Konten dari Pengguna

Arti Habis Manis Sepah Dibuang dan Peribahasa dengan Tema Serupa

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi habis manis sepah dibuang artinya dalam keseharian. Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi habis manis sepah dibuang artinya dalam keseharian. Sumber: Pexels

Habis manis sepah dibuang merupakan salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Peribahasa habis manis sepah dibuang artinya berkaitan dengan perilaku negatif seseorang yang harus dihindari.

Peribahasa merupakan kalimat singkat yang mengungkapkan suatu maksud dengan menggunakan kiasan. Sedari zaman dahulu, peribahasa digunakan sebagai bahasa tutur keseharian maupun bahasa tulis sastra.

Arti Habis Manis Sepah Dibuang

Ilustrasi habis manis sepah dibuang artinya dalam keseharian. Sumber: Pexels

Dalam buku Bahasa Indonesia karya Pardjimin, peribahasa habis manis sepah dibuang artinya seseorang yang sudah tidak berguna dan tidak bisa dimanfaatkan lagi, lalu dibuang begitu saja. Peribahasa ini menggambarkan seseorang yang dilupakan oleh orang lain ketika sudah tidak dibutuhkan lagi.

Habis manis sepah dibuang tersebut merupakan pertanda bahwa keberadaan seseorang hanya dimanfaatkan orang lain dalam sebuah hubungan. Setelah tujuannya tercapai, dengan mudahnya ia melupakan orang yang selama ini membantunya.

Mengutip laman Very Well Mind, kepala psikolog di AMFM Healthcare, Meghan Marcum, Psy.D., mengatakan bahwa ketika seseorang merasa dimanfaatkan, itu berarti hak mereka telah dimanipulasi untuk kepentingan pribadi yang bersifat sepihak. Dampak psikologis yang diterima korban bisa saja cukup parah.

Orang yang dibuang setelah dimanfaatkan akan memiliki pemikiran negatif tentang dirinya sendiri. Mereka juga akan sulit untuk memercayai orang lain atau membangun hubungan sosial yang baru di kemudian hari.

Dampaknya juga bisa berimbas pada kesehatan mental korban, apalagi jika pelakunya merupakan orang yang sangat dekat. Mengalami situasi habis manis sepah dibuang dapat menyebabkan kecemasan, depresi, hingga trauma.

Cara untuk mengindari orang yang hanya berniat untuk memanfaatkan adalah menetapkan batasan yang sehat dalam sebuah hubungan. Selain itu, bangun kepercayaan diri yang kuat hingga mampu mengatakan tidak jika orang lain terlalu sering mengambil keuntungan.

Baca Juga: Arti di Atas Langit Masih Ada Langit dan Contoh Peribahasa Bertema Serupa

Contoh Pribahasa dengan Tema Serupa

Ada banyak peribahasa yang dapat menggambarkan perilaku buruk seseorang. Mengutip Buku & CD Kamus Peribahasa Indonesia karya Hari Wibowo, berikut ini peribahasa dengan tema serupa habis manis sepah dibuang.

  • Bagai kacang lupa akan kulitnya: Seseorang yang lupa asal usulnya.

  • Jauh di mata, jauh di hati: Teringat selagi berdekatan, namun langsung lupa saat berjauhan.

  • Bagai kucing lepas senja: Saat terlalu senang, lupa untuk pulang ke rumah.

  • Mencucup benak: Terlalu banyak mengambil keuntungan dari orang lain.

  • Menangguk di air keruh: Mencari keuntungan saat orang lain sedang susah atau berselisih.

  • Mengail dalam belanga, menggunting dalam lipatan: Menggunakan kesempatan untuk keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib kawannya akibat perbuatan tersebut.

  • Membuang bunga ke jirat: Berbuat baik kepada orang lain yang tidak tahu membalas budi.

  • Bagai musuh dalam selimut: Orang terdekat yang diam-diam berkhianat.

  • Bagai hujan jatuh ke pasir: Perbuatan baik yang tidak ada artinya.

Baca Juga: 5 Contoh Peribahasa Bahasa Indonesia Beserta Penjelasannya

Frequently Asked Question Section

Apa itu peribahasa?

chevron-down

Peribahasa merupakan kalimat singkat yang mengungkapkan suatu maksud dengan menggunakan kiasan.

Apa arti peribahasa bagai kacang lupa kulitnya?

chevron-down

Bagai kacang lupa kulitnya artinya seseorang yang lupa asal usulnya.

Apa arti peribahasa bagai musuh dalam selimut?

chevron-down

Bagai musuh dalam selimut artinya orang terdekat yang diam-diam berkhianat.

(ALS)