Apa itu Haji Furoda? Ini Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Pelaksanaannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu haji furoda? Haji furoda sebagai bagian jenis dari ibadah haji dalam Islam. Haji adalah ziarah tahunan ke kota suci Mekah yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial sekali seumur hidup.
Haji merupakan bagian dari lima rukun Islam, salah satu pilar utama dalam kehidupan seorang Muslim.
Ibadah haji dilaksanakan pada bulan Zulhijah. Bulan tersebut merupakan terakhir dalam kalender Islam, dan mencakup serangkaian ritual yang melambangkan berbagai aspek dari kehidupan Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Haji Furoda? Ini Penjelasannya
Apa itu haji furoda akan dibahas dalam pengertian ibadah haji. Beberapa ibadah utama dalam haji antara lain:
Ihram Keadaan suci yang harus dipatuhi oleh jemaah haji, yang meliputi mengenakan pakaian ihram dan menghindari tindakan tertentu.
Tawaf Mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
Sa'i Berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Wukuf di Arafah Berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah untuk berdoa dan bermuhasabah.
Mabit di Muzdalifah Menginap di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah untuk mengumpulkan kerikil.
Melontar Jumrah Melontar kerikil ke tiga pilar (jumrah) di Mina sebagai simbol pengusiran setan.
Tahalul Mencukur atau memotong sebagian rambut kepala sebagai tanda keluar dari keadaan ihram.
Pelaksanaan haji memiliki makna spiritual yang mendalam, mengajarkan tentang pengorbanan, kesetaraan, dan ketaatan kepada Allah.
Ibadah haji dalam Islam memiliki pengertian yang mendalam dan komprehensif, didasarkan pada sumber-sumber utama Islam yaitu Al-Qur'an dan hadis. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai ibadah haji berdasarkan Al-Qur'an:
1. Perintah untuk Berhaji
Allah Swt memerintahkan umat Islam untuk menunaikan ibadah haji dalam Al-Qur'an, di antaranya dalam Surah Al-Baqarah Ayat 196: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah..."
Dalam Surah Ali Imran Ayat 97, dinyatakan bahwa berhaji adalah kewajiban bagi orang yang mampu:
"Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana..."
2. Tempat Suci dan Ka'bah
Ka'bah sebagai pusat pelaksanaan ibadah haji disebut dalam Surah Al-Ma'idah Ayat 97:
"Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia..."
3. Ritual Haji
Beberapa ayat lainnya merujuk pada ritual haji, seperti tawaf dan wukuf di Arafah. Misalnya, dalam Surah Al-Baqarah Ayat 158:
"Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syi'ar Allah..."
Kesunahan dalam Ibadah Haji
Kesunahan (sunah) dalam ibadah haji merujuk pada tindakan-tindakan yang dianjurkan tetapi tidak wajib. Berikut adalah beberapa kesunahan yang dapat dilakukan oleh jamaah haji:
1. Memasuki Masjidil Haram dari Pintu Babus Salam
Diketahui dari beberapa hadis bahwa memasuki Masjidil Haram melalui Babus Salam dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan.
2. Mandi Sebelum Memasuki Mekah
Disunnahkan untuk mandi sebelum memasuki kota suci Mekah.
3. Memperbanyak Talbiyah
Membaca talbiyah ("Labbaik Allahumma Labbaik") dengan sering dan penuh penghayatan selama dalam keadaan ihram.
4. Memperbanyak Doa di Multazam
Multazam adalah tempat di antara pintu Ka'bah dan Hajar Aswad. Disunahkan untuk berdoa di tempat ini.
5. Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf Selamat Datang)
Tawaf ini dilakukan ketika pertama kali tiba di Mekah sebelum memulai rangkaian haji.
6. Memperbanyak Shalat di Masjidil Haram
Shalat di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang besar dibandingkan shalat di tempat lain.
7. Mabit (Menginap) di Mina pada Malam Tarwiyah (8 Zulhijah)
Mabit di Mina pada malam sebelum wukuf di Arafah adalah sunnah.
8. Mabit di Muzdalifah
Menginap di Muzdalifah dan mengumpulkan batu untuk melontar jumrah juga disunnahkan.
9. Mabit di Mina pada Hari-Hari Tasyriq
Menginap di Mina selama hari-hari tasyriq (11-13 Zulhijah) untuk melontar jumrah setiap harinya.
Hikmah Ibadah Haji
Ibadah haji membawa banyak hikmah dan pelajaran bagi umat Islam, baik secara individu maupun kolektif. Berikut adalah beberapa hikmah utama dari pelaksanaan ibadah haji:
Ketaatan kepada Allah Haji merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah. Menunaikan haji menunjukkan kepatuhan seorang Muslim terhadap rukun Islam.
Kesetaraan dan Persatuan Umat Haji mengumpulkan umat Islam dari berbagai penjuru dunia, tanpa memandang ras, status sosial, atau kekayaan. Semua jamaah mengenakan pakaian ihram yang sederhana, melambangkan persamaan di hadapan Allah.
