Konten dari Pengguna

Arti Galodo dalam Bahasa Minang dan Penggunaannya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti galodo. Foto: Unsplash.com/Chris Gallagher
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti galodo. Foto: Unsplash.com/Chris Gallagher

Arti galodo berkaitan dengan istilah yang digunakan masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat untuk menyebut peristiwa alam yang membawa material dalam jumlah besar.

Istilah tersebut kerap digunakan ketika aliran air bergerak deras dari wilayah yang lebih tinggi menuju kawasan di bawahnya.

Dalam konteks kebencanaan, galodo dapat menimbulkan kerusakan pada rumah, lahan, jalan, serta fasilitas umum yang berada di jalur aliran.

Arti Galodo Terkait Genco

Ilustrasi banjir bandang. Foto: Unsplash.com/Wes Warren

Dikutip dari bnpb.go.id, arti galodo merujuk pada banjir bandang yang membawa material seperti lumpur, batu, pasir, kayu, dan material lain dari daerah hulu menuju wilayah yang lebih rendah.

Alirannya dapat berlangsung dengan cepat sehingga memiliki daya rusak tinggi, terutama ketika volume air meningkat setelah hujan lebat di daerah pegunungan.

Istilah galodo dikenal dalam penggunaan masyarakat Sumatera Barat dan berkaitan erat dengan kondisi geografis wilayah yang memiliki banyak kawasan perbukitan serta gunung.

Material yang terbawa aliran dapat berasal dari endapan di lereng, kawasan sungai, maupun material vulkanik yang sebelumnya tertahan di wilayah hulu.

Peristiwa tersebut berbeda dari genangan banjir yang terbentuk karena air menumpuk secara perlahan di kawasan rendah. Galodo bergerak sebagai aliran deras dan dapat menyeret material berukuran besar.

Kondisi ini membuat daerah yang berada di sekitar alur sungai perlu mendapat perhatian ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah hulu.

Salah satu peristiwa yang menggunakan istilah galodo terjadi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada 21 September 2026. Banjir bandang tersebut berdampak pada rumah warga, lahan pertanian, infrastruktur, serta sejumlah gedung perkantoran.

Pemerintah Kabupaten Solok melaporkan 44 rumah terdampak, dengan 11 unit mengalami kerusakan berat dan 32 unit rusak ringan.

Penanganan bencana dilakukan melalui pencarian korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pembersihan material yang menutup akses.

Satu dari dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dicari oleh tim gabungan.

Galodo juga dapat berkaitan dengan material vulkanik yang tertahan di kawasan gunung. BNPB menjelaskan bahwa setelah erupsi Gunung Marapi pada 2023, material lahar yang tertahan di sekitar kawah kemudian dapat terbawa air hujan deras.

Peristiwa banjir lahar dingin pada Mei 2024 di kawasan tersebut menyebabkan puluhan korban meninggal dunia.

Risiko galodo tidak hanya muncul saat hujan turun tepat di lokasi terdampak. Hujan deras di bagian hulu dapat meningkatkan debit sungai dan membawa material menuju permukiman di bagian bawah.

Sistem peringatan dini, pemantauan kondisi sungai, serta penataan permukiman di kawasan rawan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko korban.

Galodo merupakan istilah lokal yang berkaitan dengan karakteristik banjir bandang di Sumatera Barat.

Pemahaman terhadap arti galodo dapat membantu mengenali karakter bencana tersebut, terutama karena alirannya dapat membawa air sekaligus lumpur dan material berukuran besar dalam waktu singkat. (Khoirul)

Baca Juga: Arti What Type of Creator Are You di FB Pro