Konten dari Pengguna

Apa Itu Zero Mining? Ini Penjelasan, Kontroversi, dan Dampaknya bagi Industri

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Zero Mining, Foto: Masmikha/Shutterstock/kumparanBISNIS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Zero Mining, Foto: Masmikha/Shutterstock/kumparanBISNIS

Di tengah perbincangan soal otomatisasi, efisiensi, dan keselamatan di industri pertambangan, muncul pertanyaan “apa itu zero mining?” yang menimbulkan rasa penasaran.

Konsep zero mining atau zero-entry mining menarik karena berfokus pada penghapusan kehadiran manusia di zona tambang berbahaya melalui robotika dan otomatisasi, sehingga menurunkan risiko kecelakaan serta dampak negatif bagi pekerja dan lingkungan.

Apa Itu Zero Mining pada Pertambangan?

Ilustrasi Pertambangan, Foto: Kementerian ESDM/kumparanBISNIS

"Apa itu zero mining?” Mengutip situs https://universalfieldrobots.com.au, berikut penjelasan lengkapnya:

Definisi Zero Mining

Zero entry mining, atau pertambangan nol masuk, merupakan pendekatan pertambangan yang meminimalkan atau menghilangkan kehadiran manusia langsung di zona operasi berbahaya melalui otomatisasi, robotika, dan pengoperasian jarak jauh.

Konsep ini bertujuan mengurangi paparan pekerja terhadap risiko seperti kecelakaan, sambil meningkatkan efisiensi dengan mesin otonom seperti truk pengangkut besar, bor ledak, dan loader bawah tanah yang beroperasi tanpa pengemudi.

Definisi ini masih berkembang, mencakup desain tambang baru yang dioptimalkan untuk sistem otonom, sensor canggih, serta pusat kendali remote untuk memantau proses ekstraksi mineral.​

Kontroversi

Di Indonesia, konsep serupa sering disalahartikan sebagai "zero mining" yang menolak aktivitas pertambangan sepenuhnya demi pelestarian lingkungan.

Hal tersebut memicu perdebatan sengit karena dianggap tidak realistis oleh sebagian pihak yang melihat pertambangan sebagai sumber mata pencaharian utama.

Kritik muncul karena gagasan ini dianggap mengabaikan praktik ilegal dan kurangnya restorasi lahan pasca-tambang, sementara pendukung menekankan perlunya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan ekosistem.

Secara global, risiko eksekusi seperti kegagalan teknologi awal, hambatan budaya organisasi, serta kebutuhan pelatihan keterampilan baru menjadi sorotan, meski tidak ada suara lingkungan ekstrem yang benar-benar menuntut nol pertambangan.​

Dampak bagi Industri

Pendekatan konsep zero entry mining berpotensi menekan biaya hingga sekitar 50% melalui peningkatan utilisasi peralatan, perawatan rendah, serta pengurangan sistem keselamatan manual seperti alat pelindung diri dan jalan haul lebar.

Di tengah kekurangan tenaga kerja global, zero entry mining menciptakan lapangan kerja baru berkualitas tinggi di pusat kendali kota, mendukung diversitas dan ketahanan operasi seperti saat pandemi.

Secara keseluruhan, transformasi ini mendorong keberlanjutan dengan mesin listrik tanpa kabin dan metode ekstraksi efisien, meski memerlukan investasi awal besar dari produsen peralatan terkemuka.​

Demikian definisi zero entry mining beserta kontroversi dan dampaknya bagi industri, mulai dari perubahan cara kerja hingga lahirnya kebutuhan teknologi baru.

Dengan penjelasan di atas, diharapkan pembaca tidak lagi bingung dalam memahami konsep dan arah perkembangannya. (Fikah)

Baca juga: Daftar Bencana Nasional di Indonesia yang Terbesar