Konten dari Pengguna

Apersepsi dalam Pembelajaran: Pengertian dan Tujuannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apersepsi dalam Pembelajaran, Foto: Unsplash/Joseph Agboola
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apersepsi dalam Pembelajaran, Foto: Unsplash/Joseph Agboola

Untuk memahami proses belajar yang efektif, penting untuk meninjau pengertian apersepsi dalam pembelajaran dan tujuannya, karena tahap ini berperan besar dalam memusatkan perhatian dan membangun konteks belajar.

Apersepsi pada dasarnya berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan pengalaman atau pengetahuan awal siswa dengan topik yang akan dipelajari.

Melalui proses ini, guru membantu siswa membangkitkan kembali ingatan, menata fokus, serta menyiapkan kerangka berpikir agar mereka lebih mudah menerima materi selanjutnya.

Pengertian dan Tujuan Apersepsi dalam Pembelajaran

Ilustrasi Apersepsi dalam Pembelajaran, Foto: Unsplash/Ben White

Dikutip dari Apersepsi Berbasis Lingkungan Sekitar sebagai Pemusatan Fokus Pembelajaran Biologi Selama Pembelajaran Daring, oleh Fitri R. O. dkk, (2020), dalam situs journals.ums.ac.id, apersepsi dalam pembelajaran adalah proses penting dalam memulai suatu pembelajaran.

Apersepsi dipahami sebagai proses awal pembelajaran yang bertujuan membantu peserta didik membangun pemahaman, membentuk pola pikir, serta mengarahkan perhatian mereka sebelum memasuki materi inti.

Menurut Pakungwati (2018:11–17), apersepsi merupakan langkah awal sebelum memasuki materi baru, di mana guru terlebih dahulu menghubungkan topik yang akan dipelajari dengan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa.

Kegiatan ini penting karena proses belajar tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan pemahaman awal peserta didik terhadap materi yang akan dibahas.

Melalui apersepsi, guru berupaya membangkitkan minat serta meningkatkan fokus siswa terhadap pelajaran. Selain diterapkan saat membuka pembelajaran, apersepsi idealnya dilakukan sepanjang kegiatan inti agar motivasi siswa tetap terjaga.

Apersepsi dapat dilakukan dengan berbagai teknik untuk membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik selama pembelajaran berlangsung.

Dalam mata pelajaran biologi contohnya, pendidik bisa memanfaatkan kondisi atau fenomena di sekitar siswa sebagai pengantar, sehingga mendorong mereka lebih peka dan peduli terhadap lingkungannya.

Pada praktiknya, bagian apersepsi di awal pembelajaran tidak digunakan untuk meninjau kembali materi sebelumnya, melainkan langsung masuk ke topik baru yang akan dipelajari.

Dikutip dari Studi tentang Keterampilan Guru dalam Melaksanakan Apersepsi pada Pembelajaran PPKN di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, oleh Muhammad Abdul M., (2015:127), dalam situs ojs.unm.ac.id, apersepsi juga berarti penghayatan.

Penghayatan terhadap berbagai hal yang menjadi landasan untuk menerima gagasan-gagasan baru sangat penting dalam proses belajar.

Secara garis besar, apersepsi berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pengalaman atau pengetahuan peserta didik dengan materi yang akan dipelajari.

Dengan kata lain, guru membantu siswa mengaitkan pembelajaran terdahulu dengan topik baru sehingga pemahaman mereka berkembang secara bertahap.

Apersepsi juga dapat dipandang sebagai langkah untuk melihat sejauh mana siswa telah menguasai pelajaran sebelumnya agar mereka lebih mudah memahami dan menyerap materi berikutnya.

Demikianlah pengertian dan tujuan apersepsi dalam pembelajaran. Melakukan apersepsi merupakan langkah yang sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas jalannya kegiatan belajar. (IF)

Baca juga: Pentingnya Lingkungan Pembelajaran yang Aman dan Nyaman bagi Siswa