Konten dari Pengguna

Anthropological Approach: Pendekatan Ilmu Sosial yang Dekat dengan Realitas

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Anthropological Approach, Foto:Unsplash/Roman Kraft
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anthropological Approach, Foto:Unsplash/Roman Kraft

Anthropological approach merupakan pendekatan dari ilmu sosial yang bertujuan memahami manusia secara menyeluruh melalui cara hidup, nilai, serta praktik budaya yang melekat dalam keseharian mereka.

Pendekatan ini menekankan bahwa realitas sosial tidak dapat dijelaskan hanya dengan data statistik atau teori luas, melainkan harus dipahami dari sudut pandang pelaku yang mengalaminya langsung.

Pendekatan antropologis mengajak peneliti turun ke lapangan, berinteraksi, mengamati, bahkan ikut terlibat dalam aktivitas masyarakat agar mampu menangkap makna yang tersembunyi di balik perilaku sosial.

Anthropological Approach dalam Sosial Budaya

Ilustrasi Anthropological Approach, Foto:Unsplash/Ruthson Zimmerman

Dikutip dari laman socialsci.libretexts.or, mengungkapkan bahwa Anthropological Approach merupakan pendekatan dari ilmu sosial yang memadukan metode ilmiah, kerja lapangan, dan cara pandang holistik untuk memahami manusia secara menyeluruh.

Pendekatan ini menjelaskan bahwa setiap aspek biologi dan budaya manusia selalu saling berhubungan, sehingga perubahan dalam satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya.

Misalnya, kemampuan biologis manusia, seperti otak yang besar, memberi ruang bagi berkembangnya budaya yang lebih kompleks.

Melalui sudut pandang holistik, hubungan antar-subdisiplin dalam antropologi tetap terjaga dan membantu menunjukkan bahwa perkembangan dalam satu bidang dapat memunculkan pertanyaan baru di bidang lain, sama seperti perubahan dalam satu unsur budaya dapat berdampak pada unsur budaya lain serta lingkungan di sekitarnya.

Selain itu, antropologi modern juga berpegang pada prinsip relativisme budaya. Prinsip ini menekankan bahwa keyakinan dan perilaku seseorang sebaiknya dipahami berdasarkan budaya tempat ia hidup.

Sikap ini menghindari penilaian yang berpijak pada nilai pribadi, sehingga antropolog dapat menghargai moral, nilai, serta estetik kelompok lain sesuai cara pandang mereka.

Dalam kerja lapangan, penangguhan penilaian pribadi menjadi langkah penting agar pemahaman terhadap budaya lain dapat terjadi secara lebih jernih.

Dalam cabang arkeologi dan antropologi biologi, metode ilmiah digunakan untuk menganalisis data. Proses ini mencakup pengamatan, penyusunan hipotesis, pengumpulan data, analisis, dan penarikan kesimpulan.

Metodenya bersifat siklus karena hipotesis dapat diperbarui ketika data baru ditemukan, dan kemajuan teknologi dapat mengubah asumsi awal. Ketika kesimpulan berkembang, pertanyaan baru pun muncul dan memperluas arah penelitian.

Pada sisi lain, antropologi budaya dan antropologi linguistik menggunakan pendekatan yang lebih humanistik dan induktif.

Pendekatan ini bergantung pada pengamatan kehidupan sehari-hari serta penggunaan bahasa yang tampak dalam interaksi sosial.

Perbedaan cara kerja antar-subdisiplin ini pernah menimbulkan perdebatan, tetapi antropologi tetap diakui sebagai bagian dari ilmu sosial.

Kerja lapangan menjadi ciri penting penelitian antropologi. Data dikumpulkan langsung dari tempat manusia hidup atau dari situs arkeologi.

Dalam antropologi budaya, kerja lapangan dilakukan melalui observasi partisipan, sedangkan dalam arkeologi dilakukan melalui pengamatan lanskap dan penggalian.

Metode perbandingan digunakan untuk memahami persamaan, perbedaan, dan perubahan manusia di berbagai konteks.

Melalui perbandingan lintas budaya, masyarakat, waktu, dan spesies, antropologi membuka pemahaman yang lebih luas tentang beragam kemungkinan respons manusia terhadap berbagai situasi.(DANI)

Baca juga: Apakah Media Sosial Merupakan Sarana Berkomunikasi dan Belajar yang Baik?