Apakah Boleh Puasa Ikut Muhammadiyah Lebaran Ikut NU? Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah boleh puasa ikut Muhammadiyah Lebaran ikut NU? Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama memiliki metode penetapan puasa dan Lebaran yang berbeda.
Muhammadiyah menggunakan metode perhitungan hisab, sedangkan NU atau Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyat yang dikombinasikan dengan hisab.
Apakah Boleh Puasa Ikut Muhammadiyah Lebaran Ikut NU?
Apakah boleh puasa ikut Muhammadiyah Lebaran ikut NU? Pertanyaan ini sering muncul setiap Ramadhn.
Pertanyaan ini biasanya dilontarkan sebagai candaan, tetapi juga tidak sedikit yang benar-benar penasaran.
Dikutip dari Buku Fikih Madrasah Tsanawiyah, H. Ahmad Ahyar-Ahmad Najibullah, (2019: 79), pengertian puasa sendiri adalah ibadah yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari yang disertai dengan niat.
Umat Islam boleh puasa mengikuti satu metode, misalnya NU lalu merayakan Lebaran mengikuti metode lain, misalnya Muhammadiyah selagi jumlah hari puasa tetap memenuhi syarat, minimal 29 hari.
Jika akibat perbedaan metode puasa hanya berlangsung 28 hari, maka puasa dianggap kurang, dan wajib melakukan qada (mengganti) hari yang kurang.
Ahli fikih dan ulama, seperti Ustadz Felix Siauw menekankan praktik yang konsisten dari awal sampai akhir lebih disarankan untuk menghindari risiko jumlah hari puasa tidak sesuai syariat, contohnya:
Apabila mengikuti Muhammadiyah, maka puasa dari awal sampai Lebaran sesuai hisab Muhammadiyah.
Apabila mengikuti NU/pemerintah, maka puasa dari awal hingga Lebaran sesuai rukyat.
Intinya, hukum menggabungkan dua metode boleh asaja asal jumlah puasa tetap 29-30 hari, tidak boleh jiak puasa kurang dari 29 hari.
Pendekatan paling aman dan sederhana adalah konsisten mengikuti satu metode.
Perlu diingat, tujuan puasa akan bukan mencari yang paling singkat, tetapi menjalankan ibadah dengan penuh keyakinan dan ketenangan hati.
Perbedaan metode merupakan bagian dari Khazanah ijtihad dalam Islam, dan selama dilakukan dengan ilmu serta adab, maka semuanya akan tetap dalam koridor syariat.
Apakah boleh puasa ikut Muhammadiyah Lebaran ikut NU? Menurut syariat, boleh saja seseorang berupasa mengikut Muhammadiyah dan berlebaran mengikut NU, selama jumlah puasanya tetap terpenuhi sesuai ketentuan minimal 29 hari sampai 30 hari. (NOV)
Baca juga: Jadwal Puasa 2026 Selengkapnya untuk Umat Muslim
