Apakah Benar 20 Februari 2026 Blackout? Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isu apakah benar 20 Februari 2026 Blackout menjadi perbincangan hangat di media sosial. Informasi ini memicu kepanikan di kalangan publik tanpa adanya konfirmasi dari instansi resmi terkait jaringan kelistrikan atau pemerintah.
Narasi yang beredar mengklaim bahwa Indonesia akan mengalami pemadaman listrik total selama tujuh hari berturut-turut pada periode tersebut, lengkap dengan mati listrik, jaringan internet, dan layanan lain seperti ATM.
Apakah Benar 20 Februari 2026 Blackout?
Isu apakah benar 20 Februari 2026 Blackout bermula dari konten viral di media sosial, terutama TikTok, yang mengutip pernyataan seorang tokoh publik dalam sebuah podcast.
Pernyataan tersebut sejatinya disampaikan sebagai ilustrasi pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat secara umum, namun kemudian dipotong dari konteks awal dan berkembang menjadi narasi seolah-olah merujuk pada peristiwa Blackout.
Berdasarkan informasi website blog.amikom.ac.id, dalam versi lengkapnya, pembicaraan tersebut menekankan pentingnya kesiapan menghadapi gangguan layanan dalam situasi ekstrem, termasuk cadangan pangan, air bersih, dan alat penerangan darurat.
Namun konteks itu kemudian terpotong dan disebarkan kembali tanpa penjelasan utuh, sehingga banyak yang berpikir bahwa pemadaman listrik total akan terjadi secara pasti pada tanggal 20 Februari 2026.
Narasi ini kemudian berkembang dengan klaim yang lebih ekstrem, bahkan sampai melibatkan “matinya layanan internet dan ATM selama tujuh hari berturut-turut.”
Pihak yang awalnya berbicara pada rekaman pun tidak pernah menyatakan bahwa akan terjadi Blackout atau pemadaman total yang terjadwal.
Tujuannya adalah untuk mengingatkan pentingnya kesiapan umum dalam keadaan darurat, bukan memperkirakan tanggal pemadaman listrik nasional.
Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), mengklarifikasi bahwa tidak ada pernyataan resmi tentang pemadaman listrik selama tujuh hari berturut-turut pada 20 Februari 2026.
Pernyataan yang beredar hanya berupa potongan informasi konteks kesiapsiagaan darurat, bukan pengumuman resmi tentang pemadaman listrik.
Selain itu, PT PLN (Persero) selaku operator jaringan kelistrikan juga belum mengeluarkan keterangan bahwa sistem kelistrikan nasional akan dipadamkan secara besar-besaran.
Sampai saat ini sistem kelistrikan berfungsi normal dan terus dipantau secara berkala untuk menjamin pasokan listrik di seluruh Indonesia.
Meski begitu, negara-negara lain memang kerap melakukan simulasi gangguan besar sebagai bagian dari strategi kesiapsiagaan nasional.
Simulasi tersebut bertujuan untuk melihat respons terhadap gangguan sementara, dan bukannya prediksi pasti bahwa suatu gangguan besar akan terjadi. Jenis kegiatan ini umum dilakukan dalam studi mitigasi bencana dan kesiapan infrastruktur.
Apakah benar 20 Februari 2026 Blackout saat ini jelas merupakan spekulasi atau hoaks yang tidak berdasar pada pernyataan resmi pemerintah, operator kelistrikan, atau lembaga internasional bidang energi.
Meskipun begitu, isu ini mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan gangguan infrastruktur seperti bencana alam atau pemadaman lokal tidak terduga, dengan membuat rencana darurat rumah tangga yang baik. (Rahma)
Baca juga: Daftar Tarif Listrik PLN per kWh Januari 2026 untuk Semua Golongan
