Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Peta? Ini Fungsi dan Jenis-jenisnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peta yang menunjukkan kondisi geografis permukaan bumi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peta yang menunjukkan kondisi geografis permukaan bumi. Foto: Pixabay

Apa yang dimaksud dengan peta? Peta adalah gambar yang menunjukkan kondisi geografis permukaan bumi dengan diwakili beberapa simbol dan warna. Peta dibuat menjadi ukuran yang lebih kecil, tapi tetap bisa menjelaskan kondisi geografis secara jelas.

Di dalam peta, gambaran permukaan bumi (dataran rendah, dataran tinggi, gunung, rawa, laut, dan sebagainya) dibuat dengan menggunakan skala tertentu pada bidang datar. Bidang datar yang dimaksud ialah kertas.

Peta juga memiliki komponen-komponen tertentu yang menjadi elemen penting. Komponen inilah yang dapat mempermudah pembaca untuk memahami dan membaca informasi yang terdapat dalam sebuah peta.

Tanpa adanya peta, untuk mengenali suatu lokasi atau wilayah yang belum diketahui akan lebih sulit. Agar lebih memahaminya, simak fungsi dan jenis-jenis peta berikut ini.

Ilustrasi peta yang menggambarkan permukaan bumi pada bidang datar. Foto: Pixabay

Apa yang Dimaksud dengan Peta?

Istilah “peta” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “mappa” yang berarti taplak atau kain penutup meja. Secara umum, pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.

Menurut KBBI, peta adalah gambar atau lukisan pada kertas yang menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung, dan sebagainya melalui gambar dari suatu daerah.

Berdasarkan buku Siap Menghadapi UN Geografi karangan Rogers Pakpahan dkk., para ahli dan instansi terkait juga mengemukakan pengertian peta sebagai berikut:

  • Erwin Raisz seorang Kartografer Amerika menyatakan, peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil sebagai kenampakan jika dilihat dari atas dan ditambah tulisan-tulisan sebagai tanda pengenal.

  • Aryono Prihandito, ahli kartografi di Indonesia berpendapat peta adalah gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu dan digambarkan pada bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu.

  • Bakosurtanal atau Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional memaparkan peta sebagai wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan sekaligus menjadi sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan di tingkat pembangunan.

  • Menurut ICA (International Cartographic Association), peta adalah suatu gambar berskala yang terletak pada medium datar. Peta memiliki kenampakan nyata dan abstrak yang telah dipilih sebelumnya dan berada dalam hubungan antara permukaan bumi dengan benda langit yang lain.

Dari pernyataan di atas, disimpulkan bahwa peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi, baik sebagian atau seluruhnya pada bidang datar yang diperkecil dengan skala, dan dilihat dari atas dengan tulisan tertentu sebagai tanda.

Peta juga memuat berbagai penampakan, baik nyata maupun abstrak. Ketampakan-ketampakan nyata di permukaan bumi, contohnya seperti pegunungan, lembah, sawah, hutan, danau, laut, atau jalan. Sementara ketampakan abstrak yang dimaksud adalah lintang bujur, batas wilayah, iklim, cuaca, garis ekuator, dan masih banyak lagi.

Ilustrasi peta yang berfungsi untuk menentukan suatu lokasi. Foto: Pixabay

Fungsi Pembuatan Peta

Fungsi peta secara umum adalah dapat mengetahui atau menentukan lokasi yang dicari serta mendapatkan informasi tentang suatu wilayah, walaupun tempat tersebut sebelumnya belum pernah dikunjungi.

Mengutip buku Geografi SMA Kelas 12 karya Samadi, S.Pd, fungsi pembuatan peta lainnya adalah sebagai berikut:

  • Memberikan informasi posisi atau letak daerah tertentu di permukaan bumi. Dengan membaca peta, pembaca dapat mengetahui lokasi relatif suatu wilayah yang dilihatnya.

  • Menunjukan informasi tentang ukuran dan arah suatu tempat di permukaan bumi.

  • Memberikan informasi tentang bentuk-bentuk permukaan bumi seperti negara, benua, gunung, sungai dan lainnya, sehingga dimensi dapat terlihat dalam peta.

