Apakah Harga Emas akan Turun di Tahun 2026? Cari Tahu Informasinya di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah harga emas akan turun di tahun 2026? Pertanyaan ini banyak diperbincangkan seiring perubahan kondisi ekonomi global yang terus berubah.
Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kebijakan suku bunga bank sentral, tingkat inflasi, kondisi geopolitik, serta nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai yang cenderung diminati saat terjadi ketidakpastian ekonomi. Namun, ketika kondisi ekonomi stabil dan instrumen investasi lain menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, harga emas dapat mengalami penurunan.
Apakah Harga Emas akan Turun di Tahun 2026?
Apakah harga emas akan turun di tahun 2026? Dikutip dari laman kitco.com, berdasarkan proyeksi terbaru analis komoditas dari J.P. Morgan, harga emas justru diperkirakan tidak akan turun, melainkan berpotensi terus meningkat hingga akhir 2026.
Bank investasi tersebut memperkirakan harga emas bisa naik sekitar 22% dari level saat ini dan berpeluang mencapai US$6.300 per ons pada akhir tahun 2026. Kenaikan ini didorong oleh permintaan yang kuat dan berkelanjutan dari dua kelompok utama, yaitu bank sentral dan investor.
Sepanjang beberapa tahun terakhir, bank sentral tercatat membeli emas dalam jumlah besar sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa. Meskipun volume pembelian pada 2026 diproyeksikan sedikit lebih rendah dibandingkan puncaknya, jumlah tersebut tetap berada di atas rata-rata historis sebelum 2022, sehingga tetap menjadi penopang harga.
Dari sisi investor, permintaan juga diperkirakan tetap solid. Instrumen seperti ETF emas, kontrak berjangka, serta pembelian emas fisik dalam bentuk batangan dan koin menunjukkan tren positif.
Bahkan, terdapat potensi tambahan permintaan dari perusahaan asuransi di Tiongkok dan pelaku industri kripto yang mulai melirik emas sebagai instrumen diversifikasi.
Selain faktor permintaan, kondisi makroekonomi global turut mendukung prospek kenaikan harga emas. Dolar Amerika Serikat yang melemah, potensi penurunan suku bunga di AS, serta ketidakpastian ekonomi dan geopolitik secara historis menjadi faktor yang mendorong penguatan harga emas sebagai aset lindung nilai.
Dengan pasokan tambang emas yang relatif terbatas dan tidak mudah meningkat dalam waktu singkat, sementara permintaan diperkirakan tetap kuat, peluang penurunan harga emas pada 2026 dinilai relatif kecil menurut proyeksi tersebut. Sebaliknya, arah pergerakan harga emas cenderung menguat, meskipun tetap berpotensi mengalami fluktuasi dalam perjalanannya.
Demikianlah ulasan mengenai apakah harga emas akan turun di tahun 2026, yang kemungkinan besar harga emas tidak turun secara signifikan di 2026 secara keseluruhan. (Idaf)
Baca juga: Kapan Terakhir Lapor Pajak 2026? Simak Penjelasannya di Sini
