Konten dari Pengguna

Apa Itu Tren Date Cancelled yang Viral di Media Sosial? Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tren Date Cancelled, Foto: Unsplash/Marek Studzinski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tren Date Cancelled, Foto: Unsplash/Marek Studzinski

Apa itu tren Date Cancelled yang viral di media sosial? Pengguna media sosial mulai ramai membahas tren date cancelled setelah banyak konten yang memperlihatkan pengalaman batal kencan secara mendadak.

Fenomena iini semakin populer di Threads, X, dan TikTok karena banyak netizen membagikan alasan unik, receh, hingga serius yang membuat netizen merasa ilfeel saat menjalani pendekatan dengan seseorang.

Apa Itu Tren Date Cancelled, Kencan yang Batal

Ilustrasi Tren Date Cancelled Ramai Muncul di Platform Threads, TikTok, dan Instagram, Foto: Unsplash/Julian

Apa itu tran Date Cancelled? Mengutip dari akun TikTok https://www.tiktok.com/@manusiaaksara/, Date cancelled” adalah tren viral di media sosial yang digunakan untuk menceritakan alasan batalnya kencan.

Meski secara harfiah berarti “kencan dibatalkan”, tren ini berkembang menjadi ajang warganet berbagi pengalaman lucu, menyebalkan, hingga alasan receh yang membuat tiba-tiba kehilangan minat untuk melanjutkan kencan dengan seseorang.

Belakangan, tren ini ramai muncul di platform seperti Threads, TikTok, dan Instagram. Banyak pengguna media sosial membuat unggahan singkat berisi alasan kenapa memilih membatalkan date, mulai dari hal serius sampai alasan yang cukup membuat ilfeel.

Sebagian besar cerita dalam tren “date cancelled” memang terdengar receh. Misalnya karena cara mengetik yang dianggap aneh, kebiasaan tertentu yang dinilai red flag, selera makanan, gaya berbicara, atau tingkah kecil yang justru bikin kehilangan ketertarikan.

Walaupun sederhana, banyak warganet merasa alasan-alasan itu ternyata relate dengan pengalaman masing-masing. Tren ini menjadi viral karena banyak orang merasa terwakili.

Awalnya, fenomena tersebut diduga muncul dari curhatan pribadi tentang pengalaman kencan yang kurang menyenangkan. Namun lama-kelamaan, formatnya berubah menjadi konten humor dan sindiran ringan yang menghibur banyak orang di media sosial.

Tidak sedikit juga unggahan “date cancelled” yang sebenarnya mengandung pesan satir. Di balik candaan dan meme yang beredar, beberapa cerita menggambarkan rasa kecewa, ketidakcocokan, atau pengalaman buruk saat mencoba menjalin hubungan.

Selain itu, banyak pengguna internet mulai membuat versi kreatifnya sendiri. Ada yang memakai pengalaman nyata, ada pula yang membuat cerita fiktif hanya untuk lucu-lucuan.

Contohnya seperti salah paham lokasi pertemuan, kebiasaan mengetik tanpa spasi, hingga cara menyebut merek atau benda tertentu yang dianggap mengganggu.

Oleh karena formatnya sederhana dan mudah dibuat, tren ini cepat menyebar di timeline media sosial. Orang-orang juga merasa lebih santai untuk ikut berpartisipasi tanpa harus membagikan pengalaman pribadi yang terlalu sensitif.

Pada akhirnya, tren “date cancelled” bukan hanya soal batal kencan, tetapi juga menjadi bentuk humor internet tentang hubungan modern dan hal-hal kecil yang bisa memengaruhi ketertarikan seseorang.

Meski dibalut candaan, tren ini menunjukkan bagaimana media sosial sering menjadi tempat orang berbagi pengalaman, mencari hiburan, sekaligus merasa bahwa tidak sendirian dalam menghadapi cerita percintaan yang kadang absurd. (Fikah)

Baca juga: Pembeda antara Digital Citizen dan Citizen Journalism