Arti Gali Lubang Tutup Lubang dan Contoh Peribahasa Bertema Serupa

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gali lubang tutup lubang merupakan salah satu peribahasa populer yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Peribahasa gali lubang tutup lubang artinya berkaitan dengan cara seseorang mengatur keuangan.
Peribahasa sendiri merupakan kalimat singkat yang mengungkapkan suatu maksud dengan menggunakan kiasan. Peribahasa digunakan dalam bahasa tutur keseharian maupun bahasa tulis sastra karena bentuknya termasuk ke dalam puisi.
Arti Gali Lubang Tutup Lubang
Pada buku Mengenal Gaya Bahasa dan Peribahasa karya Arni Susanti Oktavia dituliskan bahwa peribahasa gali lubang tutup lubang memiliki arti berutang untuk membayar utang lainnya. Peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang meminjam uang untuk melunaskan pinjaman atau utang sebelumnya.
Berutang untuk tujuan yang baik seperti pinjaman modal usaha tentunya diperbolehkan. Namun, berutang untuk menutup utang sebelumnya hanya akan menyebabkan kerugian bagi seseorang.
Mengutip laman BFI Finance, ada dua alasan mengapa seseorang melakukan gali lubang tutup lubang menurut psikolog Hening Widyastuti. Alasan pertama adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol dirinya dengan baik.
Baca Juga: 9 Peribahasa untuk Orang yang Tidak Tahu Diri agar Introspeksi
Seseorang yang dapat mengontrol diri dan keuangannya dengan baik mampu membedakan mana yang menjadi prioritas, mana yang tidak. Dengan kontrol diri yang baik, seseorang bisa memisahkan antara transaksi berdasarkan emosi atau berdasarkan logika.
Alasan kedua kebiasaan gali lubang tutup lubang adalah proporsi penghasilan seseorang lebih kecil dibandingkan dengan besar utang. Jika seseorang memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan, maka tidak ada uang yang perlu dipinjam.
Kebiasaan gali lubang tutup lubang yang berlangsung terus menerus dapat mengganggu aspek psikologis seseorang. Seseorang yang berutang untuk menutup utang lainnya dapat mengalami stres, depresi, dan gelisah berlebihan.
Dampak lain dari kebiasaan gali lubang tutup lubang adalah terjadinya kredit macet. Kredit macet adalah kondisi debitur baik perorangan maupun badan usaha yang tidak mampu membayar cicilannya.
Peribahasa tentang Uang
Selain gali lubang tutup lubang, ada berbagai peribahasa lainnya yang juga bertema soal keuangan. Mengutip buku Kamus Pribahasa Indonesia karya Ajen Dianawati, berikut ini contoh peribahasa tentang uang:
Awak sakit daging menimbun: Berpura-pura kekurangan uang padahal berlebihan hingga dapat menabung.
Rumah terbakar, tikus habis keluar: Uang habis tapi yang diingkan tidak tercapai.
Hidup bertimba uang: Hidup yang boros.
Banyak habis sedikit sedang: Cukup tidaknya uang tergantung dari hematnya seseorang.
Jerih menentang boleh, rugi menentang laba: Mengeluarkan uang hanya karena ingin mendapatkan keuntungan.
Bertabur bijan ke tasik: Membuang-buang uang dan tenaga.
Ada uang, ada barang: Jika mampu membayar lebih maka akan mendapatkan barang yang lebih baik juga.
Baca Juga: Arti Bagaikan Burung di dalam Sangkar dan Contoh Peribahasa Bertema Serupa
(ALS)
Frequently Asked Question Section
Apa itu peribahasa?

Apa itu peribahasa?
Peribahasa adalah kalimat singkat yang mengungkapkan suatu maksud dengan menggunakan kiasan.
Apa itu kredit macet?

Apa itu kredit macet?
Kredit macet adalah kondisi debitur baik perorangan maupun badan usaha tidak mampu membayar cicilannya.
Apa arti ada uang ada barang?

Apa arti ada uang ada barang?
Arti peribahasa ada uang, ada barang adalah jika mampu membayar lebih maka akan mendapatkan barang yang lebih baik juga.
