Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud Pemerintah Amerika Shutdown dan Sejarahnya? Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa yang dimaksud pemerintah amerika shutdown dan sejarahnya . Foto: Unsplash /Danny Burke
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa yang dimaksud pemerintah amerika shutdown dan sejarahnya . Foto: Unsplash /Danny Burke

Apa yang dimaksud pemerintah amerika shutdown dan sejarahnya menjadi topik hangat yang menarik perhatian publik internasional.

Istilah shutdown merujuk pada kondisi ketika sebagian besar lembaga pemerintah Amerika Serikat terpaksa menghentikan operasionalnya karena anggaran tahunan tidak disetujui oleh Kongres tepat waktu.

Fenomena ini bukan hanya sekadar masalah teknis anggaran, melainkan juga mencerminkan dinamika politik antara legislatif dan eksekutif yang saling tarik-menarik kepentingan.

Apa yang Dimaksud Pemerintah Amerika Shutdown dan Sejarahnya?

Ilustrasi Apa yang dimaksud pemerintah amerika shutdown dan sejarahnya . Foto: Unsplash /Rick Lipsett

Apa yang dimaksud pemerintah amerika shutdown dan sejarahnya dapat dijelaskan melalui mekanisme politik dan hukum di negara tersebut. Pemerintah federal Amerika tidak bisa mengeluarkan dana tanpa persetujuan Kongres sesuai aturan Antideficiency Act.

Jika anggaran atau resolusi sementara (continuing resolution) tidak disahkan tepat waktu, maka lembaga-lembaga pemerintah yang dianggap non-esensial diwajibkan menghentikan sebagian besar operasinya.

Pegawai yang termasuk kategori “furlough” akan dirumahkan sementara, sementara pegawai yang menjalankan fungsi penting seperti keamanan nasional, penegakan hukum, dan pengendalian lalu lintas udara tetap bekerja, meski sering tanpa gaji sampai anggaran baru disetujui.

Sejarah shutdown di Amerika dimulai sejak awal 1980-an ketika Jaksa Agung Benjamin Civiletti menegaskan bahwa lembaga federal tidak boleh beroperasi tanpa alokasi dana resmi dari Kongres. Sebelum itu, kekosongan anggaran tidak selalu diartikan sebagai penutupan pemerintahan, tetapi setelah opini hukum tersebut, shutdown menjadi konsekuensi yang harus dijalankan.

Sejak saat itu, sudah terjadi belasan kali shutdown dengan durasi yang bervariasi. Beberapa shutdown hanya berlangsung sehari, tetapi ada pula yang memakan waktu berbulan-bulan.

Dikutip dari laman berkas.dpr.go.id, kasus shutdown yang paling dikenal publik terjadi pada era Presiden Bill Clinton pada 1995–1996 selama 21 hari akibat perdebatan tentang pemotongan anggaran. Lalu pada 2013, pemerintahan Barack Obama menghadapi shutdown selama 16 hari karena perselisihan terkait Undang-Undang Kesehatan (Affordable Care Act).

Shutdown terpanjang dalam sejarah terjadi pada 2018–2019 di era Donald Trump, berlangsung 35 hari, akibat perbedaan pandangan mengenai anggaran pembangunan tembok perbatasan. Peristiwa ini memberi gambaran jelas bahwa konflik politik yang berkepanjangan dapat berdampak langsung pada jalannya pemerintahan.

Baru-baru ini, pada 1 Oktober 2025, Amerika kembali menghadapi shutdown setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran untuk tahun fiskal 2026. Dampaknya dirasakan oleh lebih dari 800 ribu pegawai federal yang terpaksa dirumahkan, sementara sejumlah lembaga penting seperti CDC dan NIH mengalami keterlambatan program.

Shutdown ini menambah daftar panjang sejarah tarik-menarik politik anggaran di Amerika Serikat. Dari sini terlihat bahwa shutdown bukan hanya peristiwa administratif, tetapi juga simbol dari ketidakmampuan politik menemukan titik temu dalam mengelola negara sebesar Amerika. (Arif)

Baca juga: Sejarah Perkembangan Sosiologi di Eropa dan Amerika