Konten dari Pengguna

Apa Itu Passphrase? Ini Pengertian, Fungsi, dan Panduan Penggunaannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Passphrase. Unsplash.com/Jon Hodl
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Passphrase. Unsplash.com/Jon Hodl

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menghadirkan sistem administrasi perpajakan terbaru yang bernama Coretax. Sistem ini memiliki dua lapis keamanan digital utama, yaitu password dan passphrase. Lalu, apa itu passphrase dan kenapa perannya sangat penting?

Dikutip dari www.pajak.go.id, sistem Coretax mengintegrasikan berbagai layanan perpajakan yang sebelumnya tersebar di beberapa aplikasi, sehingga seluruh proses administrasi pajak bisa dilakukan secara daring.

Apa Itu Passphrase? Ini Pengertiannya

Ilustrasi Apa Itu Passphrase. Unsplash.com/Jon Hodl

Apa itu passphrase? Passphrase adalah rangkaian kata atau kalimat khusus yang digunakan sebagai tanda tangan digital dalam sistem Coretax. Passphrase memiliki fungsi yang berbeda dengan password.

Password berfungsi untuk masuk ke akun, sedangkan passphrase digunakan untuk memberikan otorisasi resmi pada aktivitas penting. Diantaranya seperti pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT), pengajuan permohonan perpajakan, dan penggunaan sertifikat elektronik.

Passphrase pada umumnya terdiri dari kalimat yang lebih panjang dan kompleks dibandingkan dengan password. Hal ini yang membuat passphrase lebih sulit ditebak dan memiliki tingkat keamanan lebih tinggi. Khusus dalam melindungi data dan transaksi digital wajib pajak.

Fungsi Passphrase dalam Coretax

Ilustrasi Apa Itu Passphrase. Unsplash.com/Jon Hodl

Dalam sistem Coretax DJP, passphrase memiliki beberapa fungsi utama, di antaranya yaitu:

  • Sebagai tanda tangan digital untuk melegalisasi dokumen elektronik dari sistem perpajakan.

  • Mengamankan transaksi penting seperti pelaporan SPT Tahunan dan pengajuan restitusi.

  • Mengaktifkan sertifikat digital seperti Kode Otorisasi DJP.

  • Mencegah adanya penyalahgunaan akun, karena setiap tindakan resmi memerlukan passphrase sebagai bentuk persetujuan dari pemilik akun.

Dengan fungsi tersebut, passphrase menjadi komponen krusial dalam menjaga keamanan dan keabsahan layanan perpajakan berbasis digital.

Meskipun sama-sama berfungsi sebagai pengaman akun, passphrase dan password memiliki peran yang sangat berbeda. Password digunakan untuk login ke akun Coretax dan fungsinya sebagai lapisan keamanan pertama.

Sementara itu, passphrase berfungsi sebagai otorisasi saat melakukan tindakan resmi. Sehingga passphrase hanya digunakan saat wajib pajak melakukan aktivitas penting yang bersifat legal dan administratif.

Panduan Membuat Passphrase di Coretax

Ilustrasi Apa Itu Passphrase. Unsplash.com/Jon Hodl

Untuk membuat passphrase di akun Coretax, wajib pajak dapat mengikuti beberapa langkah berikut:

  • Login ke akun Coretax melalui situs resmi Direktorat Jenderal Pajak.

  • Masuk ke menu “Portal Saya”.

  • Pilih “Permohonan Kode Otorisasi/Sertifikat Digital”.

  • Tentukan jenis sertifikat “Kode Otorisasi DJP”.

  • Buat passphrase sesuai ketentuan, kemudian simpan.

Pastikan passphrase mudah diingat oleh pemilik akun dan sulit ditebak oleh pihak lain.

Apa itu passphrase? Passphrase adalah elemen keamanan digital yang penting dalam sistem Coretax. Dengan memahami pengertian, fungsi, dan cara penggunaannya, wajib pajak bisa memanfaatkan layanan Coretax dengan aman, lancar, dan bertanggung jawab. (Aya)

Baca juga: Passphrase Coretax: Cara Membuat dan Mengelolanya