Apa Itu Free Float? Ini Penjelasan Lengkapnya untuk Pemula

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu free float? Istilah ini muncul dalam pembahasan pasar modal, terutama ketika membahas saham perusahaan yang diperdagangkan di bursa. Bagi pemula, free float mungkin terdengar teknis dan membingungkan.
Padahal, konsep ini sangat penting untuk memahami seberapa likuid suatu saham dan bagaimana pergerakan harganya di pasar. Free float berkaitan erat dengan jumlah saham yang benar-benar tersedia untuk dibeli dan dijual oleh publik.
Dengan memahami apa itu free float, investor pemula dapat lebih bijak dalam menilai risiko, peluang, serta karakter pergerakan suatu saham sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
Apa Itu Free Float?
Apa itu free float? Dikutip dari laman corporatefinanceinstitute.com, free float adalah jumlah saham perusahaan yang beredar dan dapat diperdagangkan secara bebas oleh publik di pasar saham.
Free float tidak mencakup saham yang dimiliki oleh pihak-pihak tertentu yang umumnya tidak aktif memperdagangkan sahamnya, seperti pendiri perusahaan, manajemen, pemegang saham pengendali, atau pihak internal lainnya.
Saham-saham tersebut biasanya bersifat terkunci atau dibatasi, sehingga tidak ikut beredar secara aktif di pasar sekunder.
Dalam praktiknya, free float sering disebut juga sebagai public float. Konsep ini digunakan untuk menunjukkan seberapa besar porsi saham yang benar-benar tersedia bagi investor ritel maupun institusi.
Menurut CFI, perhitungan free float dilakukan dengan mengurangi total saham beredar (outstanding shares) dengan saham yang dibatasi atau dimiliki secara tertutup. Artinya, semakin besar porsi saham yang dimiliki publik, maka semakin besar pula nilai free float suatu perusahaan.
Keberadaan free float memiliki peran penting dalam pasar modal. Saham dengan free float tinggi umumnya memiliki likuiditas yang lebih baik karena jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan cukup banyak.
Kondisi ini memudahkan investor untuk membeli dan menjual saham tanpa memengaruhi harga secara signifikan. Sebaliknya, saham dengan free float rendah cenderung lebih volatil karena jumlah saham yang beredar di pasar terbatas, sehingga sedikit transaksi saja dapat menyebabkan perubahan harga yang tajam.
Selain itu, free float juga sering menjadi pertimbangan dalam penyusunan indeks saham dan keputusan investasi oleh investor institusional. Banyak lembaga keuangan dan pengelola indeks mensyaratkan tingkat free float tertentu agar saham dianggap layak masuk ke dalam indeks atau portofolio mereka.
Memahami free float membantu investor pemula melihat gambaran nyata tentang struktur kepemilikan saham dan dinamika perdagangannya di pasar. (Yolan)
Baca juga: Bursa Saham Asia Merah, IHSG Dibuka Melemah 0,35 Persen
