Konten dari Pengguna

Apa Itu Kiamat Wustha dalam Islam? Ini Penjelasan dan Dalilnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Kiamat Wustha. Unsplash.com/NOAA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Kiamat Wustha. Unsplash.com/NOAA

Dalam ajaran Islam, pembahasan tentang hari kiamat merupakan bagian penting dari rukun iman, yaitu iman kepada hari akhir. Salah satunya pembahasan yang tak kalah penting adalah penjelasan apa itu kiamat wustha.

Dikutip dari fai.uma.ac.id, kiamat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu Kiamat Sugra (kiamat kecil), Kiamat Wustha (sedang), dan Kiamat Kubra (kiamat besar). Beberapa ulama menyebut istilah Kiamat Wustha yang maknanya di antara keduanya.

Apa Itu Kiamat Wustha dalam Islam? Ini Penjelasan dan Dalilnya

Ilustrasi Apa Itu Kiamat Wustha. Unsplash.com/Malachi Brooks

Apa itu kiamat wustha dalam Islam? Secara bahasa, kata “wustha” artinya “pertengahan” atau “tengah-tengah”. Kiamat wustha dapat diartikan sebagai kiamat tingkat menengah.

Kiamat wustha dipahami sebagai sebuah peristiwa kehancuran atau kematian yang tidak bersifat individual seperti Kiamat Sugra, namun juga belum sebesar kehancuran seluruh alam semesta seperti Kiamat Kubra.

Kiamat sedang atau kiamat wustha juga dipahami sebagai kiamat yang terjadi karena bencana alam yang dahsyat dan menyebabkan banyak orang yang meninggal dunia. Contohnya seperti gunung meletus, tsunami, angin topan, dan lain-lain.

Menurut sebagian ulama, kiamat wustha adalah kiamat yang menimpa suatu kaum atau umat tertentu. Contohnya seperti kehancuran suatu bangsa, negeri, atau peradaban akibat dosa dan kemaksiatan.

Misalnya, umat Nabi Nuh yang dibinasakan dengan banjir besar, kaum ‘Ad, dan kaum Tsamud yang dihancurkan karena kesombongan mereka.

Dalil yang Menjelaskan tentang Kiamat Wustha

Ilustrasi Apa Itu Kiamat Wustha. Unsplash.com/Michael Held

Istilah “Kiamat Wustha” tidak disebut secara eksplisit di dalam kitab suci Al-Qur’an. Konsepnya dapat ditemukan melalui kisah-kisah azab umat terdahulu. Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 40:

“Maka masing-masing mereka Kami siksa karena dosanya; di antara mereka ada yang Kami timpakan hujan batu, ada yang ditimpa suara keras, ada yang Kami benamkan ke bumi, dan ada yang Kami tenggelamkan. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ankabut: 40)

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menimpakan “kiamat” bagi suatu umat tertentu sebagai bentuk peringatan dan hukuman atas keingkaran mereka.

Peristiwa semacam ini yang dapat tergolong sebagai Kiamat Wustha. Hal ini karena peristiwa tersebut terjadi secara lokal namun berdampak besar bagi seluruh umat yang mengalaminya.

Memahami penjelasan tentang Kiamat Wustha dapat memberikan pelajaran penting bagi umat Islam agar dapat introspeksi diri dan menjaga ketakwaannya.

Setiap bencana besar, kehancuran moral, atau musibah yang menimpa suatu kaum sebaiknya dijadikan peringatan agar manusia tidak sombong dan tetap berpegang teguh pada ajaran Allah Swt.

Dengan memahami penjelasan apa itu Kiamat Wustha, manusia diingatkan bahwa azab Allah bisa datang kapan saja, baik secara individu, kelompok, maupun global.

Sehingga, memperbanyak amal saleh dan menjauhi kemaksiatan adalah kunci untuk memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. (Aya).

Baca juga: Bacaan Injil 16 Oktober 2025 sebagai Bahan Renungan