Apa yang Terjadi Jika Darah Kekurangan Hemoglobin?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika darah kekurangan hemoglobin maka mengakibatkan tubuh akan kekurangan darah atau dalam istilah medis disebut anemia.
Anemia merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan hemoglobin atau sel darah merah. Kadar hemoglobin yang rendah dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga tubuh akan terasa lemas, wajah menjadi pucat, dan kepala pusing.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai anemia, penyebab, dan gejalanya, simak pembahasan berikut.
Apa yang Terjadi Jika Darah Kekurangan Hemoglobin atau Mengalami Anemia?
Hemoglobin adalah protein kaya zat besi dalam sel darah merah yang bertugas untuk mengikat oksigen dalam darah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Jika darah kekurangan hemoglobin maka mengakibatkan anemia yang dapat menimbulkan sejumlah keluhan dan gangguan kesehatan.
Kekurangan hemoglobin dapat disebabkan oleh sejumlah hal yang mengakibatkan kadar sel darah merah dalam tubuh berkurang, di antaranya:
1. Produksi Hemoglobin Menurun
Produksi hemoglobin di dalam tubuh menurun dapat disebabkan oleh anemia defisiensi zat besi. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan zat besi yang merupakan komponen penting untuk menghasilkan hemoglobin.
Selain itu, ada pula beberapa penyebab lainnya karena kondisi atau penyakit, seperti:
Anemia karena perdarahan.
Anemia aplastik (produksi eritrosit terganggu).
Anemia hemolitik (meningkatnya kerusakan eritrosit).
Anemia defisiensi nutrisi.
Kanker darah.
Gagal ginjal.
Efek samping obat-obatan tertentu.
2. Tubuh Kehilangan Darah
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tubuh kehilangan darah, di antaranya:
Perdarahan akibat luka berat atau operasi.
Perdarahan di saluran cerna akibat tukak lambung, wasir, atau kanker usus.
Perdarahan di saluran kemih.
Terlalu sering melakukan donor darah.
Infeksi kronis.
3. Kelainan pada Hemoglobin
Beberapa kelainan dapat merusak hemoglobin lebih cepat dibandingkan kemampuan tubuh dalam membuatnya. Kondisi kelainan tersebut antara lain:
Porfiria atau sekumpulan kelainan genetik yang timbul akibat proses pembentukan heme yang tidak sempurna.
Splenomegali atau pembengkakan limpa.
Vaskulitis atau radang pada pembuluh darah.
Thalassemia atau penyakit keturunan akibat kelainan sel darah merah.
Gejala Umum Anemia
Dikutip dari Buku Ajar Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Hematologi oleh Wiwik Handayani, gejala umum anemia adalah gejala yang timbul pada semua jenis anemia dalam kondisi kadar hemoglobin yang sudah menurun sedemikian rupa di bawah titik tertentu.
Gejala ini timbul karena anoksia organ target dan mekanisme kompensasi tubuh terhadap penurunan hemoglobin.
Berikut gejala umum anemia berdasarkan organ tubuh yang terkena.
Sistem kardiovaskular, seperti lesu, cepat lelah, sesak napas saat beraktivitas, palpitasi, angina pektoris, dan gagal jantung.
Sistem saraf, seperti sakit kepala, pusing, telinga mendenging, mata berkunang-kunang, kelemahan otot, iritabilitas, lesu, serta perasaan dingin.
Sistem urogenital, seperti gangguan menstruasi dan libido menurun.
Epitel, seperti warna pucat pada kulit dan mukosa, elastisitas kulit menurun, serta rambut tipis dan halus.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan hemoglobin?

Apa yang dimaksud dengan hemoglobin?
Hemoglobin adalah protein kaya zat besi dalam sel darah merah yang bertugas untuk mengikat oksigen dalam darah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Mengapa produksi hemoglobin bisa menurun?

Mengapa produksi hemoglobin bisa menurun?
Produksi hemoglobin di dalam tubuh menurun dapat disebabkan oleh anemia defisiensi zat besi karena zat tersebut sangat penting untuk menghasilkan hemoglobin.
Apa gejala umum anemia pada sistem kardiovaskular?

Apa gejala umum anemia pada sistem kardiovaskular?
Lesu, cepat lelah, sesak napas saat beraktivitas, palpitasi, angina pektoris, dan gagal jantung.
