Konten dari Pengguna

Anak Usia Dini Termasuk Kelompok yang Rentan terhadap Kekerasan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Anak Usia Dini Termasuk Kelompok yang Rentan terhadap Kekerasan,Foto:Unsplash/MI PHAM
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Usia Dini Termasuk Kelompok yang Rentan terhadap Kekerasan,Foto:Unsplash/MI PHAM

Mengapa anak usia dini termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap kekerasan? Pertanyaan ini penting dipahami karena pada masa inilah anak sedang berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.

Anak usia dini belum mampu melindungi dirinya sendiri, masih bergantung penuh kepada orang dewasa, serta belum memiliki kemampuan untuk memahami atau melawan tindakan yang membahayakan dirinya.

Mengapa Anak Usia Dini Termasuk Kelompok yang Sangat Rentan terhadap Kekerasan

Ilustrasi Anak Usia Dini Termasuk Kelompok yang Rentan terhadap Kekerasan,Foto:Unsplash/Robert Collins

Mengapa anak usia dini termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap kekerasan? Berikut jawabannya yang dikutip dari jurnal Pendidikan Anti Kekerasan Untuk Anak Usia Dini: Konsepsi dan Implementasinya oleh Riris (2016).

1. Anak Masih Bergantung pada Orang Dewasa

Pada usia dini, anak belum mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Masih membutuhkan bantuan orang tua, keluarga, guru, maupun orang dewasa lainnya dalam hampir semua aktivitas.

Ketergantungan ini membuat anak mudah menjadi korban kekerasan karena belum memiliki kekuatan untuk melawan atau melindungi diri.

2. Masa Golden Age Sangat Menentukan Perkembangan Anak

Anak usia dini berada pada masa golden age atau masa keemasan perkembangan. Pada tahap ini perkembangan otak, emosi, bahasa, dan sosial berlangsung sangat cepat.

Jika anak mengalami kekerasan, baik fisik maupun verbal, hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan mental dan emosionalnya dalam jangka panjang.

3. Anak Belum Bisa Membedakan Perilaku Baik dan Buruk

Sebagian besar anak usia dini belum memahami bahwa tindakan tertentu termasuk kekerasan. Anak juga seringkali takut untuk bercerita ketika mengalami perlakuan tidak menyenangkan.

Kondisi ini membuat anak menjadi lebih mudah menjadi korban tanpa diketahui orang lain.

4. Lingkungan Sangat Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Pada usia dini, anak mudah meniru apa yang dilihat dan didengar dari lingkungan sekitar. Jika anak sering melihat kekerasan, bentakan, atau perlakuan kasar, anak dapat tumbuh dengan rasa takut, rendah diri, bahkan meniru perilaku tersebut kepada orang lain.

5. Dampak Kekerasan Bisa Berlangsung Lama

Kekerasan pada anak usia dini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga luka psikologis. Anak dapat mengalami trauma, kehilangan rasa percaya diri, sulit bersosialisasi, hingga terganggu proses belajarnya.

Perlindungan terhadap anak usia dini harus menjadi tanggung jawab bersama agar dapat tumbuh dengan aman, sehat, dan bahagia

Itulah penjelasan mengapa anak usia dini termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap kekerasan.

Pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang masih sangat awal, anak membutuhkan perlindungan, perhatian, dan lingkungan yang penuh kasih sayang agar dapat tumbuh dengan baik. (shr)

Baca juga: Modifikasi Permainan untuk Pengembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini