Konten dari Pengguna

Alasan Kearifan Lokal Menjadi Penting dalam Menghadapi Dampak Globalisasi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana kearifan lokal dapat menjadi sumber daya yang penting dalam menghadapi dampak globalisasi. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana kearifan lokal dapat menjadi sumber daya yang penting dalam menghadapi dampak globalisasi. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters

Bagaimana kearifan lokal dapat menjadi sumber daya yang penting dalam menghadapi dampak globalisasi berkaitan dengan cara masyarakat mempertahankan nilai yang sudah tumbuh di lingkungannya.

Perubahan akibat hubungan antarnegara membuat berbagai budaya, gaya hidup, dan pola pikir dapat saling berinteraksi dengan lebih mudah.

Kondisi tersebut tidak selalu harus dilihat sebagai pertentangan antara tradisi dan modernitas karena keduanya dapat berjalan beriringan.

Bagaimana Kearifan Lokal Dapat Menjadi Sumber Daya yang Penting dalam Menghadapi Dampak Globalisasi?

Ilustrasi Bagaimana kearifan lokal dapat menjadi sumber daya yang penting dalam menghadapi dampak globalisasi. Foto: Unsplash.com/Lush Kooch

Bagaimana kearifan lokal dapat menjadi sumber daya yang penting dalam menghadapi dampak globalisasi? Dikutip dari setneg.go.id, kearifan lokal dapat berfungsi sebagai pegangan untuk mempertahankan identitas sekaligus menyaring pengaruh luar yang masuk ke kehidupan masyarakat.

Nilai tersebut dapat berupa adat, bahasa daerah, kesenian, pengetahuan tradisional, cara bermasyarakat, sampai aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan manusia dengan lingkungan.

Salah satu bentuk yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Nilai tersebut mendorong seseorang untuk menyelesaikan persoalan bersama tanpa hanya memikirkan kepentingan pribadi.

Di tengah pola hidup yang semakin individual, kebiasaan bekerja bersama dapat menjaga hubungan sosial sekaligus membangun rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Kearifan lokal juga dapat berfungsi sebagai sumber pengetahuan untuk menghadapi persoalan lingkungan.

Sejumlah komunitas memiliki aturan tradisional mengenai pemanfaatan air, tanah, hutan, dan hasil alam agar penggunaannya tidak merusak keseimbangan.

Sistem subak di Bali, misalnya, menunjukkan pengaturan irigasi yang berkaitan dengan kerja sama masyarakat serta pengelolaan lahan pertanian.

Nilai budaya juga dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pengenalan cerita rakyat, bahasa daerah, permainan tradisional, kesenian, dan praktik sosial di lingkungan sekolah membuat generasi muda tidak hanya mengenal budaya sebagai peninggalan masa lalu.

Pengetahuan tersebut dapat dipelajari bersama perkembangan teknologi sehingga budaya lokal tetap memiliki ruang dalam kehidupan generasi yang tumbuh di era digital.

Teknologi justru dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan budaya lokal.

Dokumentasi kesenian, pembuatan konten edukatif, pengarsipan bahasa daerah, serta promosi kerajinan melalui platform digital dapat membantu memperkenalkan warisan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Cara tersebut memungkinkan tradisi beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa harus menghilangkan nilai utama yang terkandung di dalamnya.

Pelestarian juga tidak berarti mempertahankan seluruh bentuk tradisi secara kaku. Unsur budaya yang masih relevan dapat diteruskan, sedangkan cara penyampaiannya dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat saat ini.

Pendekatan tersebut membuat kearifan lokal tetap hidup karena tidak hanya disimpan sebagai catatan sejarah, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan generasi muda memiliki peran penting dalam proses tersebut. Ruang untuk mempelajari, mempraktikkan, dan mengembangkan budaya lokal dapat membuat warisan tersebut tetap terhubung dengan kehidupan masa kini.

Pada saat yang sama, masyarakat tetap dapat menerima pengetahuan dan perkembangan dari luar tanpa kehilangan ciri budaya yang telah membentuk lingkungan sosialnya.

Dengan demikian, bagaimana kearifan lokal dapat menjadi sumber daya yang penting dalam menghadapi dampak globalisasi dapat dilihat dari perannya dalam menjaga identitas, memperkuat hubungan sosial, serta mempertahankan pengetahuan yang sesuai dengan kondisi lingkungan.

Kearifan lokal tetap dapat berkembang mengikuti perubahan zaman selama nilai utamanya dipertahankan dan cara penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. (Shofia)

Baca Juga: Peran Indonesia dalam Perdagangan Antar Bangsa di Era Globalisasi