Konten dari Pengguna

Apakah yang Disebut Homoseista pada Peta Gempa? Ini Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah yang disebut homoseista? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apakah yang disebut homoseista? Foto: Unsplash

Istilah homoseista sering ditemukan di dalam mata pelajaran geografi terutama ketika membahas gempa bumi. Namun, apakah yang disebut dengan homoseista?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, istilah homoseista sering dijumpai ketika terjadi bencana alam gempa bumi.

Menurut laman resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, gempa bumi merupakan berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunung berapi atau runtuhan batuan.

Ketika terjadi bencana alam gempa bumi, maka pemerintah memerlukan pemetaan. Ketika terjadi pemetaan, dikenal beberapa macam garis pada peta gempa, yakni homoseista, isoseista, dan pleistosesista.

Pengertian dari Peta Gempa

Pengertian dari peta gempa. Foto: Unsplash

Mengutip jurnal yang berjudul Peta Gempa Indonesia karya Ahmad Syaiful Makmur, peta gempa adalah peta wilayah yang menunjukkan besaran percepatan tanah dasar akibat gempa rencana yang kemungkinan bisa menimpa gedung lainnya.

Peta ini juga termasuk hasil analisis probabilitas dari data-data kejadian gempa yang ada di suatu wilayah. Artinya, data-data kejadian gempa yang ada diolah dan dianalisis kembali untuk menghasilkan nilai peluang terjadinya suatu gempa pada masa yang akan datang.

Setiap negara memiliki peta gempa yang berbeda-beda. Peta gempa Indonesia berdasarkan dari SNI Perencanaan Ketahanan Gempa Gedung 1726 tahun 2002, Indonesia ditetapkan terbagi dalam 6 wilayah gempa.

Wilayah gempa 1 adalah wilayah dengan kegempaan paling rendah dan wilayah gempa 6 dengan kegempaan paling tinggi. Pembagian wilayah gempa ini juga didasari dari percepatan puncak batuan dasar akibat pengaruh gempa rencana dengan periode ulang 500 tahun.

Macam-Macam Garis pada Peta Gempa

Macam-macam garis pada peta gempa. Foto: Unsplash

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, peta gempa ini ditujukan untuk melihat atau menganalisis kembali peluang terjadinya gempa di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, sempat disinggung tentang garis yang ada pada peta gempa bumi. Garis tersebut bukanlah garis yang di gambar tanpa adanya tujuan.

Salah satu garis pada peta gempa adalah homoseista. Ingin tahu apa yang disebut dengan homoseista? Simak penjelasannya di bawah ini, seperti yang dikutip dari buku Belajar Mandiri IPA untuk SMP/MTS Berbasis SKS Semester 2 karya Hisbulloh Huda, S.Pd, M.Si, yakni:

  • Homoseista adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat yang pada waktu yang sama dilewati oleh gempa. Misalnya, seismograf terdapat di stasiun T, H, I mencatat getaran gempa pada pukul 20.35'15''.

  • Isoseista adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat yang dilalui oleh gempa yang frekuensi atau intensitasnya sama. Isoseista juga terbentuk untuk mengidentifikasi episenter gempa, terutama di mana ada catatan penting yang ada, seperti kondisi tanah, geologi, dan lainnya.

  • Pleistoseista adalah garis yang mengelilingi daerah dengan kerusakan paling parah dari gempa bumi. Biasanya, pleistoseista mengelilingi episentrum karena daerah di sekitar episentrum mengalami kerusakan yang terparah.

(JA)