Konten dari Pengguna

Apa Itu Monasit dan Mengapa Ia Begitu Berharga? Ini Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Monasit, Foto:Unsplash/Dulcey Lima
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Monasit, Foto:Unsplash/Dulcey Lima

Apa itu monasit? Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, namun di baliknya tersimpan kisah menarik tentang sebuah mineral yang perannya semakin mencuat dalam perkembangan teknologi modern.

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah monasit mulai sering muncul dalam pembahasan seputar energi bersih, industri berteknologi tinggi, dan sumber daya strategis dunia.

Meski belum sepopuler emas atau minyak bumi, keberadaannya perlahan mencuri perhatian banyak negara karena potensinya yang luar biasa.

Apa Itu Monasit?

Ilustrasi Mineral, Foto:Unsplash/Curated Lifestyle

Apa itu monasit dan mengapa mineral ini sangat berharga? Dikutip dari laman sciencedirect.com, monasit (Ce, LREE, Th, U, Ca)PO₄ merupakan mineral fosfat yang memiliki peran penting dalam rekonstruksi sejarah geologi dan proses pembentukan bijih.

Nilainya terletak pada kemampuannya merekam jejak waktu melalui isotop U–Th–Pb, sehingga sering dimanfaatkan untuk penanggalan geologis secara presisi.

Mineral ini umum dijumpai pada lingkungan magmatik, metamorf, serta lingkungan pembentukan bijih. Namun, kestabilan isotopnya sangat dipengaruhi oleh keberadaan fluida, yang lazim terdapat pada sebagian besar sistem pembentukan bijih.

Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa proses pelarutan dan pengendapan ulang menjadi mekanisme utama yang mengubah struktur monasit, terutama ketika berinteraksi dengan fluida alkali, sementara pelarutan dalam keadaan padat hanya memiliki peran kecil.

Lingkungan bijih umumnya mengalami perubahan yang dipicu oleh natrium (Na) dan/atau kalium (K).

Dalam kondisi seperti ini, monasit sangat rentan terhadap proses pelarutan dan pengendapan ulang, sehingga penggunaan mineral ini untuk penanggalan umur pembentukan bijih harus dilakukan dengan kehati-hatian.

Jika monasit berasal dari fase pembentukan yang lebih awal, maka kristalisasi ulang perlu mencapai tingkat yang mampu mengatur ulang rasio isotop timbal secara menyeluruh pada skala sampel.

Ketidaksempurnaan homogenisasi isotop atau ketidakseimbangan akibat masuknya fluida eksternal dapat mengganggu keakuratan jam radiometrik, baik untuk peristiwa primer maupun sekunder.

Oleh karena itu, penentuan bagian mineral saat proses penanggalan umur menjadi sangat penting.

Analisis pertumbuhan monasit yang dikaitkan dengan struktur tektonik serta perbedaan morfologi inti–pinggiran telah berhasil digunakan untuk melacak sejarah awal pembentukan logam pada deposit emas raksasa Sukhoi Log di Rusia.

Contoh lain, penanggalan U–Pb pada dua jenis monasit dan xenotim dari endapan Guelb Moghrein di Mauritania berhasil merekam peristiwa fluida pada akhir Arkean dan Proterozoikum Tengah.

Kemampuan teknologi dalam penanggalan U–Th–Pb memang sangat tinggi, namun ketidakpastian geologi sering kali tersembunyi di balik angka yang tampak presisi.

Studi di Distrik Llallagua, Bolivia, menunjukkan bahwa ketidakpastian geologi sebesar 8,5% memberikan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan.

Oleh karena itu, umur dengan ketidakpastian besar sebaiknya divalidasi menggunakan pendekatan lain.

Pendekatan yang melibatkan beberapa jenis mineral, seperti kombinasi molibdenit dan monasit di Svekonorwegia, Norwegia selatan, atau studi pada zirkon, monasit, dan xenotim di Mole Granite, Australia, terbukti lebih efektif untuk mengungkap transisi proses magmatik ke hidrotermal yang berlangsung selama jutaan tahun.(DANI)

Baca juga: 5 Merk Cat Kayu Tahan Air dan Panas Terbaik