Apa yang Dimaksud dengan Deaf Gain? Ini Maknanya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang dimaksud dengan deaf gain? Deaf Gain adalah sebuah konsep yang membalikkan cara pandang tradisional terhadap tuli. Tuli tidak dianggap sebagai sebuah kekurangan atau kehilangan pendengaran (hearing loss).
Dikutip dari www.psychologytoday.com, deaf atau tuli adalah keuntungan unik dalam bentuk bahasa, budaya, kreativitas, dan cara kognitif visual-spasial berbeda yang dibawa oleh komunitas Deaf.
Konsep ini dipopulerkan dan dipelajari secara mendalam dalam kumpulan tulisan yang diedit oleh H-Dirksen L. Bauman dan Joseph J. Murray. Konsep ini menekankan bagaimana keberadaan Deaf justru dapat memperkaya keberagaman manusia.
Apa yang Dimaksud dengan Deaf Gain? Ini Maknanya
Apa yang dimaksud dengan deaf gain? Secara praktis, Deaf Gain atau konsep tentang tuli menyoroti beberapa aspek utama, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Keuntungan secara Linguistik
Bahasa isyarat adalah sistem linguistik penuh yang memperluas pemahaman seseorang tentang bahasa manusia. Misalnya, bahasa ASL dan bahasa isyarat lain.
2. Keuntungan Budaya dan Sosial
Komunitas Deaf membentuk jaringan sosial, seni, dan tradisi yang sangat unik. Komunitas ini juga menggabungkan berbagai macam individu dengan latar belakang yang berbeda-beda.
3. Keuntungan Desain dan Arsitektur
Adanya ide seperti DeafSpace menunjukkan bagaimana sebuah lingkungan yang dirancang untuk kebutuhan visual, dapat membuat ruang publik lebih inklusif bagi semua orang.
Di dalam bidang pendidikan dan perkembangan anak, strategi komunikasi visual yang dipraktikkan oleh orang Deaf dapat membawa manfaat bagi anak-anak, termasuk anak hearing. Misalnya bahasa isyarat, perhatian visual, dan teknik tatap muka.
Hal tersebut merupakan contoh nyata dari “gain” yang melampaui identitas Deaf itu sendiri. Dengan demikian, Deaf Gain tidak hanya berbicara tentang keuntungan secara individual, melainkan kontribusi sosial yang lebih luas.
Institusi seperti Gallaudet University dan proyek-proyek pengurangan bias telah mengadopsi perspektif Deaf Gain. Hal ini bertujuan untuk mengubah praktik pendidikan, kebijakan, dan teknologi agar lebih menghargai keanekaragaman sensorik dan kognitif.
Pendekatan ini mendorong masyarakat untuk menilai kembali tujuan intervensi medis atau teknis seperti exclusivement atau mengembalikan pendengaran. Kemudian justru mempertimbangkan bagaimana mempertahankan serta merayakan identitas Deaf.
Singkatnya, apa yang dimaksud dengan deaf gain? Deaf Gain adalah panggilan untuk melihat tuli sebagai sumber kekayaan bahasa, cara berpikir, desain, seni, dan komunitas. Konsep ini memberi manfaat bagi seluruh umat manusia jika dihargai dan dimasukkan dalam praktik sosial, pendidikan, dan kebijakan. (Aya)
Baca juga: 4 Manfaat Memahami Tahapan Perkembangan CoP agar Tidak Salah Kaprah
