Apakah Akibatnya Jika Terjadi Dua Lempeng Saling Bertemu?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah akibatnya jika terjadi dua lempeng saling bertemu? Ketika dua lempeng saling bertemu, lempeng yang satu akan menghujam ke bawah lempeng yang lain. Pergerakan lempeng ini dikenal dengan istilah konvergensi.
Pertemuan dua lempeng tektonik ini dapat berupa pertemuan antara lempeng benua dan benua, atau antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra.
Untuk mengetahui lebih jelas apa saja akibat yang terjadi jika dua buah lempeng saling bertemu, simak pembahasan berikut.
Apakah Akibatnya Jika Terjadi Dua Lempeng Saling Bertemu?
Dikutip dari Mega Book SMA IPS Kelas X oleh Tim Smart Nusantara, fenomena alam yang terjadi jika dua lempeng saling bertemu adalah sebagai berikut.
Lempeng dasar samudra menunjam ke bawah lempeng benua. Menunjamnya lempeng dasar samudra disebabkan oleh desakan lempeng benua yang lebih tebal dan keras, dan di tempat inilah terbentuk palung laut, yaitu dasar laut yang dalam dan memanjang.
Menjadi daerah hiposentra gempa dangkal dan gempa dalam.
Terjadinya aktivitas vulkanisme intrusi dan ekstrusi. Intrusi adalah aktivitas terobosan magma ke dalam lapisan-lapisan litosfer, tapi terobosan magma tersebut tidak sampai ke permukaan bumi. Sementara ekstrusi adalah proses letusan gunung api, di mana magma dapat keluar dari dalam bumi.
Terbentuknya palung laut di tempat tumbukan itu terjadi.
Pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan tempat munculnya deretan pegunungan.
Timbunan sedimen campuran yang dalam istilah geologi disebut batuan bancuh dan melange. Melange adalah batuan yang terbentuk dengan cara seluruhnya tercampur akibat berada di antara dua lempeng bumi yang bergerak.
Penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng.
Akibat dari pergerakan dua lempeng yang saling bertemu terhadap wilayah Indonesia, membuat wilayah Indonesia rawan akan gempa bumi.
Indonesia terdapat pertemuan tiga lempeng, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo-Australia. Jenis batas antara lempeng-lempeng ini adalah konvergensi.
Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Selain itu, di bagian timur, bertemu tiga lempeng tektonik sekaligus, yaitu lempeng Filipina, Pasifik, dan Indo-Australia.
Demikian pula subduksi antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi, yaitu Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang pulau Jawa, Bali, dan Lombok, serta parit samudra (jurang dasar samudra) yang tidak lain adalah Parit Jawa (Sunda).
Subduksi adalah proses geologi wilayah lempeng bumi di mana terdapat pada batas dua lempeng tektonik litosfer, lempeng dengan kerak samudra yang lebih tipis menunjam ke bawah lempeng dengan kerak benua yang lebih tebal secara konvergensi.
Adanya pergerakan subduksi antara dua lempeng menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi dan parit samudra.
Lempeng tektonik terus bergerak. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Jika ini terjadi, akan menimbulkan gempa atau tsunami, serta meningkatnya kenaikan magma ke permukaan.
Jadi, tidak heran jika terjadi gempa yang bersumber dari dasar samudra, yang sering kali diikuti dengan tsunami, dan aktivitas gunung berapi juga turut meningkat.
(SFR)
