Konten dari Pengguna

Apa Itu Wasabi dalam Kuliner Jepang? Ini Faktanya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Wasabi dalam Kuliner Jepang, Foto;Unsplash/Crystal Jo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Wasabi dalam Kuliner Jepang, Foto;Unsplash/Crystal Jo

Apa itu wasabi dalam kuliner Jepang? Pertanyaan ini mungkin sering muncul ketika menikmati hidangan khas Negeri Sakura, terutama sushi dan sashimi.

Wasabi, dengan warna hijaunya yang khas serta sensasi pedas yang menusuk hidung, sering dianggap sebagai cabai Jepang. Faktanya, wasabi memiliki karakteristik yang jauh berbeda dari cabai biasa.

Apa Itu Wasabi dalam Kuliner Jepang?

Ilustrasi Wasabi, Foto:Unsplash/Regina Anaejionu

Apa itu wasabi dalam kuliner Jepang? Pertanyaan ini sering muncul ketika melihat pasta hijau pucat yang selalu menemani sajian nigiri sushi atau sashimi di berbagai restoran Jepang, baik di dalam negeri maupun langsung di Negeri Sakura.

Dikutip dari laman byfood.com, mengungkapkan bahwa wasabi memiliki rasa pedas yang khas, tajam, dan memberikan sensasi unik yang berbeda dari cabai.

Namun, di balik tampilannya yang sederhana, bumbu ini menyimpan kisah menarik tentang asal-usul, jenis tanaman, serta proses pembuatannya yang cukup istimewa.

Wasabi, yang memiliki nama ilmiah Wasabia japonica atau Eutrema japonicum, merupakan bumbu pedas khas Jepang yang sangat dikenal sebagai pelengkap berbagai hidangan tradisional.

Selain untuk sushi dan sashimi, wasabi juga kerap digunakan pada berbagai jenis mi Jepang seperti udon. Tanaman ini termasuk dalam keluarga Brassicaceae, yang juga mencakup lobak, horseradish, dan mustard.

Karena itulah, wasabi sering disebut sebagai lobak pedas Jepang atau Japanese horseradish.

Bagian tanaman yang digunakan bukan daunnya, melainkan rimpang atau batang bawah tanah. Rimpang tersebut diparut halus untuk menghasilkan pasta wasabi asli.

Prosesnya mirip seperti saat memarut jahe, hanya saja tekstur wasabi lebih halus dan tidak terlalu berserat.

Pasta segar ini memiliki aroma tajam serta rasa pedas yang cepat menguap, sehingga biasanya disajikan segera setelah diparut untuk menjaga cita rasa alaminya.

Meskipun sering dianggap mirip dengan horseradish Eropa karena berasal dari keluarga tanaman yang sama, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Horseradish Eropa terasa lebih menyengat dan umum digunakan dalam masakan Barat.

Sebaliknya, wasabi Jepang memiliki rasa pedas yang lebih halus dan segar, memberikan sensasi menusuk hidung yang khas tanpa meninggalkan rasa panas berkepanjangan seperti cabai.

Dengan keunikannya tersebut, wasabi tidak hanya berperan sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi bagian penting dari pengalaman kuliner Jepang yang autentik.

Setiap sentuhan pedasnya mampu memperkaya rasa dan menghadirkan kelezatan yang khas pada berbagai hidangan tradisional. (KIKI)

Baca juga: Macam-macam Sari Roti dan Harganya di Indomaret