Isi Khutbah Rasulullah saat Haji Wada dan Peristiwa Penting Lainnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isi khutbah Rasulullah saat Haji Wada berisi pesan yang mengharukan untuk umat Islam. Haji Wada adalah haji pertama dan terakhir yang dilakukan Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw mengerjakan Haji Wada pada tanggal 23 Februari tahun 632 M. Nabi Muhammad saw ditemani para istrinya dan putrinya Fatimah, serta para pengikutnya. Nabi Muhammad saw tiba di Mekah pada hari keempat bulan Zulhijjah.
Setelah itu, Nabi Muhammad saw meninggalkan Mekah lalu pergi ke Mina untuk bermalam di sana. Pada tanggal 9 Zulhijjah, melanjutkan perjalanan ke Arafah dan bermalam di tenda yang minta untuk didirikan. Saat sore hari, Nabi Muhammad saw berkhutbah untuk terakhir kalinya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Isi Khutbah Rasulullah saat Haji Wada
Inilah isi khutbah Rasulullah saat Haji Wada yang harus diketahui umat Islam mengutip dari buku yang berjudul Khutbah Nabi Terlengkap dan Terpilih, Muhammad Khalil Khaib, (2017:93).
"Segala puji hanya bagi Allah yang kita semua senantiasa memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, memohon ampunan dan bertobat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari seluruh kejahatan jiwa-jiwa kita dan dari seluruh keburukan perbuatan kita.
Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah maka tak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh-Nya maka tak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepada orang itu.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa lagi tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Wahai hamba-hamba Allah! Aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah. Aku menganjurkan kalian untuk selalu taat kepada-Nya. Dan aku selalu memulai (sesuatu) dengan cara yang terbaik.
Amma ba'du, wahai sekalian manusia! Dengarkanlah aku karena aku akan memberikan penjelasan kepada kalian. Karena sesungguhnya aku tidak tahu apakah aku akan dapat bertemu lagi dengan kalian setelah tahun ini di tempat ini (ataukah tidak).
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya darah dan harta kalian adalah haram atas kalian sampai kalian berjumpa dengan Tuhan kalian (pada Hari Kiamat) sebagaimana haramnya hari kalian ini, di dalam bulan kalian ini (yaitu bulan Muharam), dan di negeri kalian ini. Bukankah aku telah menyampaikan (keterangan ini)? Wahai Allah, saksikanlah!
Barangsiapa mempunyai beban amanah maka ia harus menunaikannya kepada pihak yang berhak menerimanya. Sesungguhnya riba jahiliyah sudah terhenti. Dan riba pertama yang aku gugurkan adalah riba pamanku Abbas ibn Abdul Muththalib.
Sesungguhnya darah jahiliyah (bunuh-membunuh pada masa Jahiliyah) itu sudah terhenti. Dan darah (pembunuhan) pertama yang pernah kami alami (korbannya dari keluarga Rasulullah saw), adalah terbunuhnya Amir ibn Rabi'ah ibn Harits ibn Abdul Muththalib.
Sesungguhnya (budaya) kemuliaan yang turun-temurun (yang dibudayakan kaum Jahiliyah) itu telah terhenti. Kecuali (hak) pemeliharaan terhadap Ka'bah dan penjaminan air minum untuk orang-orang yang melaksanakan ibadah haji.
Membunuh yang disengaja akan dijatuhi dengan hukuman qishash. Sedangkan pembunuhan yang tanpa disengaja seperti pembunuhan yang dilakukan dengan tongkat atau dengan batu maka pelakunya diwajibkan membayar denda diyat seratus ekor unta, dan barangsiapa melebihkannya (denda itu) maka hal itu dianggap bagian dari budaya Jahiliyah.
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya setan benar-benar telah putus asa untuk beribadah di tanah (haram) kalian ini, tetapi ia merasa rela dan senang apabila ia diikuti dalam melakukan hal-hal selain (ibadah) itu, yang terdiri dari amalan yang suka kalian anggap remeh.
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya budaya an-nasi" akan menambah kekufuran. Karena disebabkan kebiasaan buruk itulah orang-orang kafir menjadi sesat lantaran mereka menghalalkan suatu bulan di satu tahun tertentu, lalu mengharamkan bulan itu di tahun yang lain agar mereka bisa melakukan suatu perbuatan yang diharamkan Allah.
Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya semula sejak diciptakannya langit dan bumi. Sesungguhnya, jumlah bulan di sisi Allah adalah sebanyak dua belas bulan (seperti yang difirmankan) di dalam Kitabullah, (yang berlaku) sejak Allah menciptakan langit dan bumi.
Dan di antara kedua belas bulan itu terdapat empat bulan haram. Tiga di antaranya datang secara berurutan sedangkan yang satu terpisah sendiri. (Yang berurutan adalah) Zulga'dah, Zulhijah, dan Muharam. Sedangkan bulan Rajab terletak antara bulan Jumada (ats-Tsäni) dan Sya'ban. Bukankah aku telah menyampaikan (keterangan ini)? Wahai Allah, saksikanlah!
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya istri-istri kalian mempunyai hak yang harus kalian tunaikan. Dan kalian juga mempunyai hak yang harus mereka tunaikan.
Hak kalian yang harus mereka (para istri) tunaikan adalah bahwasanya mereka (para istri) tidak boleh memasukkan laki-laki lain ke tempat tidur kalian, tidak boleh memasukkan seseorang yang kalian tidak menyukai kedatangan orang itu ke rumah kalian, kecuali setelah mendapatkan izin dari kalian, dan (mereka juga) tidak boleh berbuat mesum. Dan jika mereka (para istri) melakukan hal itu maka sesungguhnya Allah telah mengizinkan kalian untuk menahan mereka dan memisahkan mereka pada saat tidur (melakukan pisah ranjang), dan kalian juga boleh memukul mereka dengan pukulan yang tidak melukai.
