Konten dari Pengguna

Apa Itu Syaja'ah? Ini Pengertian, Jenis, dan Penerapannya dalam Kehidupan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Syaja'ah, Unsplash/ Rachid Oucharia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Syaja'ah, Unsplash/ Rachid Oucharia

Memiliki perilaku yang baik merupakan keharusan bagi setiap manusia. Salah satu akhlak yang harus dimiliki muslim yang baik adalah syaja’ah. Namun sebelum itu, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu syaja’ah?

Berdasarkan buku Aqidah Akhlak, Fitria Dwi Cahyani & Machunah Ani Zulfah (:70), syaja’ah adalah sikap keberanian yang dibutuhkan dalam kehidupan. Sifat syaja'ah dibutuhkan untuk menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.

Daftar isi

Apa itu Syajaah? Simak Penjelasan Ini

Ilustrasi Apa Itu Syaja'ah, Unsplash/ Hasan Almasi

Istilah “berani karena benar, takut karena salah” pasti sudah tak asing lagi terlintas di pikiran. Kalimat tersebut ternyata terkandung makna syaja’ah.

Berikut adalah penjelasan tentang apa itu syaja’ah.

Pengertian dan Makna Syaja’ah

Berdasarkan buku Pasti Bisa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA Kelas XI, Tim Duta (2018:56), ada dua pengertian syaja’ah yang harus diketahui, yaitu secara bahasa dan istilah.

Menurut bahasa, kata syaja’ah berasal dari bahasa Arab yang berarti gagah atau berani. Sedangkan menurut istilah, syaja’ah merupakan sikap keteguhan hati, kekuatan pendirian, dan keberanian untuk membela dan mempertahankan kebenaran.

Dengan kata lain, syaja’ah merupakan keberanian pada diri seseorang yang didasarkan pada kebenaran dan dilakukan dengan penuh perhitungan dan pertimbangan yang matang karena mengharap rida Allah ta’ala.

Mengutip dari cendikia.kemenag.go.id, lawan dari syaja’ah adalah al-jubn yang berarti pengecut. Pengecut merupakan perilaku tercela dan sangat berbahaya, terlebih pengecut dalam berkomitmen terhadap kebenaran karena takut dicela oleh orang lain.

Selain itu, sikap al-jubn ini juga termasuk pada takut kehilangan harta dunia dan takut terhadap risiko dalam melakukan suatu perjuangan.

Sifat syaja’ah yang dimiliki seseorang akan membuatnya berani membela kebenaran serta siap dengan segala risiko dan konsekuensi yang akan menimpa dirinya. Selain itu, orang yang mempunyai sifat syaja’ah akan timbul rasa takut untuk melakukan perbuatan yang dilarang Allah Swt.

Oleh karenanya, syaja’ah atau keberanian ini menjadi salah satu perilaku terpuji yang seharusnya ada pada orang yang beriman. Orang yang istiqamah dan sabar juga masuk dalam kategori syaja’ah karena mampu menegakkan kebenaran secara kontinu di jalan Allah Swt.

Allah Swt berfirman dalam Q.S. Ali-Imran ayat 139, sebagaimana berikut ini:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

Ayat di atas menegaskan bahwasanya syaja’ah merupakan perilaku yang mengarahkan diri untuk percaya diri dan tegas dalam membela kebenaran, sebab manusia merupakan makhluk paling mulia di sisi Allah, terlebih jika beriman dan bertakwa kepada-Nya.

Allah memerintahkan manusia yang beriman untuk berani menyampaikan kebenaran dan kejujuran. Orang yang berani dan jujur dalam menyampaikan suatu kebenaran memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding orang yang menyembunyikan dan takut mengatakannya.

Syaja’ah mampu mempertahankan wibawa, kehormatan dan kemuliaan pada orang yang memiliki sifat ini. Sehingga terhindar dari perilaku buruk seperti sifat latah (ikut-ikutan), tidak mempunyai pendirian, plin-plan, yang mana dapat melemahkan dan meruntuhkan diri manusia.

Keutamaan Syaja’ah

Orang syaja’ah memiliki berbagai keutamaan di dalam dirinya karena berani menyampaikan kejujuran dan berbuat kebenaran.

  1. Memiliki jiwa yang besar dengan menyadari akan kemampuan dalam diri dan mampu melakukan pekerjaan besar sesuai dengan kemampuan tanpa mengharap apresiasi dari orang lain.

  2. Memiliki ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi ujian dalam hidupnya.

  3. Memiliki kemauan yang keras seperti bersungguh-sungguh dalam bekerja dan tidak mudah menyerah atau putus asa.

  4. Memiliki ketenangan hati dan dapat mengontrol hawa nafsu.

  5. Memiliki rasa lapang dalam melakukan pekerjaan besar dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Jenis-Jenis Syaja’ah

Perilaku syaja’ah terbagi menjadi dua jenis, berikut penjelasannya:

1. Syaja’ah harbiyah

Syaja’ah harbiyah adalah keberanian melawan kemungkaran yang dapat dilihat oleh mata. Contoh syaja’ah harbiyah yaitu berani menghadapi musuh dalam perang untuk menegakkan agama Allah (jihad fi sabilillah).

Dengan memiliki sifat syaja’ah, seseorang tidak akan pernah mundur dari medan peperangan karena keberanian dan semangat yang tertanam di dirinya.

2. Syaja’ah nafsiyah

Syaja’ah nafsiyah yaitu keberanian untuk menegakkan kebenaran dan menghadapi bahaya dan penderitaan. Konteks dalam syaja’ah nafsiyah yaitu berani menyampaikan suatu hal yang diyakini kebenarannya walau risikonya dibenci orang lain.

