Konten dari Pengguna

‎Apa Itu Etanol dalam BBM? Ini Jawaban dan Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Etanol dalam BBM. Unsplash/Visual Karsa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Etanol dalam BBM. Unsplash/Visual Karsa

Apa itu etanol dalam BBM salah satu pertanyaan yang sering muncul di tengah isu global tentang energi terbarukan.

Dikutip dari situs onesolution.pertamina.com, etanol atau etil alkohol dengan rumus kimia C2H5OH merupakan senyawa hasil fermentasi bahan alami seperti tebu, jagung, dan singkong.

Etanol kini dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam bahan bakar minyak (BBM) untuk menghasilkan energi yang lebih efisien sekaligus menekan emisi gas buang.

Apa Itu Etanol dalam BBM?

Ilustrasi Apa Itu Etanol dalam BBM. Unsplash/Aldrin Rachman Pradana

Apa itu etanol dalam BBM mengacu pada penggunaan etanol sebagai campuran bensin dengan kadar tertentu, seperti E5, E10, atau E20.

Etanol dihasilkan melalui proses fermentasi gula dari tanaman yang mengandung karbohidrat tinggi, contohnya tebu dan jagung.

Energi yang dihasilkan dari pembakaran etanol lebih bersih karena emisi karbonnya lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil murni.

Etanol juga sering disebut bioetanol, yaitu jenis bahan bakar nabati yang berasal dari sumber daya terbarukan.

Dalam penerapannya, etanol dicampurkan dengan bensin untuk meningkatkan angka oktan dan memperbaiki proses pembakaran di mesin kendaraan.

Selain itu, bahan bakar campuran etanol dan bensin dapat membantu mesin bekerja lebih efisien serta menurunkan kadar polusi udara yang dihasilkan dari sisa pembakaran bahan bakar.

Manfaat dan Penerapan Etanol dalam BBM

Ilustrasi Apa Itu Etanol dalam BBM. Unsplash/Getty Images

Pemanfaatan etanol dalam BBM memberikan sejumlah manfaat penting bagi lingkungan dan sektor energi.

Campuran etanol terbukti mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 43%, termasuk partikel berbahaya seperti CO2 dan NOx.

Dengan nilai oktan yang tinggi, etanol juga dapat meningkatkan kualitas bensin agar pembakarannya lebih sempurna.

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menetapkan kebijakan penggunaan bioetanol E5, yaitu campuran 5% etanol dengan 95% bensin.

Program ini bertujuan mendukung pengurangan impor bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain ramah lingkungan, produksi bioetanol juga membuka peluang ekonomi baru di sektor perkebunan dan industri bioenergi.

Apa itu etanol dalam BBM bukan hanya sekadar inovasi bahan bakar, tetapi juga langkah penting menuju masa depan energi yang lebih bersih.

Penggunaan bahan bakar campuran etanol dapat menekan polusi, meningkatkan efisiensi mesin, dan mendukung target energi hijau nasional. (Phonna)

Baca Juga: 5 Warna Cat Kayu yang Bagus untuk Kusen Pintu dan Jendela yang Aesthetic