Pengorbanan dan Kesabaran Melaksanakan haji membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya. Proses haji juga menguji kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan.
Penghapusan Dosa Haji mabrur (haji yang diterima) dapat menghapuskan dosa-dosa sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam hadis: "Barangsiapa berhaji karena Allah semata dan tidak berkata-kata kotor serta tidak berbuat fasik, ia akan kembali seperti hari dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Memperkuat Iman dan Takwa Seluruh rangkaian ibadah haji, dari tawaf hingga melontar jumrah, memperkuat iman dan ketaqwaan kepada Allah.
Menghidupkan Sunah Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad Ibadah haji menghidupkan kembali kisah-kisah pengorbanan dan ketundukan Nabi Ibrahim dan keluarganya, serta mengamalkan sunnah Nabi Muhammad saw.
Pengalaman Spiritual Haji memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, memungkinkan jamaah untuk merasakan kedekatan dengan Allah dan meningkatkan spiritualitas mereka.
Pembelajaran dan Pengingat Berada di tempat-tempat bersejarah seperti Ka'bah, Arafah, dan Mina memberikan pelajaran dan pengingat akan sejarah Islam dan pengorbanan para nabi dan sahabat. Ibadah haji, dengan segala kesunahan dan hikmahnya, memberikan pengalaman yang mendalam dan transformasional bagi setiap Muslim yang melaksanakannya.
Penjelasan Haji Furoda
Haji furoda adalah jenis ibadah haji yang dilakukan oleh umat Islam di luar kuota haji resmi yang disediakan oleh pemerintah negara asal. Istilah "furoda" berasal dari bahasa Arab yang berarti "mandiri" atau "individual".
Dalam konteks ini, haji furoda merujuk pada jamaah haji yang mendapatkan visa haji langsung dari Pemerintah Arab Saudi tanpa melalui kuota yang diberikan kepada pemerintah Indonesia atau negara lain.
Dikutip dari www.nu.or.id, haji furoda atau haji non-kuota ini pada awalnya diatur berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2008 sebagai praktik ibadah haji furoda yang tidak diakui oleh pemerintah Indonesia.
Hal ini karena praktik haji ini di luar kuota resmi rombongan haji Indonesia. Sementara itu, Arab Saudi sebagai negara tujuan pelaksanaan ibadah haji menyediakan visa khusus yang disebut sebagai visa mujamalah.
Sehingga, pemerintah Indonesia melegalkan praktik haji furoda yang tertuang dalam Undang-Undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (UUPIHU).
Praktik ibadah haji furoda menggunakan visa Mujamalah ini adalah ibadah haji yang hukumnya legal dan diperbolehkan di Indonesia.
Haji furoda ini di luar kuota pemerintah Indonesia yang dapat langsung berangkat haji tanpa proses antre. Jamaah haji furoda berangkat menggunakan jalur visa khusus dari Pemerintah Arab Saudi.
1. Ciri-ciri Haji Furoda
Berikut adalah beberapa ciri-ciri haji furoda yang kuotanya disediakan langsung oleh pemerintah Arab Saudi:
Visa Haji Mujamalah Jamaah Haji Furoda mendapatkan visa mujamalah, yaitu visa undangan dari Kerajaan Arab Saudi. Visa ini berbeda dengan visa yang didapatkan melalui jalur kuota resmi pemerintah.
Tidak Menunggu Kuota Karena tidak terikat dengan kuota resmi, calon jamaah Haji Furoda tidak perlu menunggu lama, berbeda dengan calon haji reguler yang harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan giliran berangkat.
Biaya Lebih Tinggi Biaya haji Furoda biasanya lebih mahal dibandingkan dengan haji reguler, karena biaya pengurusan visa khusus dan akomodasi yang seringkali lebih mewah.
Pelayanan Pribadi Jamaah Haji Furoda sering mendapatkan pelayanan yang lebih pribadi dan nyaman, termasuk fasilitas penginapan dan transportasi yang lebih baik.
2. Kelebihan Haji Furoda
Terdapat beberapa kelebihan ibadah haji furoda, diantaranya:
Waktu Tunggu Singkat Proses keberangkatan yang lebih cepat dibandingkan dengan haji reguler.
Fasilitas Lebih Baik Biasanya mendapatkan fasilitas yang lebih baik selama di Tanah Suci.
Pengaturan yang Fleksibel Pengaturan waktu dan keberangkatan yang lebih fleksibel.
3. Kekurangan Haji Furoda
Selain beberapa kelebihan diatas, haji furoda memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut:
Biaya Tinggi Biaya yang lebih tinggi bisa menjadi kendala bagi sebagian orang.
Risiko Penipuan Karena kemudahannya, terdapat indikasi dan risiko penipuan dari agen perjalanan yang tidak bertanggung jawab.
Apa itu haji furoda menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menunaikan ibadah haji dengan segera dan mampu membayar biaya yang lebih tinggi, tanpa harus menunggu antrean kuota resmi pemerintah. (Win)
Baca juga: Isi Khutbah Rasulullah saat Haji Wada dan Peristiwa Penting Lainnya
