Apa Itu Love Scamming? Ini Penjelasan, Contoh, dan Cara Antisipasinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu love scamming? Love scamming adalah modus penipuan berkedok cinta yang saat ini semakin marak terjadi. Penipuan ini banyak terjadi di masyarakat, terutama melalui media sosial dan aplikasi kencan online.
Pelaku penipuan memanfaatkan kondisi emosi korban dengan berpura-pura mencintai, memberikan perhatian intens, dan menjanjikan hubungan yang serius.
Namun, di balik sikap romantis tersebut, tujuan utamanya adalah menguras uang, data pribadi, hingga merusak kondisi psikologis korban.
Apa Itu Love Scamming? Ini Penjelasan, Contoh, dan Cara Antisipasinya
Apa itu love scamming? Dikutip dari unggahan akun TikTok @ditjen_imigrasi, secara sederhana love scamming merupakan bentuk kejahatan siber, di mana pelaku membangun hubungan emosional yang palsu dengan korban untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Hubungan ini biasanya berlangsung cukup lama sehingga membuat korbannya merasa percaya dan terikat secara emosional. Saat kepercayaan sudah terbentuk, pelaku pun akan mulai melancarkan aksi penipuan.
Berikut adalah beberapa modus love scamming yang sedang bekerja dan perlu dipahami.
1. Perhatian yang Intens di Awal
Pelaku love scamming akan sangat aktif mengirim pesan, bersikap romantis, cepat menyatakan cinta, bahkan langsung membicarakan pernikahan. Strategi ini bertujuan untuk membangun rasa aman dan kepercayaan si korban.
2. Menggunakan Identitas dan Profil Palsu
Foto profil yang digunakan biasanya mencerminkan sosok yang berwibawa seperti seorang tentara, dokter, atau pebisnis yang sukses. Nama, pekerjaan, dan latar belakang keluarga yang digunakan sering kali sepenuhnya palsu.
3. Selalu Memiliki Alasan untuk Tidak Bisa Bertemu
Saat korban mengajak bertemu, pelaku akan memberikan alasan sedang bertugas di luar negeri, menjalani proyek besar, atau tinggal di negara lain. Hal ini dilakukan agar hubungan tetap terbatas di dunia maya saja.
4. Permintaan Uang dengan Alur Drama
Ketika hubungan sudah cukup intens, pelaku love scamming akan mulai meminta uang dengan berbagai alasan. Contohnya seperti keluarga yang sedang sakit, kecelakaan, biaya bisnis, atau hadiah yang tertahan di bea cukai.
5. Memberikan Ancaman dan Manipulasi
Jika korban mulai curiga atau menolak untuk mengirim uang, pelaku dapat berubah menjadi agresif. Informasi pribadi korban yang telah dikumpulkan dapat disalahgunakan, yaitu untuk mengancam reputasi atau keamanan korban.
Love scamming dapat menyebabkan kerugian finansial dan berdampak serius pada kesehatan mental korban. Banyak korban yang mengalami trauma emosional karena merasa dikhianati.
Lebih jauh lagi, data pribadi korban yang bocor dapat disalahgunakan, bahkan berpotensi menjerumuskan korban pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Untuk mengantisipasi dan agar tidak menjadi korban love scamming, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:
Jangan mudah mempercayai orang asing di media sosial
Waspadai hubungan yang berlangsung terlalu cepat dan terlalu sempurna
Jangan pernah mengirim uang atau data pribadi dengan orang yang belum dikenal dan ditemui secara langsung
Lakukan pengecekan identitas secara mandiri dan teliti
Laporkan akun yang mencurigakan kepada pihak yang berwenang
Dengan memahami apa itu love scamming, tetap waspada, dan bijak dalam berinteraksi di dunia digital, siapapun dapat mengambil langkah antisipasi sejak awal agar tidak menjadi korban. (Win)
Baca juga: Apa Arti Keku Keku dan Bizu Bizu? Ini Penjelasannya