Ada lima macam syaja’ah nafsiyah, yaitu:

  • Keberanian untuk menyampaikan kebenaran.

  • Keberanian untuk mengakui kesalahan.

  • Keberanian untuk mengendalikan hawa nafsu.

  • Keberanian dalam menghadapi kesulitan, penderitaan, dan ujian.

  • Keberanian dalam menjaga rahasia.

Penerapan Syaja’ah dalam Kehidupan

Setelah mengetahui definisi dan penjelasan lainnya, inilah bentuk-bentuk penerapan syaja’ah dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Beriman dan bertakwa kepada Allah Swt dengan berserah diri dan yakin akan pertolongan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.

  2. Mengatakan kebenaran dan membenarkan suatu perkara tanpa ditutup-tutupi.

  3. Membela sesuatu yang sudah menjadi haknya, seperti harta benda, segenap jiwa dan raga, keluarga. Tidak merasa takut akan intimidasi atau risiko dan konsekuensi yang akan ditanggungnya.

  4. Mengingatkan orang terdekat yang melakukan kesalahan tanpa rasa canggung demi menegakkan kebenaran dan kebaikan bagi orang tersebut.

  5. Menyuarakan suatu perkara yang menjadi hak rakyat dan orang banyak kepada pemerintah tanpa rasa takut dan cemas.

  6. Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf jika melakukan kesalahan.

  7. Membela kesucian agama dari berbagai bentuk penistaan dan pelecehan dengan menegur orang yang melakukan perbuatan tersebut agar menyadari kesalahannya.

  8. Memegang dan menjaga suatu rahasia sebagai bentuk amanah.

  9. Bersikap jujur terhadap diri sendiri bahwa ada sisi baik dan buruk yang dimiliki sehingga akan terbuka kesempatan pihak lain untuk saling melengkapi, menutupi, dan membutuhkan keberadaan orang lain.

  10. Mampu mengendalikan diri akan besarnya hawa nafsu yang dimiliki, seperti kemampuan diri dalam menahan diri dan mengendalikan emosi.

Manfaat Syaja’ah

Berikut adalah manfaat dan hikmah syaja’ah dalam hidup yang bisa dirasakan setiap orang yang menerapkannya:

  1. Menumbuhkan keimanan dan ketakwaan yang kuat kepada Allah Swt., karena keberaniannya dilandasi rasa tawakal dan mengharap rida Allah semata.

  2. Memiliki ketabahan yang besar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan penderitaan dalam hidup yang dijalani.

  3. Mendapat balasan pahala dan surga di akhirat kelak karena keberanian yang dilakukan dalam menyampaikan kebenaran sebagaimana perintah Allah Swt.

  4. Menumbuhkan sifat dan perilaku sabar dalam ketaatan menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya.

  5. Melahirkan sikap jujur dalam mengatakan kebenaran dan berkata benar di hadapan orang lain.

  6. Mampu membentuk diri menjadi pribadi yang amanah (dapat dipercaya) karena kemampuannya dalam menjaga rahasia sebagai salah satu bentuk tanggung jawab.

  7. Mendatangkan berbagai kebaikan dalam aspek kehidupan, seperti beragama, berbangsa, dan bernegara.

  8. Menjadikan diri sebagai pribadi yang kuat baik fisik maupun psikis, serta mampu bekerja dengan baik, cermat, dan penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan.

  9. Mendatangkan banyak hikmah dan kebajikan dalam bentuk sifat mulia, seperti perilaku cepat tanggap, kuat, memaafkan, tangguh, menahan hawa nafsu seperti marah, memiliki ketenangan, dan mencintai sesama.

  10. Menumbuhkan sifat objektif dalam menilai kemampuan yang dimiliki, baik kelebihan maupun kelebihan yang ada dalam diri, sehingga dapat bersikap dan bertindak dengan sepatutnya, tidak sombong dengan kemampuan yang dimiliki, serta tidak rendah diri (minder) dengan kekurangan yang terdapat di dalam diri.

  11. Mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik, karena keberanian yang dimiliki untuk menghadapi kesulitan dan tantangan yang muncul.

  12. Membantu orang lain dalam mengambil sebuah keputusan dengan tepat, karena mengetahui risiko dan berani menghadapi segala kemungkinan termasuk situasi yang tidak pasti.

  13. Membantu seseorang dalam membela dan mempertahankan haknya, karena sikap syaja’ah akan membawa seseorang untuk membela diri dan memperjuangkan haknya dalam lingkup kecil maupun luas.

  14. Menjadikan diri sebagai teladan dan inspirasi bagi orang lain sehingga dapat menebar kebaikan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik karena keberanian dan semangat yang dimiliki.

Sikap syaja’ah dapat membawa banyak kebaikan dan manfaat bagi setiap orang yang mengamalkannya. Akan tetapi, jika seseorang memiliki keberanian yang terlalu dominan serta tidak dikendalikan dengan kecerdasan dan keikhlasan, dapat menimbulkan perilaku tidak baik seperti ceroboh, meremehkan orang lain, hingga sombong.

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui apa itu syaja’ah. Dalam kehidupan, syaja’ah akan memberikan banyak kebaikan dan manfaat. Namun demikian, penting juga untuk tetap mengendalikan diri agar sifat syaja’ah yang dimiliki tidak menimbulkan kerugian. (fat)

Baca juga: Pahami Perilaku Syaja’ah dalam Islam beserta Contohnya dalam Kehidupan