Arti Broken Strings, Terjemahan, dan Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti Broken Strings kerap dijumpai dalam karya musik, sastra, dan budaya populer berbahasa Inggris. Frasa ini terlihat sederhana, tetapi memiliki lapisan makna yang luas ketika digunakan di luar arti harfiahnya.
Broken Strings sering muncul sebagai judul lagu, ungkapan puitis, hingga nama buku, sehingga pemahamannya perlu dilihat dari berbagai sudut pandang.
Arti Broken Strings dalam Bahasa dan Musik
Pembahasan arti Broken Strings menjadi lebih kaya ketika dikaitkan dengan dunia musik. Dalam konteks ini, senar yang putus bukan hanya persoalan teknis, melainkan simbol dari hilangnya keharmonisan.
Berdasarkan website wordnet-online.com, istilah broken strings menggambarkan kondisi senar yang patah atau tidak lagi utuh, biasanya digunakan untuk menyebut senar pada alat musik seperti gitar dan biola.
Secara literal, kata broken berarti rusak atau patah, sedangkan strings merujuk pada senar atau tali.
Jika digabungkan, Broken Strings dapat diterjemahkan sebagai “senar yang putus”, yakni kondisi ketika sebuah alat musik tidak lagi mampu menghasilkan nada secara sempurna.
Lagu “Broken Strings” yang dipopulerkan oleh James Morrison bersama Nelly Furtado sering dijadikan contoh penggunaan metafora ini dalam lirik lagu berbahasa Inggris.
Broken Strings dapat dipahami sebagai gambaran hubungan atau perasaan yang tidak lagi berjalan selaras. Frasa ini juga sering digunakan dalam tulisan sastra dan puisi.
Senar melambangkan keterikatan, sedangkan kondisi putus menunjukkan gangguan, jarak, atau kehilangan.
Broken Strings juga merepresentasikan kondisi batin ketika emosi tidak lagi tersampaikan dengan utuh dan keseimbangan perasaan terganggu.
Selain digunakan dalam musik, Broken Strings juga menjadi judul memoar karya Aurelie Moeremans. Buku ini mengisahkan perjalanan hidup penulis secara personal dan reflektif, mulai dari masa kecil hingga proses pendewasaan.
Narasi disampaikan dengan sudut pandang introspektif, tanpa menyudutkan pihak tertentu, serta menempatkan pengalaman hidup sebagai ruang pembelajaran.
Memoar Broken Strings menggambarkan bagaimana pengalaman masa lalu, hubungan yang kompleks, dan tekanan emosional membentuk kondisi batin seseorang.
Judul Broken Strings digunakan sebagai simbol emosi yang pernah terhubung tetapi kemudian kehilangan keharmonisan.
Buku ini juga menyoroti proses pemulihan yang berlangsung perlahan, mulai dari menerima kenyataan hingga membangun kembali keseimbangan diri.
Arti Broken Strings mencakup makna literal sebagai senar yang putus serta makna kiasan tentang hubungan, emosi, dan keterikatan yang tidak lagi selaras.
Penggunaan frasa ini dalam musik, sastra, dan memoar menunjukkan bahwa Broken Strings telah berkembang menjadi simbol universal tentang keretakan dan proses memahami diri. (Rahma)
Baca juga: Sinopsis Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans
