Alasan Mengapa Bahasa Melayu Dijadikan Cikal Bakal Bahasa Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berikut ini merupakan alasan mengapa bahasa Melayu dijadikan cikal bakal bahasa Indonesia kecuali bahasa Melayu. Pertanyaan tersebut ada dalam materi sejarah Bahasa Indonesia dan pembelajaran kebahasaan di sekolah menengah.
Pemilihan bahasa persatuan pada masa pergerakan nasional didasarkan pada berbagai pertimbangan historis, sosial, budaya, dan praktis yang telah berkembang lama.
Perjalanan bahasa Melayu di Nusantara menunjukkan peran pentingnya sebagai sarana komunikasi lintas daerah yang digunakan oleh beragam kelompok masyarakat.
Alasan Mengapa Bahasa Melayu Dijadikan Cikal Bakal Bahasa Indonesia dalam Sejarah Nusantara
Berikut ini merupakan alasan mengapa bahasa Melayu dijadikan cikal bakal bahasa Indonesia kecuali bahasa Melayu. Jawaban yang tepat adalah pernyataan yang menyebut bahasa Melayu tidak dikenal luas atau tidak memiliki peran penting dalam komunikasi masyarakat Nusantara, karena hal tersebut bertentangan dengan fakta sejarah.
Dikutip dari balaibahasaprovinsimaluku.kemendikdasmen.go.id, perlu diketahui bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu yang telah berkembang selama berabad-abad di berbagai wilayah Asia Tenggara.
Bahasa Melayu digunakan oleh penduduk di sepanjang pesisir timur Sumatra, Kepulauan Riau, Semenanjung Malaka, Kalimantan, hingga sejumlah daerah perdagangan penting lainnya.
Salah satu alasan utama bahasa Melayu dipilih sebagai dasar bahasa Indonesia adalah fungsinya sebagai lingua franca. Istilah ini merujuk pada bahasa perhubungan yang digunakan oleh masyarakat dengan latar belakang bahasa berbeda.
Pada masa lalu, pedagang dari berbagai daerah memanfaatkan bahasa Melayu untuk melakukan transaksi dan komunikasi sehari-hari.
Faktor lain yang mendukung pemilihan bahasa Melayu adalah penyebarannya yang sangat luas. Tidak banyak bahasa daerah yang memiliki jangkauan penggunaan seluas bahasa Melayu pada masa itu.
Kondisi tersebut membuat bahasa Melayu lebih mudah diterima oleh berbagai kelompok masyarakat dari beragam suku bangsa.
Bahasa Melayu juga telah memiliki tradisi tulis yang kuat. Sejak masa Kerajaan Sriwijaya, bahasa Melayu digunakan dalam berbagai prasasti dan dokumen penting.
Perkembangan tersebut berlanjut pada masa Kesultanan Melaka, Johor-Riau, hingga Riau-Lingga yang menjadi pusat perkembangan sastra dan kebudayaan Melayu. Kemudahan struktur bahasa Melayu turut menjadi pertimbangan penting.
Tata bahasa yang relatif sederhana membuat bahasa ini lebih mudah dipelajari dibandingkan sejumlah bahasa daerah yang memiliki tingkatan tutur atau aturan penggunaan yang lebih kompleks.
Pada awal abad ke-20, bahasa Melayu telah berkembang menjadi bahasa pendidikan dan penerbitan. Berbagai buku, surat kabar, majalah, serta bahan ajar menggunakan bahasa Melayu sehingga bahasa tersebut semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Kehadiran Balai Pustaka juga berperan dalam memperluas penggunaan ragam Melayu pustaka yang kemudian menjadi dasar bahasa Indonesia modern.
Alasan berikutnya adalah sifat bahasa Melayu yang relatif netral. Indonesia memiliki ratusan kelompok etnis dengan bahasa daerah masing-masing.
Pemilihan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan dinilai lebih mampu diterima oleh berbagai kalangan dibandingkan bahasa daerah yang hanya mewakili kelompok tertentu.
Perjalanan bahasa Melayu menuju bahasa Indonesia mencapai titik penting pada Kongres Pemuda I tahun 1926 ketika nama "Bahasa Indonesia" mulai disepakati.
Selanjutnya, pada Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa persatuan melalui Sumpah Pemuda.
Perkembangan bahasa Indonesia setelah kemerdekaan terus berlangsung hingga menjadi bahasa nasional dan bahasa negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945.
Meskipun namanya berubah menjadi bahasa Indonesia, akar sejarah dan perkembangan awalnya tetap berasal dari bahasa Melayu yang telah lama digunakan di Nusantara.
Oleh karena itu, jika menemukan soal dengan kata "kecuali", pilihan yang benar biasanya merupakan pernyataan yang bertentangan dengan fakta sejarah, misalnya bahasa Melayu tidak tersebar luas, tidak digunakan dalam perdagangan, atau tidak memiliki peran sebagai alat komunikasi antarsuku.
Pernyataan semacam itu bukan alasan yang menyebabkan bahasa Melayu dipilih sebagai cikal bakal bahasa Indonesia.
Pemilihan bahasa Indonesia tidak dilakukan secara kebetulan, melainkan berdasarkan pertimbangan sejarah, sosial, budaya, dan kebahasaan yang telah terbentuk selama waktu yang sangat panjang.
Sebab itulah bahasa Melayu memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia.
Alasan mengapa bahasa Melayu dijadikan cikal bakal bahasa Indonesia adalah karena perannya sebagai bahasa perhubungan yang luas, netral, dan telah berkembang dalam sejarah panjang Nusantara.
Dalam berbagai soal pendidikan maupun ujian, kata "kecuali" menunjukkan pilihan yang bukan termasuk alasan utama. Oleh karena itu, jawaban yang benar biasanya merupakan pernyataan yang bertentangan dengan fakta sejarah perkembangan bahasa Melayu di Nusantara. (Shofia)
Baca Juga: Jurnal yang Ditulis Seorang Seniman Rupa Berupa Catatan dan Gambar
