Apa Maksud dari Semboyan Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat Indonesia tidak lagi asing dalam mendengar semboyan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Dalam beberapa kesempatan, semboyan ini dijadikan pengingat untuk menjunjung tingginya semangat persatuan dan kesatuan.
Bahkan sejak duduk di bangku sekolahan, semboyan tersebut juga diajarkan oleh guru-guru sedini mungkin agar siswa-siswa tahu betapa pentingnya menerapkan sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan.
Sikap persatuan dan kesatuan terus digalakkan guna menghindari perpecahan. Mengingat bangsa Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki perbedaan latar belakang suku, rasa, dan agama antarwarga negaranya.
Tidak hanya sebatas persatuan dan kesatuan, semboyan ini juga memiliki makna yang jauh lebih mendalam dan dapat diwujudkan melalui sikap-sikap dalam kehidupan sehari-hari. Simak ulasan lengkap berikut ini yang dirangkum berdasarkan beberapa sumber.
Apa Maksud dari Semboyan Bersatu Kita teguh, Bercerai Kita Runtuh?
Semboyan tersebut dapat diibaratkan manusia sebagai sebatang lidi. Lidi tidak akan dapat digunakan untuk menyapu jika hanya satu biji. Akan tetapi, jika jumlahnya mencapai ratusan batang dan terikat menjadi satu, pasti dapat digunakan untuk membersihkan halaman.
Begitu juga dengan manusia, semboyan ini mengandung makna bahwa manusia harus terus bersatu dan mempupuk rasa persatuan dan kesatuan agar terhindar dari perpecahan.
Persatuan dan kesatuan juga dapat berarti persaudaraan. Dalam sebuah persaudaraan, orang-orang menginginkan kehidupan yang damai dan tentram sehingga persatuan dan kesatuan dapat terwujud.
Mengutip buku Pasti Bisa Pendidkan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh Tim Tunas Karya Guru (2007: 71), dalam mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan, terdapat makna-makna penting yang terkandung di dalamnya di antaranya meliputi:
Menjalin rasa kekeluargaan, persahabatan, serta sikap tolong-menolong antar sesama.
Menjunjung tinggi rasa nasionalisme sebagai warga negara yang baik.
Menjalin rasa kemanusiaan yang dimiliki sikap saling toleransi serta keharmonisan untuk hidup secara berdampingan.
Menjalin rasa kebersamaan dan saling melengkapi satu sama lain.
Lalu bagaimana cara menumbuhkan sikap persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari? Berikut contoh sikap yang bisa diteladani dan diaplikasikan dalam lingkungan masyarakat hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perilaku Persatuan dan Kesatuan di Lingkungan Masyarakat
Mengutip buku Get Smart Pendidikan Kewarganegaraan karya Saniyanti Nurmuharimah (2007: 40), berikut adalah beberapa contoh perilaku yang menunjukkan persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat.
Saling menghormati dan menghargai dengan sesama warga masyarakat.
Menjaga hubungan baik dengan tetangga.
Berperilaku sopan kepada semua warga yang berada di lingkungan sekitar.
Saling berbagi kepada warga yang membutuhkan.
Mau menolong tetangga yang sedang kesusahan atau tertimpa musibah.
Ikut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, seperti kerja bakti dan siskamling. Hal ini dilakukan agar antarwarga bisa lebih saling mengenal dan mempererat persaudaraan.
Perilaku Persatuan dan Kesatuan Lingkup Bangsa dan Negara
Ada pun contoh perilaku yang menunjukkan sikap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu:
Mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap suku bangsa untuk memperkenalkan budaya khas daerahnya ke daerah yang lain.
Menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap suku, rasa, agama yang berbeda.
(VIO)
