Apa yang Dapat Dilakukan dalam Kerja Bakti untuk Usaha Pelestarian Lingkungan?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lingkungan tempat tinggal manusia memberikan begitu banyak kemudahan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sandang, pangan, dan papan. Kehadiran lingkungan mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia itu sendiri.
Setiap manusia yang tinggal di suatu lingkungan tertentu wajib untuk ikut serta dalam usaha pelestarian lingkungan. Usaha ini tidak hanya berguna untuk kemaslahatan umat manusia saja, tetapi juga seluruh makhluk hidup yang ada di lingkungan tersebut.
Mengutip dalam buku Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan milik Otto Soemarworto, lingkungan adalah segala sesuatu yang ada pada setiap makhluk hidup atau organisme, yang dapat berpengaruh pada kehidupannya.
Dalam sebuah lingkungan yang ditempati oleh sekelompok orang, sudah seharusnya kebersihan dan kenyamanan lingkungan tersebut menjadi tanggung jawab masyarakat yang menempatinya.
Ada begitu banyak cara agar sebuah lingkungan tetap terjaga kelestariannya, salah satunya dengan kerja bakti lingkungan. Lantas, apa pengertian kerja bakti dan apa saja bentuk kerja bakti untuk pelestarian lingkungan? Simak selengkapnya di bawah ini.
Apa yang Dapat Dilakukan dalam Kerja Bakti untuk Usaha Pelestarian Lingkungan?
Kerja bakti adalah kegiatan positif di masyarakat yang memiliki berbagai macam manfaat. Selain menumbuhkan jiwa persatuan dan kesatuan, kerja bakti juga mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Mengutip dalam buku Kayanya Negeriku Tema 9 Kelas IV yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kerja bakti dapat dilakukan sebagai salah satu usaha pelestarian lingkungan.
Kerja bakti yang dilakukan secara bersama-sama dengan warga sekitar menjadikan pekerjaan terasa lebih terasa ringan. Kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai sarana tempat terjadinya interaksi sosial.
Tak sampai di situ, kerja bakti juga dapat menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.
Lantas, apa yang dapat dilakukan dalam kerja bakti untuk usaha pelestarian lingkungan? Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh setiap warga selama menjalankan kerja bakti, yaitu sebagai berikut.
1. Membersihkan selokan dan sampah yang menumpuk
Selokan tersumbat akan menyebabkan aliran air tersendat, yang nantinya berdampak kepada banjir di lingkungan sekitar. Ini karena air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar.
Sementara itu, sampah yang dibiarkan menumpuk akan menimbulkan bau tidak sedap, yang membuat tidak nyaman warga sekitar. Tidak hanya itu, tumpukan sampah juga akan mengundang bahaya penyakit yang dibawa oleh hewan, seperti lalat dan tikus.
2. Melakukan reboisasi
Jika lingkungan sekitar ada pohon yang telah gundul, lakukan kerja bakti sebagai usaha pelestarian lingkungan. Aktivitas tersebut dapat berupa reboisasi, yaitu penanaman kembali pohon yang telah gundul.
Reboisasi sangat berperan dalam menjaga keseimbangan alam, serta menghindari lingkungan dari banjir yang datang. Pasalnya, akar dari pohon mampu menahan air hujan.
3. Mengelola sampah
Pengelolaan sampah dilakukan agar memudahkan dalam proses penguraian oleh mikroorganisme. Sampah sendiri terbagi menjadi tiga kategori, yang tiap-tiap kategorinya memiliki kriteria sendiri, yaitu:
Bahan organik, yaitu bahan yang dapat diurai dalam tanah oleh mikroorganisme, contoh sampahnya, yaitu hewan dan tumbuhan yang telah mati.
Bahan anorganik, merupakan sampah-sampah yang didapatkan dari bahan plastik, atau bahan yang sulit terurai dalam tanah. Contohnya, yaitu, sampah bekas plastik makanan, botol minum dari plastik, dan sebagainya.
Bahan berbahaya dan beracun (B3), adalah sampah yang di dalamnya memuat kandungan bahan berbahaya dan beracun. Sampah jenis ini tidak bisa dibuang sembarangan, melainkan harus dilakukan pengolahan.
(HDP)
