Konten dari Pengguna

Apa Daerah Asal Wayang Golek?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Wayang Golek. Sumber: Portal Informasi Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wayang Golek. Sumber: Portal Informasi Indonesia

Wayang golek merupakan salah satu kesenian wayang yang menjadi warisan budaya Indonesia. Wayang golek juga diartikan sebagai alat peraga menyerupai boneka berbahan dasar kayu yang senantiasa dipentaskan oleh dalang.

Soni Sadono, dkk dalam jurnal Pewarisan Seni Wayang Golek di Jawa Barat, menyebutkan bahwa wayang golek merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat yang berasal dari wilayah Pasundan (Provinsi Jawa Barat).

Penamaan wayang golek karena wayangnya terbuat dari bahan kayu yang menyerupai bentuk manusia. Boneka yang terbuat dari kayu tersebutlah yang disebut dengan golek sehingga diberi nama wayang golek.

Jenis Wayang Golek

Dalam pewayangan di Jawa Barat, ada 3 jenis wayang golek yang berkembang, yaitu:

Wayang Golek Cepak

Jenis wayang ini juga dikenal sebagai wayang golek papak. Wayang ini terkenal di Cirebon dengan ceritera babad dan legenda serta menggunakan bahasa Cirebon.

Wayang Golek Purwa

Jenis wayang ini membawakan cerita tentang Mahabharata dan Ramayana. Wayang Golek Purwa menggunakan bahasa Sunda sebagai pengantar dalam pertunjukannya.

Wayang Golek Modern

Jenis ini memiliki kesamaan dengan wayang golek purwa, yaitu menceritakan tentang Mahabharata dan Ramayana. Namun, yang membedakan adalah cara mementaskannya.

Dalam pementasan wayang golek modern menggunakan listrik untuk membuat trik-trik. Pembuatan trik-trik tersebut untuk menyesuaikan pertunjukan wayang golek dengan kehidupan modern.

Ilustrasi Wayang Golek. Sumber: Pemerintahan Kota Bogor

Fungsi Wayang Golek

Wayang Golek memiliki beberapa fungsi selain fungsi utamanya, yaitu menghibur. Menurut Rosyadi dalam jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut beberapa fungsi dari wayang golek:

1. Wayang Golek sebagai Seni Pertunjukan

Fungsi ini merupakan fungsi utama dari wayang golek. Seperti yang diketahui, pertunjukkan wayang golek diadakan untuk menghibur masyarakat dengan cerita di dalamnya.

2. Wayang Golek sebagai Media Edukasi

Pertunjukkan wayang juga berfungsi sebagai penyebaran informasi. Ini karena pertunjukan tersebut sarat pesan moral yang mengedukasi masyarakat.

Wayang golek sebagai seni pertunjukkan rakyat juga penuh dengan kesederhanaan dengan pengunaan bahasa sehari-hari (merakyat). Pertunjukan ini juga lebih komunikatif sehingga mudah dimengerti oleh penonton.

3. Wayang Golek sebagai Ritual

Salah satu fungsi wayang golek dalam masyarakat Jawa Barat, di antaranya adalah untuk ngaruat. Ngaruat adalah ritual untuk membersihkan segala sesuatu, baik orang, maupun lingkungan desa dari segala marabahaya.

Ilustrasi Wayang Golek. Sumber: ADN

Orang yang harus diruat disebut dengan istilah sukerta. Orang-orang yang menurut tradisi Sunda harus diruwat (sukerta), antara lain:

  1. Nunggal (anak tunggal)

  2. Nanggung bugang (seorang adik yang kakaknya meninggal dunia)

  3. Suramba (empat orang putra)

  4. Surambi (empat orang putri)

  5. Pandawa (lima putra)

  6. Pandawi (lima putri)

  7. Talaga yanggal kausak (seorang putra dihapit putri)

4. Wayang Golek sebagai Cinderamata

Seperti yang kita ketahui, wayang golek merupakan boneka yang dipakai untuk seni pertunjukkan. Namun, tidak menutup kemungkinan karya seni ini dapat digunakan sebagai cinderamata.

Sebagai barang cenderamata, pembuatan wayang golek pun tidak harus terlalu mematuhi pakem-pakem yang terdapat dalam dunia pewayangan.

Namun, karakter dasar dari setiap wayang tetap dipertahankan. Kelebihannya adalah para pengrajin bisa lebih berimprovisasi, khususnya dalam pewarnaan.

(SAI)