Apa Itu Modifikasi Cuaca Jakarta? Simak Jawabannya di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu modifikasi cuaca Jakarta? Pertanyaan yang sering terdengar, terutama ketika ibu kota dilanda hujan ekstrem, banjir, atau justru kemarau panjang yang mengganggu aktivitas warga.
Di tengah kepadatan penduduk dan kompleksitas permasalahan lingkungan, Jakarta memang membutuhkan berbagai solusi inovatif untuk mengurangi dampak cuaca yang tidak menentu.
Salah satu upaya yang kerap dilakukan pemerintah adalah modifikasi cuaca, sebuah teknologi yang terdengar canggih, tetapi masih belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat luas.
Apa Itu Modifikasi Cuaca Jakarta?
Apa itu modifikasi cuaca Jakarta? Dikutip dari laman bpbd.jakarta.go.id, mengungkapkan bahwa modifikasi cuaca Jakarta adalah upaya pemerintah untuk mengendalikan distribusi curah hujan melalui teknologi ilmiah guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi ekstrem.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, genangan, dan tanah longsor.
Kegiatan ini berlangsung pada 5–10 November 2025 dan dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan melibatkan kerja sama antara BPBD DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan hasil analisis BMKG yang menunjukkan potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan langkah antisipatif untuk menekan dampak hujan ekstrem yang dapat memicu genangan luas, banjir, hingga tanah longsor.
Dengan demikian, kolaborasi lintas lembaga dipandang sebagai bagian penting dari strategi mitigasi bencana menjelang puncak musim hujan.
Dalam operasinya, penyemaian awan menggunakan pesawat Casa A-2114 milik TNI AU dengan dua kali penerbangan, yakni pada pukul 11.30 WIB dan 14.30 WIB.
Penerbangan dipimpin oleh Lettu Pnb Bintang, Kpt Pnb Fajar, dan Letda Pnb Krisna sebagai kru udara.
Area target penyemaian meliputi wilayah Pandeglang, perairan barat daya Pandeglang, hingga perairan barat Kabupaten Serang, dengan ketinggian terbang antara 8.000 hingga 10.000 kaki.
Sebanyak 1.600 kilogram bahan semai higroskopis berupa garam atau NaCl digunakan dalam operasi ini. Hasil observasi menunjukkan terpantau awan Stratocumulus di Kabupaten Lebak hingga pesisir barat Provinsi Banten.
Seiring berkembangnya awan Cumulus, penyemaian dilakukan secara intensif pada ketinggian sekitar 10.000 kaki.
Selain itu, terdeteksi presipitasi ringan saat pesawat melintasi wilayah barat Kabupaten Pandeglang, yang menandakan bahan semai berhasil memicu pertumbuhan awan hujan di area sasaran.
Isnawa menambahkan bahwa pelaksanaan OMC akan terus menyesuaikan kondisi atmosfer harian yang dimonitor BMKG agar hujan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta, melainkan dapat diurai ke wilayah perairan sekitar sehingga risiko banjir dapat ditekan.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang.
Kebersihan saluran air dan drainase lingkungan perlu dijaga untuk mencegah genangan. Informasi cuaca dan peringatan dini dapat dipantau melalui Siaga 112, Call Center Jakarta Siaga 112, situs bpbd.jakarta.go.id, serta media sosial resmi @bpbddkijakarta.(DANI)
Baca juga: Contoh Perasaan terhadap Hasil Belajar pada Semester 1
