hidup spesies yang dilindungi di dalam cagar alam tersebut.
2. Kerusakan Lingkungan
Cagar alam untuk kegiatan wisata juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Banyaknya pengunjung yang datang bisa meningkatkan polusi, baik polusi udara, maupun suara.
Selain itu, pembangunan infrastruktur untuk mendukung kegiatan wisata di cagar alam, bisa merusak lingkungan sekitar di sana.
3. Kehilangan Biodiversitas
Cagar alam dibuat untuk melindungi keanekaragaman hayati. Namun, penggunaan untuk kegiatan wisata bisa menyebabkan kehilangan biodiversitas.
Gangguan yang ada di ekosistem cagar alam tersebut bisa menyebabkan spesies-spesies yang ada di cagar alam menjadi terancam punah.
4. Kehilangan Keaslian dan Keheningan
Cagar alam merupakan tempat dengan keaslian dan keheningan alam yang khas. Penggunaan cagar alam untuk wisata dapat menyebabkan hilangnya keaslian dan keheningan tersebut.
Suara bising pengunjung dapat mengganggu keheningan alam yang ada di cagar alam.
5. Penyimpangan Aturan
Terakhir, alasan cagar alam tidak boleh dijadikan tempat wisata adalah dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan aturan.
Dengan banyaknya pengunjung yang datang, dapat membuat sulitnya pengelolaan dan pengawasan.
Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran aturan yang dapat merugikan lingkungan dan flora fauna yang ada di sana.
Dengan demikian, larangan penggunaan cagar alam untuk kegiatan wisata merupakan bentuk tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar tetap terjaga keasliannya. (NOV)
Baca juga: Ciri-ciri Cagar Alam beserta Contohnya