Tetapi apabila mereka sudah berhenti (dari perbuatan itu) dan kembali patuh kepada kalian maka kalian diwajibkan memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan sebaik-baiknya. Karena kaum wanita (istri kalian) adalah bagaikan tawanan yang sama sekali tidak memiliki apa-apa untuk diri mereka sendiri.
Dan kalian telah mengambil mereka (para istri) sebagai amanat Allah. Dan kalian (juga) telah mendapatkan dihalalkannya kemaluan mereka dengan menggunakan kalimat Allah. Maka takutlah kepada Allah terkait dengan istri-istri kalian, dan pusakailah mereka dengan baik. Bukankah aku telah menyampaikan (keterangan ini)? Wahai Allah, saksikanlah!
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, sehingga tidaklah halal bagi seseorang (mengambil harta) saudaranya kecuali atas kerelaan pemiliknya. Bukankah aku telah menyampaikan (keterangan ini)? Wahai Allah, saksikanlah!
Janganlah sekali-kali kalian kembali kafir sepeninggalku nanti sehingga kalian akan saling bunuh-membunuh satu dengan yang lain. Sesungguhnya diriku telah mewariskan kepada kalian sesuatu yang apabila kalian mau berpegang teguh padanya, maka setelah itu pasti kalian tidak akan pernah tersesat. Yaitu, Kitâbulläh (Al-Qur'an). Bukankah aku telah menyampaikan (keterangan ini)? Wahai Allah, saksikanlah!
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Tuhan kalian hanya satu, sesungguhnya nenek moyang kalian (juga) satu. Karena kalian semua berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah di antara kalian, adalah yang paling bertakwa. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang-orang bukan Arab kecuali dengan ketakwaan. Bukankah aku telah menyampaikan (keterangan ini)? Wahai Allah, saksikanlah!"
Para jamaah lalu menyahut, "Ya!"
Kemudian Rasulullah melanjutkan, "Hendaklah orang yang sekarang hadir menyampaikan (keterangan ini) kepada yang tidak hadir. Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Allah telah memberi kepada setiap ahli waris bagian harta yang berhak diwariskannya, maka tidak diperbolehkan bagi seorang ahli waris untuk menerima wasiat. Dan (kalaupun wasiat itu ada) maka jumlahnya tidak boleh lebih dari sepertiga (harta waris).
Anak (yang dianggap sah) adalah yang terlahir dari seorang istri (yang sah), sedangkan bagi seorang pezina hanyalah batu." Maka barangsiapa menasabkan dirinya sebagai anak dari seseorang yang bukan orangtua kandungnya sendiri, atau menggunakan wali (nikah) dengan orang yang tidak berhak menjadi walinya, maka dirinya akan dilaknat oleh Allah, para malaikat, dan semua manusia. Tobatnya tidak akan diterima dan fidyahnya pun (juga) tidak akan diterima. Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh."
Khutbah Rasulullah pada Hari Arafah
Inilah isi khutbah Nabi Muhammad saw pada hari Arafah mengutip dari buku yang berjudul Khutbah Nabi Terlengkap dan Terpilih, Muhammad Khalil Khaib, (2017:96).
Nabi Muhammad saw pernah berkhutbah pada hari Arafah, "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla benar-benar telah memberikan anugerah kepada kalian pada hari ini, dan Dia telah memberikan ampunan dosa kepada kalian kecuali dosa-dosa yang terjadi antarkalian (sesama manusia), memberikan ampunan kepada kalian yang jahat, serta memberikan kepada kalian segala yang baik dari apa saja yang kalian minta. Maka mulailah berjalan di Arafah dengan membaca basmalah."
Dan tatkala Rasulullah sudah sampai di Muzdalifah, beliau kembali bersabda, "Sesungguhnya Allah telah memberikan ampunan kepada orang-orang yang saleh dari kalian, dan memberikan syafaat kepada orang-orang yang kurang saleh dari kalian disebabkan (kesalehan) orang-orang yang saleh dari kalian.
Karena sesungguhnya rahmat Allah (selalu) turun dan kemudian melimpah secara merata kepada mereka semua (baik yang saleh maupun yang kurang saleh), sehingga tersebarlah ampunan Allah di muka bumi ke seluruh penjuru sampai akhirnya ampunan itu mencapai setiap orang yang mau bertobat dari golongan orang-orang yang pandai menjaga lidah dan tangannya.
Sementara (saat itu) Iblis dan balatentaranya berada di Gunung Arafah sambil melihat apa yang diperlakukan oleh Allah terhadap mereka (manusia). Maka ketika ampunan Allah tersebut turun, maka Iblis dan para pasukannya pun langsung berteriak kecewa dan sedih sambil berkata, "Aku sudah cukup lama berusaha menggelincirkan mereka, tetapi kemudian datanglah ampunan Allah untuk diberikan kepada mereka semua. Maka bercerai-beraianlah mereka (Iblis dan para pasukannya) sambil berteriak-teriak, 'Celaka! Celaka!"
Demikianlah isi khutbah Rasulullah saat Haji Wada dan pada hari Arafah yang perlu diketahui umat Islam. (Adm)
Baca juga: 9 Dalil tentang Sabar dalam Ayat Al Quran dan Hadis Rasulullah SAW