  • Menyajikan data tentang potensi suatu daerah, Misalnya Pulau Kalimantan memiliki banyak daerah tambang dan Pulau Jawa memiliki banyak persawahan.

  • Mempermudah peneliti menganalisis kondisi daerah yang akan diteliti, sebelum terjun ke tempat secara langsung. Di antaranya untuk mengetahui ketinggian suatu wilayah, pola curah hujan, dan kelembaban suatu daerah.

  • Sebagai alat untuk mempelajari fenomena alam, peristiwa sosial, atau gejala geografi di permukaan bumi.

Agar fungsi peta lebih mudah dipahami, sebuah peta harus memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu:

  1. Peta harus sama bentuk. Peta yang sudah tergambar harus sebangun dengan keadaan aslinya, seberapapun kecilnya peta tersebut. Hal ini nantinya dapat ditentukan dengan melihat skala peta.

  2. Peta harus sama jarak. Perbandingan jarak pada peta juga harus sesuai dengan jarak yang ada pada aslinya.

  3. Peta harus sama luas. Peta juga harus memiliki perbandingan luas yang sama dengan keadaan sebenarnya.

  4. Memiliki petunjuk arah yang benar. Bila peta tidak memilik petunjuk arah yang benar, akan membuat pengguna peta kesulitan dalam menggunakannya, bahkan bisa membuat orang tersesat.

  5. Informasi yang dipaparkan harus jelas, agar tidak membingungkan pembacanya.

  6. Data harus teliti. Penyajian data-data pada peta harus rapi, lengkap, dan teliti. Meski ditemukan sedikit kesalahan, hal tersebut dapat berdampak besar bagi penggunaan peta tersebut.

Ilustrasi peta yang menunjukkan suatu daerah tertentu. Foto: Pixabay

Jenis Jenis Peta

Dihimpun dari buku Geografi SMP/MTs Kls VII karya Wirastuti Widyatmanti dan Dini Natalia, jenis peta secara garis besar dibedakan berdasarkan isi dan bentuknya. Lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut ini.

Jenis peta berdasarkan isinya, yaitu:

1. Peta umum

Peta umum menggambarkan sebagian atau seluruh permukaan bumi dengan menyajikan data-data umum. Peta umum juga menunjukkan kenampakan alam sekaligus kenampakan buatan manusia. Peta umum dikenal menjadi tiga macam yaitu:

  • Peta dunia.

  • Peta korografi, yaitu peta yang menjelaskan seluruh atau sebagian permukaan bumi. Contohnya, yaitu peta Provinsi Jawa Timur.

  • Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan relief bumi dengan garis-garis kontur sebagai penjelasnya. Garis-garis ini bisa menunjukkan perbedaan ketinggian pada suatu tempat. Misalnya menjadi pembeda antara daerah sungai, jalan, pemukiman, dan lain-lain.

2. Peta khusus atau peta tematik

Peta ini biasanya menggambarkan tentang aspek atau gejala khusus pada permukaan bumi. Misalnya, peta penyebaran flora dan fauna, peta kepadatan penduduk, peta persebaran hasil tambang, dan lain sebagainya.

Adapun jenis peta berdasarkan bentuknya, yaitu:

1. Peta digital

Berdasarkan namanya, jenis peta ini dibuat menggunakan bantuan komputer. Peta digital akan menampilkan data-data yang disimpan di dalam memori komputer. Untuk melihatnya, peta digital ditayangkan melalui layar monitor komputer dengan menggunakan program map info maupun arc info.

2. Peta timbul

Peta timbul adalah peta yang dibuat secara tiga dimensi. Peta ini terlihat mirip dengan bentuk permukaan bumi sebenarnya. Pada peta timbul, daerah-daerah tertentu diberi warna dan permukaannya timbul, kontur-konturnya jelas. Misalnya, area pegunungan akan tampak menjulang, warna laut, dataran rendah, dan dataran tinggi pun berbeda.

3. Peta datar

Peta datar adalah peta yang dibuat pada bidang yang datar seperti kertas, kain, kanvas, ataupun triplek. Secara umum, peta ini tampak seperti peta yang sering digunakan dalam keseharian. Di dalam peta ini terdapat gambar permukaan bumi, warna yang berbeda-beda, penjelasan skala, serta simbol.

(VIO)